Pura-Pura Buta
Syarlinatertutup sudah pintu hatikuteringat saat bersamamuistri menangis karena mertuasetulus hatiku mencintaimu
ucapku memecah keheningan diantara kami.
"Uhuk! Uhuk! Terdengar Mas Heru batuk, mungkin tersedak terkejut mendengarku menyebut kata perhiasan.
"Ini, Mas. Minum dulu." Lastri memberikan segelas air kepada Mas Heru.
"Kamu kenapa Mas?" Tanyaku berpura khawatir.
"Nggak apa. Cuma tersedak saja," jawabnya masih dengan mengusap batang lehernya.