Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Happier

Happier

'I Miss you' gumam Shawn,berulang-ulang kali tepat di telinga Camilla. Suara tepukan di belakang keduanya, membuat keduanya tersadar dari Moment ini. Camilla melepaskan diri dari dekapan Shawn dan membersihkan air matanya dengan Tissue yang selalu siap sedia berada di saku Rok kotak-kotak biru mudanya.
2.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as every moment matters
Read
+Library
TimeLess

TimeLess

Keiko menatap gelas cappocino yang ada di depannya dan meminumnya. “Mungkin aku tidak akan mengingatmu lagi,”ucap Keiko tersenyum melihat cappocino yang ada di tangannya. Keiko melihat ke arah pintu masuk caffe dan melihat sahabat nya berlari menghampirinya. Keiko spontan merekam moment itu di handphone yang ada di depannya. “Apa yang kamu lakukan,”tanya Rasya yang sedikit terngeha-engah. “Sedang mengabadikan moment sahabat terbaikku yang sedang berlari menemuiku,”ucap Keiko dengan senyum.
9.95.0K viewsCompletedAdded to Library 139 Times as every moment matters
Read
+Library
Setiap Momen adalah Kamu

Setiap Momen adalah Kamu

ungkap Indah. “Ya, seperti itulah. Fokus pada apa yang kamu miliki hari ini dan berbahagialah dengannya. Karena ya seperti kamu katakan tadi, hidup itu penuh misteri. Esok, entah perjalanan kita akan seperti apa.” “Jadi, kapan kamu siap menerima lamaran mas Yusuf?” “Entahlah. Aku hanya bisa menjalani semuanya hari ini. Aku percaya, Tuhan akan menunjukkan jalan terbaik.”
1.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as every moment matters
Read
+Library
Perfect Mommy

Perfect Mommy

“Pernikahan selalu punya cerita masing-masing. Selalu ada hal yang menarik di dalamnya. Kita diuji sabar, kuat dan tegar menghadapi semua. Tapi, percayalah jika akan ada pelajaran yang bisa dipetik.” Dibanding mamanya, Mommy Shea memang lebih banyak suka memberikan nasihat. Bagaimana tutur kata lembutnya memang membuat semua terhipnotis. “Apa yang Mommy lakukan jika ada di posisiku?” Mommy Shea tersenyum. “Orang tidak bisa memposisikan dirinya jadi orang lain. Apa yang terjadi pada seseorang hanya orang itu yang merasakannya. Jadi sekali pun orang lain menyarankan belum tentu sesuai dengan hatimu. Sekarang kembali pada dirimu. Apa yang kamu rasakan dan apa yang kamu inginkan?”
9.872.3K viewsCompletedAdded to Library 2.3K Times as every moment matters
Read
+Library
Waktu Adalah Obat Terbaik

Waktu Adalah Obat Terbaik

Bahkan tidak sempat mendengar suara sapaan dari seberang, dia langsung bertanya, "Mana Stacey? Kalian lihat dia nggak? Dia lupa waktu acara pernikahan ya? Cepat ingatkan dia, acaranya sudah mau dimulai ...." Semakin lama Adriano berbicara, suaranya semakin kecil dan kehilangan keyakinan. Sebab, Stacey bukanlah tipe orang yang tidak menghargai waktu. Apalagi, Stacey bahkan sudah memblokir nomornya. Hanya saja, Adriano masih berharap bisa mendengar jawaban berbeda dari para pelayan di vila.
8.4K viewsCompletedAdded to Library 200 Times as every moment matters
Read
+Library
NEVER ENOUGH

NEVER ENOUGH

Ancam Devan serius "makanya aku bilang minta nomor Hana. Kamu enggak pernah mau kasih!" "Ke-lu-ar!" "Bastard" Reza tersenyum puas mengatai temannya sekaligus atasannya itu. Niatnya semula mengirim pesan pada adiknya yang bekerja sebagai perawat RSKSP terwujud dan butuh waktu 12 menit hingga balasan muncul. "Ibunya menderita PTSD lebih dari 7 tahun dan pasien senior, yang kutahu kehilangan anaknya bernama Hana"
103.8K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as every moment matters
Read
+Library
Waktu adalah Maut

Waktu adalah Maut

Hal yang Adrian lakukan hanyalah balas dendam yang tidak seberapa! Pria itu menghantamkan tinjunya ke meja. Layar ponselnya masih menyala, di balik layar itu masih berisi deretan pesan yang memancarkan aliran cinta Charin yang tertahan. Sampai pada pesan yang terakhir, lima tahun yang lalu. [Adrian, aku mohon ... cepat datang dan selamatkan aku ....] Sejak saat itu, semua obrolan antara keduanya tiba-tiba terhenti. Jantung Adrian sontak berdebar kencang karena cemas ketika membaca pesan ini.
6.5K viewsCompletedAdded to Library 180 Times as every moment matters
Read
+Library
Hello Mommy

Hello Mommy

“Emmm … entah, tergantung Tuhan. Yang terpenting kita sudah berusaha.” “Baiklah, jika pun Tuhan belum memberikan. Bukankah kita punya waktu berdua.” Rowan sadar, jika dia sudah kehilangan momen ketika berpisah. Lalu, saat pertemuan mereka kembali. Mereka belum sempat menikmati semuanya.
9.961.7K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as every moment matters
Read
+Library
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

"Oh, jadi lo yang ngasih tau Ari?" "Iya, gue minta tolong dia buat kasih tau lo." "Kenapa gak langsung?" "Susah banget ketemu sama lo. Sibuk, ya?" "Banget. Luangnya pas larut malem doang." "Jangan capek-capek, El. Nanti lo sakit." "Kebiasaan. Lo selalu mengutamakan orang lain daripada diri lo sendiri. "Hehe. Saling mengingatkan aja, El."
107.1K viewsOngoingAdded to Library 232 Times as every moment matters
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status