My Imaginary Husband
Setahuku, dulu Xabi sangat dekat dengan kedua orang tuanya, terutama ibunya.
Aku menyeringai. “Demi harta, eh?” sinisku. Kuakui, terasa agak menyebalkan mengetahui seorang pemuda ingin menikahiku hanya demi warisan. Kutepiskan kemarahan konyol itu, kemudian kembali bertanya, “Lalu, kenapa gue?” Bukannya ada Karen? imbuhku dalam hati. Aku kembali menyesap latte-ku lambat-lambat bak putri bangsawan di novel historical romance yang pernah kubaca, mengamatinya dari atas cangkir.
“Karena persyaratannya, gue harus nikah sama cewek baik-baik yang dikenal sama keluarga gue.”
Bab Populer