Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Suamiku, Rian adalah sosok bos mafia yang paling ditakuti di Keluarga Liam dan dia selalu benci anak kecil. Namun, semuanya berubah sejak adik tiriku, Melisa pindah ke rumah sebelah bersama bayinya yang baru berusia enam bulan. Tiba-tiba saja, suamiku jadi sangat terobsesi dengan bayi itu. Dia menyuapi susu sendiri, menyanyikan lagu dan bahkan menggendong bayi itu ke mana pun dia pergi. Setiap hari dia pulang subuh dalam keadaan lelah, tapi wajahnya selalu dihiasi senyuman, seolah-olah bayi itu telah menyita seluruh jiwanya. Sementara aku menjadi sosok transparan di dunianya. Tiga hari yang lalu, mobilku diserempet orang dengan sengaja hingga menabrak pembatas jalan. Dengan kening berdarah dan kepala pening, aku meneleponnya lima puluh lima kali. Tak satu pun panggilanku diangkat, tapi dia malah mengunggah foto bayi itu di media sosialnya dengan keterangan, [Malaikat kecil sudah bisa tersenyum hari ini!] Aku sudah muak. Malam ini, di acara perjamuan makan keluarga yang dihadiri semua anggota keluarga. Aku menghabiskan gelas terakhirku dan meletakkannya. “Aku mau cerai.” Semua orang ternganga. “Kamu sudah gila?” teriak orang tuaku. Rian mencengkeram pergelangan tanganku dengan tatapan tidak percaya. “Yossi, hanya karena aku sibuk mengurus bayi dan nggak angkat teleponmu, kamu mau minta cerai?” “Bisa-bisanya kamu cemburu sama bayi enam bulan?” Aku tak membalas tatapannya. Mataku malah tertuju pada bekas cupang yang mencolok di belakang telinganya. “Kalau kamu memang begitu sayang sama bayi itu, aku akan merestui keinginanmu. Silakan jadi ayah dari anak itu saja,” ujarku dengan tenang.
11.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Ketika Jasa Dibalas Penghinaan

Ketika Jasa Dibalas Penghinaan

Pada tahun kelima pernikahan mereka, Althea tanpa sengaja memergoki Virgoun yang sedang memuaskan diri sambil memegang pakaian dalam renda milik adik angkatnya. Di satu tangan, Virgoun memutar untaian tasbih, sementara tangan lainnya tak mampu menahan gejolak nafsu. Terpisah hanya oleh satu pintu, Althea mendengar pengakuan perasaan terdalam yang tak terucapkan itu, ditujukan pada sang adik angkat. Tubuh Althea kehilangan kendali dan merosot ke lantai, air mata mengalir deras. Ternyata, tidak ada pria suci yang dingin dan tak tersentuh. Tasbih di tangan pria itu hanyalah alat untuk menekan hasrat terlarang yang tak bisa diungkapkan. Sepuluh tahun Althea mengejar Virgoun, dan pada akhirnya dia hanya menjadi lelucon yang menyedihkan. Ketika sang adik angkat pulang ke rumah setelah bercerai, Althea membeli tiket pesawat ke selatan. Dia ingin mengucapkan selamat tinggal pada semua yang ada di sini sepenuhnya. Demi membuka jalan bagi adik angkatnya, Virgoun sendiri menyerahkan Althea sebagai "hadiah" kepada orang lain. "Tenang saja, sebulan lagi aku akan menjemputmu kembali. Kamu tetap istriku." Hati Althea benar-benar mati rasa. Dia berpura-pura mati demi melarikan diri. Saat kabar Althea terjatuh ke jurang dan jasadnya tak pernah ditemukan sampai ke telinga Virgoun, dirinya diliputi penyesalan. Virgoun mencarinya dengan gila-gilaan, tetapi tak pernah menemukan jejaknya. Hingga setahun kemudian, ketika dia mendorong pintu sebuah toko bunga di selatan, dia kembali melihat wanita itu. Dengan mata memerah, dia berlutut memohon rujuk. Namun, Althea hanya tersenyum dingin dan sopan. "Maaf, Pak. Toko sudah tutup. Aku harus pulang bersama suamiku."
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

