Ternyata Aku Istri Konglomerat
Sore hari, Niara duduk di kamarnya, matanya masih menatap kosong ke arah koper tua yang dulu dia isi pakaian seadanya, saat pertama kali datang ke rumah ini sebagai istri Devan.
Dunia seperti jungkir balik.
Ia masih belum bisa membayangkan bahwa suaminya bukan pria biasa. Bukan hanya selamat dari kecelakaan, tapi diam-diam menyimpan kekuatan besar.
Ketika Devan masuk ke kamar, Niara menatapnya. “Kamu... kamu serius mau lawan mereka semua?”
“Aku nggak melawan, Sayang,” jawab Devan lembut. “Aku Cuma mengambil kembali apa yang hakku. Hak kita.”