Suamiku Jadul
“Kau mau merasakan seperti yang Ibu rasakan, Rara? Jangan, Nak, tolong, hidupmu akan tersiksa dengan lelaki seperti itu. Bagi lelaki sejati, keluarga yang paling utama, tapi bagi orang seperti bapakmu dan pacarmu itu, membantu orang yang lebih utama, kau akan tersiksa, Nak, jika sudah tamat SMA, kau harus pindah dari situ, percayalah sama ibu.”
Begitu isi surat dari Ibu tersebut. Akan tetapi aku tak begitu peduli, aku juga seperti Bapak, mungkin aku dan Bang Pain akan jadi pasangan serasi, yang jadi masalah kini, bagaimana caraku menyampaikan rasa cinta ini? Ataukah aku menunggu Bang Pain bilang duluan?
Hot Chapters