Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tes Pengajuan AE

Tes Pengajuan AE

Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE. Ini hanya test untuk pengajuan menjadi AE.
304 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Senja Olehku yang berduka Hai senja Warnamu indah Oren kemerahan Memberi semangat juga kehangatan Cahayamu memberi ketenangan Untuk hatiku Yang mengharu biru Hai senja Kau mengantarkan cahaya kehidupan Mengawali kegelapan malam Mengantar makhluk Ke peristirahatan Hai senja Lihatlah Aku terdiam Memandangmu Dengan luka Senyumku hilang Melayang Terbawa kegelapan Terbang bersama kebahagiaan Melayang Tinggi ke awan Hai senja
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Email masuk urutan pertama terkirim dari sang manajer. "Forwarded: feedback Pratama Corporation" begitu subjek email-nya. Matanya membeliak sempurna saat melihat dengan jelas nama pimpinan perusahaan tersebut. Putra Senja Pratama. Lengkap dengan foto di file lampiran. Jelas itu dia, sebuah foto yang menunjukkan Senja dalam balutan batik tengah menyalami rekan sejawatnya dan satu foto dengan beberapa lainnya. Hati Bening berdegup kencang. Ingatannya terputar pada kejadian tadi malam yang tiba-tiba merasakan kehadiran Senja. Ah, dia baru sadar ketika mengingat kembali kota yang disebut Pak Bowo barusan.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Tia yang melihat dari sofa langsung bersiul pelan. "Wiuu... gentleman sekali." Seketika dua pasang mata melotot ke arahnya. Mata ayah dan ibunya. Tia langsung mengangkat kedua tangannya. "Oke, oke. Tia akan diam." Tia menyilangkan tangan di bibir. "Ini untukmu dan adikmu, Tia." Riffat menghampiri dan menyerahkan hampers coklat mahal. Tia menatap Riffat sejenak sebelum menerima hampers. Ia paling curiga menerima hadiah dari orang asing.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR

SENTUHAN GADIS SEMALAM SATU MILIAR

Rasa takut, cemas, gugup, dan salah tingkah beradu menjadi satu. “Tubuhmu ini… semuanya adalah milikku. Bibirmu, hidungmu, matamu, semuanya adalah milikku, Lisa. Hanya aku saja yang boleh menyentuh dan merasakan kenikmatannya. Hanya aku… Arseno Xavior, yang bisa mencapai titik klimaks menikmati setiap sentuhan dari tubuhmu,” lontar Arseno terdengar menggertak.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
CINTA yang TERSAKITI

CINTA yang TERSAKITI

Dengan suara mengejek dan terkesan merendahkan Natasya, ia mengatakan kalau dirinya lebih menyukai wanita itu menggunakan tangannya untuk menyentuh dengan lembut. Gantian Natasya yang mendengus mendengar hal itu. “Aku tidak akan pernah menyentuhmu dengan cara seperti apa yang kau inginkan! Kau hanyalah pria kasar tidak tahu diri!” Dalam satu kali sentakan Natasya berhasil melepas tangannya dari cekalan Sandoro. Ada bekas berwarna merah melingkar pada pergelangan tangan Natasya yang putih. Ia memberikan tatapan benci kepada Sandoro kemudian berjalan cepat keluar dari ruangan tersebut.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
Tamu yang Tak Diundang

Tamu yang Tak Diundang

Pov Surya "Kamu kenapa Rel?" Aku bingung melihat Aurel berlinang air mata membukakan pintu untukku. Dia bilang sakit kepala dan minta dibelikan obat pereda nyeri, makanya dengan cepat segera ke rumahnya setelah pulang kerja, tapi kenapa disambut dengan air mata? Apa sakit kepalanya separah ini? Setahuku dia memang suka vertigo.
1028.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
SETELAH KAU PERGI

SETELAH KAU PERGI

Abizar yang kalem sesekali menimpali seloroh Clarissa yang memang sepertinya terlahir dengan hati yang riang dan tanpa beban. Aksara juga sudah bisa tersenyum. Tak ada lagi alat bandu fungsi organ tubuh yang terpasang di tubuhnya, satu-satunya yang terpasang tinggal slang infusan, yang terkadang membuat dia susah bergerak dan hrus dibantu Abizar.
1040.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
TITISAN

TITISAN

jawab Asep penuh hormat. “Ya sudah, kalian selawatan dulu saja, sambil menunggu yang lain,” lanjut pria yang rambutnya telah beruban itu. “Baik, Bah,” jawab Asep dan Faisal kompak. Lantunan selawat Badar menggema dari sebuah Toa—speaker corong— yang berada di atas kubah langgar. Alunan penuh rasa damai di waktu senja itu semakin menambah kesyahduan suasana desa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai tersentak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status