Menantu yang Baik
Dia tahu sifatku, aku tidak akan mudah mengungkap kelemahanku.
Dia mengangguk, nadanya jauh lebih lembut, "Baiklah, kalau kamu membutuhkanku, jangan ragu untuk meneleponku. Aku mencintaimu, Sayang."
"Aku juga mencintaimu," bisikku padanya. Aku merasakan perasaan hangat mengalir dalam hatiku.
Saat malam tiba, suasana tegang di dalam rumah tampak semakin pekat karena kegelapan menyelimuti.