Mag-log in"Bukankah itu Dewa ?" tanya Sal mengikutinya dari belakang. Sal adalah anak perempuan yang tumbuh bersama empat kakak sepupu laki-laki dan satu adik sepupu perempuan. Hal ini membuatnya menjadi wanita yang tomboy. Keluarga mereka cukup terpandang di kota ini. Keluarga Damian merupakan keluarga besar yang memiliki perusahaan bersama dengan ayahnya Sal sebagai pemimpin perusahaan. Sal memiliki ambisi suatu saat bisa menggantikan posisi ayahnya karena itu dia bekerja sangat keras. Hari ini adalah pernikahan adik sepupunya. Dewa sudah sampai di tepi pantai. "Apa yang dilakukannya di sini di tengah-tengah persiapan pernikahannya ?" tanya Sal dalam hatinya. Di sana sudah menunggu Alder di tepi laut sambil menatap ke arah laut. Alder membiarkan kakinya dihempaskan oleh ombak-ombak kecil. Alder adalah seorang laki-laki yang lahir dari keluarga pengusaha yang memiliki masa lalu kelam yang membuatnya membenci wanita. Alder sudah mengenal Dewa sejak mereka duduk di bangku SMA. Hubungan mereka sangat dekat bahkan sebelum Dewa bertemu dengan Riya. Sal mengikutinya dan bersembunyi di balik karang. "Ada apa lagi ?" tanya Dewa terlihat kesal. "Aku ingin bertemu denganmu apa salah," jawab Alder. "Aku sebentar lagi menikah," ucap Dewa. "Kau yakin menikahinya karena cinta atau kau menikahinya karena takut dengan pandangan masyarakat soal hubungan kita," balas Alder. Sal yang mendengar hal itu sangat terkejut dan nyaris limbung. "Tidak ini tidak mungkin," ucap Sal dalam hatinya. "Aku sudah bulat pada keputusanku," ucap Dewa. "Sebaiknya kau pertimbangkan lagi," bujuk Alder berusaha mendekati Dewa. Dewa berjalan mundur untuk menjauhinya. Sal merasa seluruh bulu kuduknya berdiri. "Riya harus tau tentang hal ini," kata Sal dalam hatinya. Riya adalah calon istri Dewa. Apakah Sal akan memberitahukan hal ini dengan Riya ? Apa yang terjadi jika pernikahan tetap terjadi ? Apakah Alder akan membiarkan hal itu terjadi begitu saja ?
view moreOrangtua Sal yang sedang berlibur ke Hawai kembali pulang ke tanah air karena mendapatkan kabar Sal masuk ke rumah sakit. Mereka langsung menaiki pesawat jet supaya bisa cepat sampai ke tanah air. Sal hanya bisa melongo saat melihat orangtuanya datang. Dia menatap tajam ke arah Sudra. "Kalau ini bukan gue," bisik Sudra Ibu Sal langsung memeluk Sal. Dia melihat Sal dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. "Kau tidak apa-apa nak ?" tanya ibu Sal terlihat cemas "Sal baik-baik saja bu," jawab Sal Sal menatap Seth. Seth hanya bisa memalingkan wajah. "Sudah kuduga," bisik Sal "Kalian menemukan siapa pelakunya ?" tanya ayah Sal Seth menggelengkan kepalanya. Kening ayahnya Sal terlihat menunjukkan kerutan. "Bukankah lebih baik kau menyewa penjaga," usul ayah Sal Sal langsung mengerang. Ayahnya sudah berulang-ulang kali menyuruhnya untuk memiliki bodyguard. Sal selalu mengelak. Sal berhasil menyakinkan ayahnya saat dia menunjukkan kemampuan bela dirinya. Sal hanya tidak menyan
Alder langsung pulang ke apartemennya. Alder menghubungi Sudra. Alder merasa tidak enak karena membuat Sal masuk ke rumah sakit. "Malam pak," sapa Alder "Malam juga pak," jawab Sudra "Bagaimana kondisi Sal ?" tanya Alder "Dia sudah mulai membaik. Sekarang dia lagi sibuk menenangkan kedua kakaknya yang emosi karena kejadian tadi," jawab Sudra "Ohh begitu. Bapak masih di rumah sakit ?" tanya Alder "Iya. Besok Sal sudah boleh perawatan di rumah," jawab Sudra "Syukurlah," ucap Alder Alder memilih berendam dalam bathup sambil menyesap segelas wiski. Hari ini dia tidak bisa mendengar penyiar radio kesukaannya karena dia sakit. Itu yang diumumkan oleh penyiar penggantinya. "Aku harus menepis kecurigaan mereka terhadapku," bisik Alder Keesokan paginya, Alder langsung mengunjungi restoran itu. Dia berhenti di parkiran mobil. Dia keluar dari mobilnya sambil menatap lingkungan sekitar restoran. Dia memperhatikan setiap gedung yang berada di sekitar restoran. Matanya tertumbuk saat melih
