Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
PLAYER

PLAYER

Mereka sampai pernah terpikir untuk mengganti kunci apartemen dengan smart lock yang menggunakan PIN atau finger print karena kecerobohan Risma itu. Arla hanya bisa membeku di tempat saat melihat sosok Ervin berdiri di depan pintu. “Kamu ngapain? Bukannya tadi pas nelepon lagi di rumah? Kok kamu bisa naik?” “Iya, tapi sekarang di sini. Kamu tau kelemahan komplek apartemen ini?” “Hm?” “Kartu akses naiknya bisa dipake di tower lain.” Arla baru ingin mengatakan sesuatu, tetapi tanpa aba-aba Ervin menariknya ke dalam pelukan.
1038.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
Hot Man For Me

Hot Man For Me

Sal menatap keluar jendela sambil memegang map biru itu. Dia memutuskan mengambil hpnya dan menghubungi sebuah nomor. "Selamat pagi," ucap Sal "Pagi. Ini siapa ?" tanya laki-laki yang memiliki suara yang berat "Saya putrinya Demian. Nama saya Salena," jawab Sal "Ohh iya nak. Ada apa nak ?" tanya laki-laki dengan nada suara yang menjadi ramah "Bisakah saya memanggil Anda dengan paman ?" tanya Sal
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Senyumannya miring. “Tapi? Kenapa?” “Tapi, dia senior gue, Jay. Kira-kira ... bisa nggak, ya, gue dapetin dia?” Ada sebuah keraguan yang menyelimuti benak Tio. “Lo, kok, ragu gitu? Ya, kalau lo berjuang, pasti bisa.” “....” Tio tak merespons lagi.
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
SamRann

SamRann

"ting tong ...." Terdengar suara bel berbunyi. "Woiii ada belnya nihh," ucap Safna dan dialah orang yang membunyikannya. Dan lagi-lagi tak ada respon dari dalam rumah. "Tau disitu ada bel gue gak usah ketok pintu yh," gerutu Willi. "Lagi pada ngapain dek?" tanya seorang pria dengan seragam hijau, sepertinya dia Hansip komplek.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
Jodi Ruman

Jodi Ruman

Tangan itu terlihat jauh lebih kokoh dari tangan yang dijabat. “Semoga awet, ya, Mas,” kata si pemilik tangan kurus dan putih yang tidak lain adalah Afi. Bibirnya tengah tersenyum sosial kepada lawan bicara. “Kalau enggak awet boleh saya balikin?” tanya pria berkacamata yang balas tersenyum padanya. Tentu saja hanya bercanda. “Jangan, dong, Mas! Kalau Mas balikin, harganya saya kurangi separo, loh,” ancam Afi yang juga dalam mode bercanda.
8.716.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 471 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
Wagiman

Wagiman

ucap Pak Sholeh menirukan ucapan cewek tersebut. “Namanya Wagiman,” jawab Pak Sholeh. “Kemana ya Wagiman sekarang?” ucap Pak Sholeh menirukan. Setelah bertanya tentang itu semua cewek ini langsung pamit untuk pulang tanpa ada kata-kata lain, bahkan saat Pak Sholeh menanyakan apakah ada pesan, si cewek ini hanya menggelengkan kepala lalu pergi. Pak Sholeh bilang kalau cewek ini sepertinya bukan langganan nasi gorengnya karena tidak pernah melihat sebelumnya.
9.29.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
Seamin Tak Seiman

Seamin Tak Seiman

Seorang pria paruh baya dengan pakaian panjang dan sorban di kepalanya tampak duduk bersila di hadapan Sean. Pria itu tak kalah sopannya, ia memakai baju koko berwarna putih dan celana kain berwarna hitam. Menundukkan kepalanya sesekali kecuali saat tengah berbicara dengan Kyai di hadapannya. "Keinginan saya untuk masuk Islam murni karena saya mencintai Allah SWT dan Islam, Kyai. Bukan karena cinta saya itu," jawab Sean santun.
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai thread simpleman
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status