"Dimas, satu bulan saja .... Biarkan aku benar-benar merasakan rasanya menjadi istrimu ..." Itu adalah permintaan sederhana yang terdengar seperti jeritan terakhir seorang wanita yang patah hati. Namun, bagi Anisa Kumala, itu adalah harga dirinya, harga yang dia minta atas cinta yang telah dia berikan, tetapi tak pernah sekalipun dia terima. Sejak awal, dia tahu, pernikahan mereka tak pernah dilandaskan cinta. Dimas Cokro menikahinya hanya sebatas bentuk tanggung jawab, karena dia ditekan oleh neneknya. Tak ada pelukan hangat, tak ada tatapan penuh kasih .... Yang ada hanyalah sikap dingin dan rumah kosong yang tak pernah terasa seperti rumah. Meski begitu, Anisa tetap bertahan. Dia berusaha menjadi istri yang baik, berharap bahwa suatu hari, hati Dimas mungkin akan luluh. Namun, nyatanya harapan itu dihancurkan oleh pengkhianatan. Dimas ingin menikahi wanita lain, wanita yang benar-benar dia cintai. Dengan atau tanpa persetujuan Anisa. Seluruh keluarganya mendukung keputusan itu. Dengan hati yang hancur dan harapan yang sirna, Anisa mengajukan satu permintaan terakhirnya. Satu bulan dicintai sebagai seorang istri, istri yang sesungguhnya. Satu bulan ... sebelum dia benar-benar pergi. Dimas menganggapnya sebagai langkah putus asa, bahkan terkesan menyedihkan. Namun, satu bulan itu mengubah segalanya. Cara Anisa tersenyum, cara dia mencintai dengan sepenuh hati, bahkan cara dia pergi .... Semua itu meninggalkan sesuatu yang bersemayam di hati Dimas. Hingga akhirnya, Dimas merasa kehilangan arah. Ketika cinta yang tak pernah dia sadari akhirnya menampakkan diri .... Apakah semuanya sudah terlambat? Haruskah dia melawan semuanya, demi satu kesempatan lagi?
1010.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dosenku di Siang Hari, Suamiku di Malam Hari

Dunia Arlina nyaris runtuh! Pria yang bersamanya semalam ternyata adalah dosen kampusnya. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, Arlina kini hamil! Dengan tangan gemetaran, Arlina menyerahkan hasil tes kehamilan kepada Profesor Rexa. Pria itu memberinya dua pilihan. Pertama, menggugurkan kandungan atau kedua, menikah. Akhirnya, Arlina yang polos itu pun menikah dengan dosennya sendiri. Setelah menikah, mereka tidur di kamar terpisah. Namun, suatu malam Rexa muncul di depan pintu kamar Arlina sambil memeluk bantal. "Pemanas di kamarku rusak, malam ini aku tidur di sini dulu," ujarnya. Arlina yang masih bingung hanya bisa mengangguk dan memberikan jalan. Keesokan malamnya, Rexa kembali datang. "Pemanasnya belum diperbaiki, aku tidur di sini lagi, ya?" Akhirnya, dia menetap di kamar Arlina dengan dalih menghemat biaya pemanas untuk persiapan kelahiran anak mereka. .... Fakultas Kedokteran Universitas Sterling adalah salah satu kampus ternama di negeri ini. Profesor Rexa adalah sosok yang sangat terkenal di sana sebagai profesor termuda di fakultas kedokteran. Di jari manisnya selalu tersemat cincin nikah, tetapi tidak pernah terlihat ada wanita bersamanya. Hingga suatu hari, rasa penasaran mahasiswa memuncak. Seorang mahasiswa memberanikan diri bertanya di kelas. "Pak Rexa, kami dengar Anda sudah menikah. Kapan Anda akan memperkenalkan istri Anda kepada kami?" Tak disangka, Rexa malah menunjuk seseorang, "Arlina." Seorang wanita profesional yang berdiri di antara mahasiswa refleks menjawab, "Hadir." Di bawah tatapan semua orang, Rexa tersenyum hangat sambil berkata, "Perkenalkan, ini istri saya, Arlina. Dia adalah seorang dokter bedah jantung yang hebat."
9.81.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68.9K kali sebagai tersenyum tipis
Tampilkan Ulasan (192)
Baca
+Pustaka
Fensi Kiswardani
untuk pembelian koin 16 rb. isi 20 rb, trnyta blm bs beli. cobak isi tmbh 5 rb. pas pmbelian koin trnyta berhasil. n iseng ngecek saldo, berapa yg kepotong...pkir kisaran 16 rb skian lah...eh kaget dong, sisanya cmn 4 rb skian. berarti harga koin ny bkn 16 rb, tp 21 rb. gila...parah bgt dah. ga lagi
Hafidzah Talita Azzahra
penulisannya sangat bagus, detail dan lengkap, cerita nya sungguh menarik, bikin penasaran sama kelanjutan nya dan banyak pengetahuan yang belum saya ketahui di dalam nya! cocok dengan tema dan genre nya, alur nya panjang tetapi tidak bikin bosan di baca berulang, novel the best yg saya baca thn ini
Baca Semua Ulasan
Tuan Wiratama, Nyonya Savannah Ingin Berpisah

