Digilai Psikopat
“Tidak ada, hanya masalah kecil. Kak Luther menebang pohon jeruk kesayanganku kemarin. Sebagai gantinya, kubuat menu kali ini dari kentang segar, lalu dibalut bacon dan dipanggang. Isinya kutaburi keju dan kuning telur. Kemudian kupanggang lagi deh. Cukup simpel, kan?”
“Wah, jadi kepompong ini ternyata kentang. Fantastis! Kamu berbakat sekali, Lia,” puji Angkara.
Awalnya Angkara khawatir lidahnya bakal menolak, sebab terbayang-bayang sedang memakan kepompong hidup. Sebaliknya, sudah lima suapan Angkara melahap makanan itu. Ketika gigi gerahamnya membelah kentang berselimut bacon, kuning telur melumer di langit-langit mulut Angkara. Layaknya sebuah gunung yang meletuskan rasa gurih yang super
Capítulos em Alta