Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pria yang Menguntitku

Pria yang Menguntitku

Untungnya di hari keempat, dia muncul lagi. Kali ini, dia langsung muncul di depanku. Saat melihatnya, dia tidak memakai topi dan masker, yang terlihat hanyalah muka yang kurus tapi familiar——Atasanku Martinus. Martinus jongkok di pojok taman kompleks perumahan, menggunakan tangannya yang cantik dengan hati-hati memeluk kucing liar yang dipukuli orang sampai setengah mati. Menunggu aku melewati, langsung menunjukkan ekspresi yang sangat gembira.
55.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai unting unting
Baca
+Pustaka
UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

UNTAMED (Tak Tertaklukkan)

Ayahnya sudah terang-terangan mengatakan tidak menginginkannya. Pak Aminuddin lalu berkata dengan nada mengancam. "Dengarkan Ayah baik-baik. Kalau kamu tetap menolak mengikuti keinginan Ayah, silakan keluar dari rumah ini." Tia tertegun. Ia tidak menyangka kalau ayahnya tega mengusirnya. "Kembalikan juga semua fasilitas yang selama ini kamu nikmati. Mobil, kartu-kartu, uang, semuanya. Hidupilah dirimu sendiri kalau kamu memang mampu."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai unting unting
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Gerakan yang begitu cepat itu tak dapat dihindari oleh Untari, sehingga ia tersentak kaget ketika sinar itu menghantam pinggangnya. Jrabb...! Blarrr...! Ledakan itu membuat Untari terbuang jauh, lalu jatuh dalam keadaan berselubung asap. Ketika asap menipis dihembus angin, tubuh Untari sudah tak berbentuk lagi. Pinggangnya pecah, sekujur tubuhnya hangus seperti nasib Nini Kutang Katung. Tentu saja tak ada napas lagi padanya.
1028.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai unting unting
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

"Izinkan aku mengenalmu lebih jauh." Aku tertegun untuk beberapa saat. Botol air minum yang belum sempat aku teguk lepas dari genggaman dan jatuh begitu saja membentur lantai. Aku terkejut dan sadar bahwa tindakanku sangat bodoh. "Astaga, Wina. Kok bisa lepas gini?" Tama sontak turun dari atas stool dan meraih botol minum yang terguling. Airnya tumpah dan berceceran.
1015.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai unting unting
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

Shit, kapan sampainya lift ini. Sesampainya di depan pintu, Ganesha menekan pin dan langsung masuk kedalam. Setelah mengunci pintu, Ganesha langsung membuka pakaian yang melekat ditubuhnya satu persatu. Dimulai dari melepas sepatu, baju ,ikat pinggang dan terakhir celana jeans dan membuangnya asal, menyisakan celana dalam yang menutupi bagian kejantanannya yang sudah mengeras.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai unting unting
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai unting unting
Baca
+Pustaka
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status