Iwan dan Ratas sedang berkendara menuju ke tempat pertemuan mereka."Kau tidak curiga ?" tanya Iwan "Maksudmu ?" tanya Ratas menoleh ke arah Iwan"Begini sayang, Alder dan Dewa itu bukan seperti kita. Mereka tidak pernah memiliki hubungan seperti kita," jawab Iwan Ratas seperti berpikir keras "Iya juga sih. Mereka selalu pulang ke rumahnya masing-masing," ucap Ratas "Gue tau kalo sayang ada utang budi sama Alder tapi kita harus mengakui kalo mereka itu beda dengan kita," jawab Iwan "Iya juga sihh," ucap Ratas "Benci dengan cewek bukan berarti mereka suka sama cowok khan," jawab Iwan "Jadi maksud sayang, Alder itu suka sama Sal ?" tanya Ratas Iwan langsung tertawa lepas. "Lohh kok sayang tertawa sihh," ucap Ratas jengkel"Gini lohh sayang kalaupun seandainya itu benar maka itu musibah bagi Alder. Sayang khan tau kalo kakaknya Sal itu banyak dan protektif sama Sal," jelas Iwan "Ahh itu... tapi Dewa aman aja kok," ucap Ratas "Beda sayang. Dewa belum ketahuan saja tapi seandainy
Sudra terlihat tidak tenang. Dia berjalan mondar mandir di depan pintu ruang UGD. Alder berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding rumah sakit. Seth menuju ke arah mereka dengan setengah berlari. "Bagaimana kondisinya ?" tanya Seth cemas "Masih di dalam," jawab Sudra "Jika terjadi sesuatu dengannya aku tidak pernah memaafkanmu," ancam Seth Dokter pun menghampiri mereka. "Siapa keluarganya ?" tanya dokter "Kami," jawab Seth dan Sudra bersamaan Seth terlihat kesal saat menatap Sudra."Baiklah. Dia baik-baik saja sekarang. Dia sudah bisa masuk ruang perawatan," ucap dokter Seth dan Sudra menghembuskan nafas "Tadi saya mendengar dia mengalami hal traumatis sehingga dia takut ruangan gelap dan sempit. Tadi dia hampir terkena serangan jantung dan sesak nafas. Untuk sementara waktu jangan diingatkan soal kejadian tadi," saran dokter "Baik dok," jawab Sudra "Kalau begitu saya undur diri," ucap dokter Mereka menemani S
Sal merasa kesal karena aturan keluarga.Sal sangat tidak suka menggunakan gaun tetapi dia harus melakukannya demi pernikahan adik sepupunya.Sal melihat gaunnya dari kaca besar yang terletak di kamar hotel.Sal adalah anak satu-satunya dari keluarga Demian.
Sal menatap keluar jendela. Sal mendapatkan telpon dari ayahnya. "Halo ayah," sapa Sal "Ayah baik saja. Bagaimana kabarmu ?" tanya ayahnya Sal "Baik yah" jawab Sal "Ayah mendengar kau membatalkan kerjasama dengan perusahan Condrata," kata ayahnya Sa "Iya,
Sal sudah tinggal terpisah dari rumah orangtua.Sal memilih untuk memiliki hunian sendiri. Saudara sepupunya yaitu Seth memilih apartemen sebagai tempat tinggalnya begitu pula Raya.Sementara itu, Robert dan Roland masih tinggal di rumah orangtuanya karena mereka sering sekali terbang
Sal hanya bisa menghela nafas.Sal tau jika Robby menaruh perasaan kepadanya semenjak di bangku SMA.Namun Sal hanya bisa menganggapnya sebagai teman.Sal sudah mengatakannya kepada Robby saat Robby mengatakan cinta padanya.Sal dan Robby
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
RebyuMore