MAAF, ANAK IBU CUMA GURU SD!
Ibu terkekeh, “Ya iyalah kamu gaul sama anak kecil, masa iya yang sekolah SD sudah tua-tua! Semua yang sekolah SD ya pastinya anak kecil, kecuali SD-nya persamaan.”
“Bukan gitu maksud aku, Bu … apa Ibu lupa seperti apa manisnya dan baiknya Bara kalau ke sini? Lalu sekarang pahitnya dia beri berkali lipat ‘kan? Mungkin orang kaya, hanya pantas untuk orang kaya. Pak Banyu dan Bara sama-sama orang kaya.” Aku mengucapkan kalimat itu dengan hati yang kembali perih. Tuh, kan … jadi ingat lagi betapa Bara melambungkan harapanku lalu menjatuhkannya dan membuatnya pecah, berserakan menyisakkan perih dan jujur … aku masih trauma.