Keberuntungan Kedua: Pernikahan Tak Terduga
timpal Lucy, “ingatlah kak, dalam diri kita tidak ada darah pecundang ataupun orang jahat, hati kecilmu pasti akan tersiksa jika kamu melakukan kejahatan.”
Clara terdiam, dadanya terasa sesak, berkali-kali dia menghela napas. “Kamu benar adikku, sesungguhnya bathinku sangat tersiksa, dua kali aku ditipu dan dimanfaatkan oleh Emma, sehingga aku kehilangan segalanya. Aku sangat menyesal, Lucy. Tapi bagaimana caranya lepas dari Emma, dia baru saja mengancamku, kalau sampai aku tertangkap polisi dan menyeretnya, maka dia akan menghabisimu.”
Clara mulai terisak putus asa, “sekarang aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu, Lucy. Aku tidak mau Emma mencelakaimu.”
Hot Chapters