PERFECT HUSBAND
“Yah ini gak kematengan gak si mah.’’ucap Naira, yang sibuk dengan mama di dapur aku dan papa yang tengah bersantai diruang keluarga itu hanya bisa menyimak sesekali aktifitas mereka.
“Gak Nai ini bagusku bolunya, ya udah kamu ambil ya biar kita sajikan.’’sahut mama, aku yang memperhatikan itu menyorakinya sedikit lantang.
“Nai, hati-hati panas.’’ujarku saat dia coba mengambil kue di Oven.”dia menoleh dengan nyengir.
“Perasaan mama tiap hari didapur gak pernah di teriyaki tu, “ledek mama, aku berdiri dan tertawa geli.
“Kan mama dah professional didapur. Kalo calon istri aku mah tuan putri.’’gerutuku Naira tersenyum hangat menungguku, aku reflek membantunya mengeluarkan balu itu dari Oven.
Bab Populer