Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjebak Cinta CEO Tampan

Terjebak Cinta CEO Tampan

[Follow Dulu Sebelum Baca!] Warning : [18+] |¤| "Kasih saya sebulan untuk membuat kamu jatuh cinta," ucap Agaza sambil menatap dalam pada manik mata wanita di hadapannya. "Kalau tidak bisa, silahkan ajukan surat perceraian." "Kenapa sebulan? Bukannya lebih cepat lebih baik? Ayo bercerai sekarang!" bantah Sasya. Wanita itu menatap pada Agaza dengan tajam. "Tapi, boleh deh. Lo bukan tipe gue, jadi ya ... tidak masalah mau sebulan atau berapa bulan, lumayan bisa digunakan buat bayar cicilan gue," imbuhnya setelah beberapa saat berpikir. Agaza dan Sasya. Dua manusia yang memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Perbedaan sifat yang saling bertolak belakang. Agaza yang penuh prinsip dan hidup disiplin, sedangkan Sasya si gadis manja yang hanya bisa menghamburkan uang saja. Pernikahan mereka bahkan bisa berlangsung karena Ayahnya Sasya—Ginanjar—mengatakan tidak akan membiayai hidup putrinya itu jika Sasya menolak, jadilah ia mau menikah dengan Agaza. Yang katanya ... si pedofil. Usia mereka terpaut tujuh tahun. Agaza pria dewasa berumur 33 tahun harus menikahi gadis berusia 26 tahun yang tidak bisa melakukan apa pun selain menghamburkan uang. Pertikaian, kesalahpahaman, penyesalan pun turut mewarnai kehidupan rumah tangga yang direncanakan hanya akan berlangsung selama satu bulan itu. Apakah dua anak manusia ini akan terus terjebak dalam garis takdir yang telah ditentukan kedua orang tua mereka? Atau ada penebusan dan jalan keluar lain? |¤| 2025 M O C H A L L A T E
967 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Pewaris Yang Teraniaya

Pewaris Yang Teraniaya

Bangkit dari liang lahat setelah dikhianati dan dibunuh secara keji, jiwa seorang pendekar tingkat Dewa merasuk kedalam raga Pewaris Miliarder Dewangkara Atmaja, untuk memulai misi pembalasan dendam yang kejam terhadap para penghianat di dunia modern.       Cahaya putih jatuh dari langit ke sebuah kuburan baru yang ada di dalam hutan saat malam gelap di guyur hujan badai.       Sesosok tubuh tanpa nyawa yang sudah mati selama tujuh hari terlihat dipenuhi luka berdarah dan mulai membusuk, terlihat menggeliat ketika cahaya putih laksana petir itu memasuki tubuhnya.       Sebuah keajaiban terjadi, mayat yang tubuhnya penuh lobang bekas tusukan pisau perlahan membuka matanya yang berkilau tajam laksana intan yang menerangi kegelapan.       Blar…!       Suara gemuruh terdengar ketika mayat itu mendorongkan kedua tangannya keatas, tanah berhamburan seakan ada ledakan ranjau dari dalam tanah. Mayat itu segera meloncat keluar, selayaknya tubuh manusia normal.      Ya, pemilik tubuh ini adalah tuan muda dari keluarga Atmaja yang bernama Dewangkara Atmaja. Sebelumnya dia diculik saat mengikuti acara perpisahan kelulusan SMA, di sebuah gunung di Jawa Barat.      Dewangkara Atmaja pewaris tunggal perusahaan Atmaja Corporation hidup lagi dengan jiwa yang berbeda. Tapi satu hal yang pasti, dia akan mencari orang yang membuat pemilik tubuh asli Dewangkara harus mati secara mengenaskan. Seorang Dewa dari dimensi lain masuk kedalam tubuhnya dan membuat Dewangkara yang sudah mati hidup kembali dengan kekuatan yang sangat hebat.
10701 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Pena Ibu, Perengut Hidupku Selama 9 Tahun