Tuan Wiratama, Nyonya Savannah Ingin Berpisah

Sinopsis: Savannah Maheswari Kesuma, seorang gadis cerdas dan ambisius, baru saja menyelesaikan pendidikannya di Swiss. Ia kembali ke Indonesia dengan satu tujuan: memberikan kejutan manis untuk ayahnya di hari ulang tahunnya. Namun, apa yang menantinya jauh dari bayangan kebahagiaan. Keluarga Kesuma berada di ambang kebangkrutan, dan cobaan terbesar datang ketika Savannah dipaksa menikah dengan Putera Keluarga Wiratama, salah satu keluarga paling terpandang namun penuh intrik. Savannah tidak bisa menolak. Masalah semakin rumit karena Savannah sudah memiliki kekasih, Andrew Keller, pria yang telah memimpikan hidup bersamanya. Sayangnya, waktu dan keadaan tidak berpihak pada mereka. Savannah tak punya pilihan selain menuruti kehendak keluarganya. Savannah pun tahu pernikahan itu menjadi awal dari drama yang lebih besar. Apalagi dengan sifat para keluarganya itu. Namun, Savannah tidak menyerah begitu saja. Di tengah keterpaksaan, ia merencanakan pelariannya. Dihari Pernikahannya, Savannah meninggalkan cincin pernikahannya bersama sebuah surat. “Tuan, Nyonya Savannah melarikan diri dan meninggalkan cincin serta surat ini,” lapor asisten pribadi sang suami. Alih-alih panik, pria itu hanya tersenyum dingin, dengan tatapan penuh rahasia. “Biarkan saja. Dia akan kembali… dan kali ini, dia yang akan memohon-mohon padaku.” Apa yang sebenarnya tersembunyi di balik senyuman misterius itu? Akankah Savannah berhasil lepas dari bayang-bayang pernikahan yang mengurungnya, atau justru terjebak lebih dalam di pusaran dendam dan intrik keluarga Wiratama? Ketika cinta, dendam, dan ambisi bertabrakan, Savannah harus memilih: melarikan diri atau menghadapi takdir yang mengejutkan. Sejauh apapun Savannah lari, takdir selalu punya jalannya sendiri.
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Duri Pernikahan

Duri Pernikahan

Aku baru saja membuka studio yoga, dan menerima beberapa murid baru. Di antara murid-murid baru itu, ada seorang murid yang punya tubuh paling lentur dan cantik menggemaskan. Aku pun lebih memerhatikannya daripada murid yang lain. Namun, siapa sangka kalau muridku itu bertingkah genit setelah bertemu suamiku, bahkan mulai menggodanya. Muridku itu juga mulai berani menyindirku. "Kudengar, ada banyak istri orang kaya yang dulunya orang biasa, sengaja ikut kelas pelatihan sosialita supaya terlihat seperti perempuan dari keluarga kaya. Mereka biasanya wajib ikut kelas yoga. Lalu sengaja menggoda pria, ini benar-benar penghinaan bagi yoga itu sendiri!" "Pak Nathan, sebagai investor studio yoga ini, sebaiknya Bapak amati baik-baik. Instruktur biasanya hanya membimbing murid laki-laki, bahkan kadang mereka berdua masuk ke ruang istirahat, dan baru keluar setengah jam kemudian ...." Suamiku jadi mencurigaiku karena fitnah tidak berdasar tersebut. Aku dan suamiku cekcok beberapa kali hingga pernikahan kami berada di ujung tanduk. Aku pun memutuskan untuk mengeluarkan muridku yang satu itu dari studio yoga, dan menyuruhnya mencari tempat lain. Tapi suamiku malah membelanya, dan memintaku yang pergi dari studio ini. Saat aku sedang marah besar karena masalah ini, muridku itu malah mendatangiku dengan perut yang sudah membesar, memintaku melepaskan suamiku. "Pak Nathan berasal dari keluarga kaya, mana mungkin dia nggak mau punya anak sebagai pewarisnya kelak? Bu Nada kan sudah berumur, jadi sebaiknya mundur dan lepaskan Pak Nathan." Aku tersenyum, "Baiklah, aku akan melepaskannya." Tapi siapa sangka? Kalau ternyata Nathan punya banyak hutang hingga puluhan juta, bahkan dinyatakan mandul.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Mengejar Restu Tuhanmu

