TAMING THE BOSS
tukas Tito, “tapi dia bebas boleh keluar masuk rumah. Rumah-rumahan cuma buat jaga-jaga aja.”
“Oke, rumah-rumahan juga. Sama mesin pakan otomatis plus pakannya udah, terus mesin buang poop otomatis plus pasir wanginya. Kereta dorongnya juga udah. Sisir juga udah. Beberapa mainan udah. Pet carrier udah. Snack udah. Terus apalagi, ya?” Sambil melihat-lihat rak, Jameka mengetuk-ngetuk jari telunjuk di dagu.
“Shampo dan parfumnya barangkali, Kak,” tawar sang pramuniaga yang membantu mereka menunjukkan barang-barang yang akan dibeli.
Hot Chapters