Pelayan Pemuas Nafsu Sang Sultan
Mata elang Rayyan yang sehitam malam mengunci penuh manik mata Amira yang berair dan berantakan.
Pada detik itu, detak jantung Amira seolah melompati satu ketukan. Ia sedikit membeku, terpana melihat paras sang Sultan yang teramat tampan, seolah-olah pria di hadapannya adalah sosok malaikat penjaga surga yang turun ke bumi. Namun, ketika pandangannya turun perlahan, Amira menyadari ada kerapuhan yang tersembunyi di balik kesempurnaan itu. Pipi sang Sultan tampak tirus, dan di balik kemeja sutra hitamnya yang terbuka, tulang selangkanya menonjol sedikit terlalu tajam—sebuah kontras yang aneh Amira rasakan, di mana dengan semua kemewahannya, seharusnya Sultan bisa memakan makanan dengan kualit