Aku dan adikku adalah anak kembar, tetapi aku lebih berat 800 gram darinya. Sejak kecil, adikku lemah dan sering sakit, sedangkan aku aktif dan lincah. Saat berusia empat tahun, dia didiagnosis penyakit darah. Ibu menyalahkanku. Dia mengatakan aku merebut nutrisi milik adikku saat di kandungan, jadi aku harus mengembalikannya. Saat pertama kali diambil darah, jarumnya sangat besar, aku sangat ketakutan. Ibu menyuruhku tidak perlu takut. Dia memberiku sebuah pena ajaib. Katanya, keinginan yang ditulis dengan pena itu akan menjadi kenyataan. Aku menulis "tidak sakit". Saat jarum kembali ditusukkan, Ibu membelikanku permen lolipop yang manis dan sepertinya benar-benar tidak terasa sakit. Namun kemudian, saat berusia lima tahun, aku menggambar kue stroberi dengan pena itu. Alhasil, darahku malah diambil satu liter. Minggu itu, adikku pun sudah bisa duduk dan bermain. Usia tujuh tahun, aku menulis ingin pergi berlibur. Keesokan harinya, aku malah didorong ke ruang operasi untuk diambil sel pembentuk darah, sementara pipi adikku untuk pertama kalinya tampak merona. Saat berusia delapan tahun, aku menulis ingin tetap menjadi peringkat satu tahun depan, tetapi sehari sebelum ujian, sumsum tulangku diambil. Di sisi lain, adikku akhirnya keluar dari rumah sakit, mengenakan gaun baru yang belum pernah kumiliki. Pada usia sembilan tahun, tubuhku sudah sangat terkuras. Dengan tangan gemetar, aku menulis satu kalimat yang miring dan tidak rapi. [ Semoga di kehidupan berikutnya, aku tidak menjadi anak Ibu. ]
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Ketika cinta harus memilih

Ketika cinta harus memilih

Ardiansyah Anieta
"Elena, why are you hiding from me? (Elena, kenapa kau menghindar dariku?)" "You know why ... I'm married, i have kids. And you're such a bad influence on me. (Kau tau kenapa ... Aku sudah menikah dan mempunyai anak-anak. Lagipula kau membawa pengaruh buruk buatku" "You have married too seven years ago but you still want to meet me. We're even ... (Kau pun sudah menikah tujuh tahun lalu tapi kau masih bersedia menemuiku. Bahkan kita ..." "Stop it. It's a big mistake!!! (Hentikan. Dulu itu kesalahan besar!!!)" "Calm down, Elena ... i'm here not to argue. I miss you ... (Tenanglah, Elena ... Aku di sini bukan untuk berdebat. Aku rindu padamu ..." Elena hampir terisak, mukanya memerah matanya berair napasnya tersengal. Ia ingin segera berlalu dari momen ini. "I am not the same person. I have changed. And I am fully happy for I am now. Don't ruin my happiness. I want you to stay away from my life ... please ... (Aku bukanlah orang yang sama. Aku sudah berubah. Dan aku sangat bahagia dengan keadaanku sekarang. Jangan mengusik kebahagiaanku. Menjauhlah dari kehidupanku ... Aku mohon ....)" "I'll wait ... (Aku akan menunggu ...)" "Don't wait. You have to move on. Get married, have a bunch of kids like you want it. Be happy ... (Jangan menunggu. Kau harus melanjutkan hidupmu. Menikahkah. Miliki banyak anak seperti yang kau mau. Berbahagialah ...)" "I can't find someone like you. (Aku tidak bisa menemukan penggantimu.)"
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Tergila-gila Pada Asistennya

Suamiku yang Tergila-gila Pada Asistennya

Pada hari Festival Perahu Naga, suamiku yang berprofesi sebagai direktur rumah sakit lagi-lagi berkata bahwa dia mendapat beberapa jadwal operasi darurat. Jadi, dia tidak bisa ikut pergi mengunjungi orang tuaku. Namun, ketika aku membuka Instagram beberapa saat kemudian, aku melihatnya sedang menyembelih kambing untuk pesta di desa asistennya. Keterangan di konten itu berbunyi sebagai berikut. [ Ibu bilang punya menantu seorang dokter memang menyenangkan, menyembelih kambing pun begitu cekatan. ] Aku hanya mendengus dan menekan tombol like, lalu menuliskan komentar. [ Namanya juga profesional. ] Para rekan kerjaku heboh di setiap grup. Semuanya mengira kali ini aku akan mengamuk pada suamiku. Suamiku langsung menelepon. Aku bisa membayangkan dia sedang mengernyit dengan ekspresi tak sabar di wajahnya sekarang. Andy berkata, "Ini hari penting di desa Nikki. Aku hanya datang untuk membantu mereka. Apa maksudmu sindir-sindir begitu? Nggak ada laki-laki di keluarganya yang bisa membantu dalam acara besar seperti ini. Aku hanya bantu-bantu, apa yang perlu kamu ributkan?" "Cepat hapus like dan komentarmu, jangan buat Nikki canggung di rumah sakit. Kamu dengar, 'kan? Setelah pulang nanti, aku baru luangkan waktu untuk menemanimu pulang kampung, oke?" tambahnya lagi. Selalu alasan yang sama. Andy berulang kali memberiku janji-janji kosong. Kali ini, aku sudah muak dan habis kesabaran. Setelah hari Festival Perahu Naga berlalu dan surat cerai didapatkan, pernikahan kami selama tujuh tahun pun akan berakhir sepenuhnya.
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
DI BAWAH PENGARUH MANTRA