Mengejar Restu Tuhanmu

Aisah Amanda
Di Bandara..... "aku dan kamu berbeda, Rin, kita berdua hanya di takdirkan untuk saling mencintai, tapi tidak saling memiliki." ucap Zeyna yang mengucapkan salam perpisahan pada Rin di hadapan pria itu secara langsung. "kalau begitu, biar aku yang mengubah takdir itu, aku akan mengubahnya demi dirimu, Zeyna." ucap Rin. Zeyna menggelengkan kepala nya sebagai jawaban untuk Rin agar berhenti. "cukup Rin, jangan sakiti dirimu lebih jauh lagi, pertemuan kita, murni sebuah takdir untuk sebuah pengalaman saja, bukan untuk bersama. kau milik tuhanmu, dan aku milik tuhanku, kau tidak bisa merebutku dari tuhanku, begitupun denganku." Rin ingin memegang tangan Zeyna, tapi dengan sigap Zey mundur dan menghindari Rin. Zeyna tersenyum, "senang bisa berkenalan dengan mu Rin, dan terima kasih sudah mencintaiku dengan tulus." Zeyna berbalik manarik kopernya dan pergi meninggalkan Rin. air mata terus membasahi pipi Zeyna, kepergiannya sungguh membuatnya sangat sakit. tapi jika terus menetap, maka rasa sakitnya akan sangat luar biasa. ***** Zeyna Arsyilla Savina, seorang wanita muslimah dengan paras cantik dan anggun. menyukai hal hal baru, seperti tempat tempat baru. Zeyna seorang gadis penuh dengan petualangan. sampai di mana dia memilih merantau ke tempat kakak ayahnya, di jepang, harinya berjalan dengan sangat baik, memiliki teman teman yang baik, dan lingkungan yang baik. tapi semua itu perlahan terbatasi saat dia bertemu dengan seorang pria bernama, Rin Kiyotaka. pria yang berhasil mengetuk pintu hatinya akan tetapi, dinding yang sangat sangat besar menghalangi cinta mereka. Akankah Rin dan Zeyna bersama? atau mereka lebih memilih untuk berpisah dan memendam cinta mereka dalam dalam, dan mengikuti alur dari keluarga masing masing?
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Winter's Tale

Winter's Tale

cahya46
Angel membawa semua jiwaku pergi saat kematiannya. Kami saling mencintai tapi Tuhan lebih mencintainya. Aku tidak bisa menggantikannya dengan siapa pun. Aku benci menjadi pria tidak berguna, bahkan tidak bisa menyembuhkan penyakitnya. Atau mengurangi rasa sakit yang dideritanya. Penyakit Kanker serviks stadium akhir. Mengantarnya pada keabadian. Sampai gadis ceroboh tapi ceria mengusik ketenanganku... Aku sangat membencinya karena membuatku terpengaruh akan kehadirannya. Bahkan dia masih sangat belia...apalagi statusnya yang masih saudara sepupu dari iparku membuatku enggan menjalin hubungan dengan gadis itu. Aku berusaha mengabaikan kehadirannya, tapi semakin kuhindari dia seperti lintah menempel disisiku terus... Dasar gadis ceroboh keras kepala. Austin Gerald Klein Aku melihatnya dengan kekasihnya, wanita yang cantik dengan binar kebahagiaan di manik matanya, dia selalu tersenyum diantara kondisinya yang tidak sempurna, wanita itu bahkan duduk diatas kursi roda dan yang kudengar sedang sakit. Aku mencintai Austin sejak pertama kali bertemu. Tapi aku bukan gadis perusak suatu hubungan, aku tahu batasanku walau aku masih belia. Jadi kurasa aku hanya MENGAGUMI. Aku tidak mau bersaing dengan wanita yang bahkan sedang berjuang demi kesembuhannya, dan dia membutuhkan Austin untuk kesembuhannya. Aku berdoa untuk kebahagiaan mereka. Aku pergi menjauh membawa rasa patah hatiku. Cintaku harus layu sebelum berkembang. Amanda Patricia Dexter Aku bersyukur di sisa hidupku aku bisa melaluinya dengan orang yang paling kucintai. Aku merasa tidak pantas untuknya.... Tapi aku ingin egois untuk terakhir kalinya. Aku tak akan melepasmu Austin. Aku membutuhkanmu.... Aku tahu ada satu gadis yang harus patah hati karena kebersamaan kita. Maaf Amanda aku menyayangimu tapi aku akan mengakhiri hidupku bersama Austin . Hanya untuk sisa umurku, bersabarlah... Amanda - Austin. Angela Jennar
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Terlahir Kembali: Menagih Utang Penyesalan