DI BAWAH PENGARUH MANTRA

Eti Rihana
Selama bertahun-tahun Nana tidak menyadari bahwa dia dalam pengaruh santet. Hingga suatu hari temannya, Yuli yang pertama kali memberitahu bahwa dirinya diikuti oleh mahluk ghaib yang memiliki kekuatan cukup besar. Mahluk itu sudah cukup lama mengikuti Nana. Ayu, adik kandung sendirinya dan juga temannya juga mengatakan hal yang sama. Tapi Nana mengabaikannya. Tujuh tahun berselang, Nana bertemu Intan seorang Indigo. Intan mampu berkomunikasi dengan mahluk ghaib yang mengikuti Nana. Intan bilang jika si mahluk ghaib itu senang karena kali ini Nana memberi perhatian akan keberadaannya. Nana menolak untuk pergi ke orang pintar, dan memilih bergabung dengan kelas meditasi tapa brata 12 hari. Pada hari kedua meditasi, Nana mendapat serangan tak kasat mata. Kepalanya bagai dipukuli dengan godam dari berbagai penjuru. Beruntung, Nana mampu bertahan walau dengan menahan kesakitan yang luar biasa. Selang beberapa hari, Nana kembali mendapatkan serangan kasat mata. Serangan kali ini lebih dasyat dari serangan pertama. Beruntung, sesi konsultasi dengan Gurunya tiba. Sang Guru mengatakan bahwa mahluk itu dikirim oleh sesorang karena faktor sakit hati. Mantranya ditanam di tulang. Itulah yang menjelaskan mengapa kekuatan mahluk itu sangat kuat. Dengan dibantu oleh Sang Guru, Nana mulai proses pelepasan mantra santet dan mahluk ghaib yang sangat menguras tenaga dan mental Nana. Ngeri, jijik, pasrah dan rasa sakit campur aduk menjadi satu. Sementara hujan badai dengan angin menderu serta gelegar halilintar mengiringi proses itu.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Pisah Terindah

Pisah Terindah

Berpisah, itulah kata yang terlintas di kepala Dara ketika tanpa angin tanpa hujan, Danar --suaminya-- membuat pengakuan mengejutkan. Bahwa dia telah menikah secara siri dengan seorang wanita bernama Lalisa dan sekarang tengah menunggu kelahiran buah cinta mereka. Danar meminta kepada Dara untuk memberikan persetujuannya karena Danar akan meresmikan pernikahan keduanya itu sebelum anak mereka lahir. Hancur, itulah yang dirasakan Dara. Rumah tangga yang hampir tujuh tahun berjalan dengan baik-baik saja ternyata berselimutkan dusta. Dunianya seketika runtuh. Perceraian musti terjadi. Dara tidak bisa memaafkan sebuah pengkhianatan. Tak peduli apa pun yang melatar belakanginya. Tekadnya sudah bulat, tidak bisa ditawar-tawar lagi meskipun Danar bersekukuh tidak akan pernah ada perceraian di antara mereka. Danar menjadikan Shahna, putri semata wayang mereka sebagai tameng. Setelah bercerita dengan salah seorang teman dekatnya, akhirnya Dara terpengaruh. Dia tidak akan mengakhiri rumah tangganya. Dia tidak akan memberikan apa yang diinginkan oleh wanita yang datang dari negri antah berantah itu secara cuma-cuma. Takkan dibiarkannya kemenangan dengan mudah akan didapatkan oleh wanita yang telah mengusik kebahagiaannya itu. Wanita itu juga harus tahu seperti apa rasanya menunggu dalam rindu. Seperti apa rasanya kesepian dan tak dihiraukan. Wanita itu harus merasakan dulu panas dinginnya menjadi wanita perusak rumah tangga orang. Dara memutuskan akan bermain-main sejenak meski harus memendam rasa sakit. Paling tidak sampai datang masanya di mana dia akan memberikan hadiah terbaik untuk Danar, suaminya. Sebuah perpisahan terindah!
9.662.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Bunga Mawar di Tengah Asap Perang