Aku selalu hidup dalam bayang-bayang kakakku, Nadina. Dia adalah wanita yang sejak kecil selalu diperlakukan bak permata oleh para pewaris keluarga mafia. Dia tidak tahu bahwa aku telah terlahir kembali. Sama seperti kehidupan sebelumnya, dia tersenyum lembut dan manis, membiarkan aku memilih calon pasangan pernikahan lebih dulu. Seolah-olah dia begitu pengertian dan berbesar hati. Namun, kali ini aku menolak. Di kehidupan lalu, dengan polosnya aku percaya bahwa dia bermaksud baik. Aku menikah dengan lelaki yang direkomendasikannya, Darel. Darel adalah seorang pewaris yang konon lumpuh setelah diserang dalam sebuah penyergapan. Aku melepaskan hak untuk mewarisi keluarga, menjadi perawatnya, menjadi tongkatnya, dan menjadi obat yang mengusir kesepiannya. Namun, sebanyak apa pun kehangatan yang kuberikan, aku tetap tidak mampu mencairkan hatinya. Hingga hari perayaan kehamilan kakakku, kebenaran itu tersingkap dengan nyata di hadapanku. Saat seorang pembunuh dari keluarga musuh mengarahkan senjata ke perut kakakku, lelaki yang bertahun-tahun tidak pernah berdiri itu tiba-tiba bangkit. Dia mendorongku ke arah moncong senjata itu. Tujuh peluru menembus rahimku. Di detik terakhir ketika aku jatuh, aku melihat dia memeluk Nadina dengan erat dan menggunakan tubuhnya untuk melindungi Nadina dari peluru terakhir. Saat itulah, aku akhirnya mengerti. Dia tidak pernah lumpuh. Dia juga tidak pernah ditinggalkan oleh keluarganya. Karena Nadina memilih pria lain, dia berpura-pura sakit agar tidak perlu menikah denganku. "Maaf, Ravina, aku menipumu. Tapi aku nggak bisa membiarkan Nadina kehilangan pewaris di kandungannya." "Utangku padamu ... akan kubayar di kehidupan berikutnya." Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika ayahku menuntut kami memilih calon pasangan pernikahan. Kali ini, aku tidak memilih siapa pun. Namun, malah merekalah yang memohon mendapatkan cintaku.
17.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Adikku Merebut Posisiku di Altar Pernikahan

Pada hari yang seharusnya menjadi hari pernikahanku, pengantinnya malah bukan aku. Upacara yang sudah kutunggu selama lima tahun berubah menjadi lelucon ketika Valentina, adik perempuanku, melangkah menyusuri lorong marmer dengan gaun pengantin putih. Lengannya melingkar di lengan Luca, pria yang seharusnya berdiri menungguku di altar. "Maafkan aku, Bianca," kata Valentina pelan. "Tapi hari ini kamu bukan lagi pengantinnya." Kemudian, dia menyentuh perutnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Aku hamil anak Luca." Kata-katanya meledak di dalam kepalaku dan seluruh duniaku seolah-olah mendadak sunyi. Seakan-akan takut aku tak akan memercayainya, dia mengangkat sesuatu yang mengilap ke arah cahaya. Gambar USG hitam putih. Tertulis jelas, usia kehamilan 12 minggu. Mataku terasa panas dan perih. Dengan mata berkaca-kaca, aku menoleh ke arah Luca, mati-matian mencari apa pun. Penyangkalan, penjelasan, ataupun penyesalan. Namun, dia hanya menghela napas, lelah dan pasrah. "Bianca, aku minta maaf," katanya tak berdaya. "Valentina nggak punya banyak waktu lagi. Pernikahan ini ... adalah permintaan terakhirnya." "Aku akan menebusnya," tambahnya. "Kita bisa mengadakan pernikahan lain nanti." Ayahku, Moretti, berdiri di belakangnya dengan ekspresi dingin yang sama seperti yang selalu dia tunjukkan sepanjang hidupku. Aku tak pernah melihatnya tersenyum kepadaku, bahkan sekali pun. "Bianca," katanya tajam. "Adikmu sekarat. Biarkan dia yang menikah hari ini." Kakak laki-lakiku mengangguk tanpa mengatakan sepatah kata pun, seolah-olah itu sudah cukup sebagai jawaban yang tegas. Sepanjang hidupku, mereka selalu memilih dia. Air matanya, keinginannya, kebutuhannya, semuanya lebih penting daripada aku. Hari ini pun tidak berbeda. Sesuatu di dalam diriku ada yang retak. Baiklah. Jika tak ada seorang pun di keluarga ini yang peduli padaku, aku akan pergi.
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai tersenyum tipis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
373839404142
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status