Setelah berhasil mendaftar program Dokter Lintas Batas, aku menyerahkan jabatan direktur rumah sakit kepada Jihan. Sahabatku merasa kasihan padaku dan berkata, "Kalau kamu pergi, kamu sendiri yang sepenuhnya memutuskan hubunganmu dengan Ardha." Aku tersenyum lembut. "Aku cuma mengembalikannya kepada orang yang dia dambakan." Di kehidupan sebelumnya, Ardha dan aku adalah pasangan yang terkenal sering berselisih. Dia membenciku karena aku menolak menggantikan posisi Jihan menjadi Dokter Lintas Batas, yang mengakibatkan Jihan terinfeksi virus di tengah perang dan meninggal. Aku benci kemunafikan dan kekonyolannya. Kalau memang dia mencintai Jihan, kenapa dia berjanji kepada orang tuaku bahwa dia akan menjagaku seumur hidupku? Selama tujuh tahun pernikahan kami, doa terindah yang kami ucapkan kepada satu sama lain adalah, "Semoga kamu mati sengsara." Tapi, di tengah hujan peluru medan perang, dia tertembak di jantung, menggunakan napas terakhirnya untuk melindungiku dengan tubuhnya. "Aku sudah mengatur seseorang untuk menjemputmu. Begitu serangan udara ini selesai, cepat pergi. Kamu harus selamat ...." Di tengah kesadarannya yang kabur, dia bergumam. "Aku akan melindungimu di kehidupan ini. Semoga kita nggak ketemu lagi di kehidupan selanjutnya." "Jihan, aku datang." Sayangnya, serangan bom yang dijatuhkan dari langit tidak memberiku kesempatan untuk melarikan diri dan akhirnya menelan kami berdua. Saat aku membuka mata lagi, aku mendapati diriku kembali ke malam sebelum pernikahan kami. Ardha, di kehidupan ini, aku akan mengabulkan keinginanmu.
7.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 223 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Kembalinya Istri Tuan CEO

Kembalinya Istri Tuan CEO

Veny adalah seorang wanita yang menjalani kehidupan penuh pengkhianatan. Setelah dituduh meracuni Moza, mantan kekasih suaminya, Samy, Veny disekap di gudang dalam kondisi mengenaskan. Suaminya sendiri, yang seharusnya menjadi pelindung, justru menuduh dan membencinya, mengaku hanya menikahi Veny karena terpaksa. Ketika Veny menyadari bahwa cintanya kepada Samy tidak pernah berbalas, dia melarikan diri dengan membawa rahasia besar kehamilannya. Tujuh tahun kemudian, Veny muncul kembali dengan identitas baru sebagai Diandra, seorang dokter sukses yang kini tinggal di Philadelphia bersama putranya, Nick. Kehidupannya yang baru membawa kedamaian, terutama berkat bantuan Felix dan Tania, pasangan yang telah merawatnya setelah pelariannya. Namun, takdir membawanya kembali ke San Diego, tempat di mana semua luka masa lalunya bermula. Saat Veny kembali bertemu Samy dalam sebuah pertemuan profesional, Samy tak mengenalinya. Namun, tanpa disadari oleh Veny, Samy mulai merasa ada sesuatu yang berbeda pada Diandra, wanita yang kini tampak anggun dengan bola mata amber yang memikat. Perasaan lama muncul kembali saat Samy meminta bantuannya untuk merawat seseorang yang sangat penting baginya. Di tengah ketegangan emosional dan ancaman yang tak pernah benar-benar pergi, Veny harus menghadapi masa lalunya. Rahasia yang dia simpan tentang Nick bisa menghancurkan dunianya yang baru, namun dia harus memutuskan apakah akan tetap bersembunyi atau menghadapi Samy dan kebenaran yang selama ini terkubur. Tema: Cinta, pengkhianatan, identitas, pembalasan Genre: Drama Romantis, Thriller​
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 788 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Kamu Hanya Beban, Mati Saja

Di lounge VIP sebuah kasino bawah tanah, Maura, putri keluarga Fontana, telah dicekoki terlalu banyak minuman keras. Didorong oleh alkohol, seseorang pancing dia untuk ungkapkan hal paling nggak tahu malu yang pernah dia lakukan demi menangkan hati sang ketua mafia. Maura putar gelas di tangannya, lalu tunjuk ke arahku yang sedang bagikan kartu di balik meja, sebelum dongakkan kepalanya dan tertawa lepas. “Tujuh tahun lalu, waktu Doni koma setelah baku tembak, aku ambil HP-nya. Dan aku hapus pesan minta tolong yang dikirim jalang itu. Sampai nggak tersisa sedikit pun. Lalu aku balas atas namanya Doni: Kamu cuma beban. Pergi mati saja.” “Kalian nggak akan pernah bisa tebak apa yang terjadi setelahnya. Si bodoh itu sepanjang malam berdiri di luar rumah persembunyian dalam hujan deras, seperti anjing liar. Aku hampir mati ketawa .…” Ruangan itu meledak oleh tawa penuh ejekan. Hanya pria yang duduk bak raja di ujung meja yang tetap diam. Gelas wiski kristal di tangannya pecah dengan suara retakan tajam. Darah bercampur dengan cairan alkohol, mengalir lewati urat di punggung tangannya sebelum menetes ke karpet. Tatapannya yang merah penuh amarah terkunci ke arahku. Dengan tenang, aku bagikan kartu terakhir di hadapannya, lalu sodorkan saputangan sutra putih yang bersih. “Ketua Doni, sebaiknya kamu bersihkan tanganmu. Darah di meja itu bawa sial.” Lagian, ada noda yang nggak pernah bisa dihapus.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai tujuh purnama lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
333435363738
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status