Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Exit

Exit

kataku, menanggapi jokes Laura. Laura tertawa pelan, raut wajahnya mulai kembali normal tidak sesuram tadi, tidak semurung tadi ketika di toilet—apa karena bau toilet mempengaruhi gadis kebule-bulean di sampingku ini, ya. Sepertinya bercanda seperti tadi membuat perasaan anak itu sedikit membaik, dari pada hanya diam dan menduduk saja, rasanya leherku yang malah merasakan pegal, Laura tidak sama sekali keberatan. Sebuah buku bersampul seperti wahana bianglala, tapi yang ini hanya lingkaran yang digabung dengan segitiga sebagai kakinya, ada empat bentuk seperti itu dengan seorang gambar pria mengitari setiap bentuk, sampulnya berwarna kuning dengan judul berbahasa Inggris yang tidak bisa kuin
102.7K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as unwind
Read
+Library
U

U

Bahkan saat kita telah dewasa, belum tentu kita bisa menerimanya dengan mudah. Kehilangan adalah hal yang sangat menyakitkan, apalagi dengan banyaknya kenangan yang telah dilalui bersama. *** Kampus. Hari ini begitu panas, padahal jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Hari yang begitu panas itu tidak menghalangi Yura untuk menunggu seorang temannya yang berada di Fakultas Teknik. Yura dan temannya selalu pulang bersama. Hal itu biasa mereka lakukan hampir 3 tahun belakangan ini.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 109 Times as unwind
Read
+Library
LEAK

LEAK

jeritannya semakin lirih. Moncongnya yang berlubang besar mengeluarkan napas busuk beraroma bangkai. Mulut bertaring mendesis menahan kesakitan yang maha dahsyat. Sesaat menggeliat, akhirnya diam membisu. Tubuh hitam berangsur-angsur berubah wujud jadi tubuh renta, berkamen dan berkebaya lusuh. **************************
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as unwind
Read
+Library
REUNI

REUNI

tiga? Tama terkekeh pelan. Sudut matanya berkerut, tapi itu sama sekali nggak mengurangi ketampanannya. Diam-diam aku menarik napas dan mengembuskannya pelan. Detak jantungku yang menggila benar-benar menyebalkan. Padahal aku sudah berniat melupakannya setelah reuni itu, tapi takdir malah mempertemukan kami kembali. Aku bisa apa?
1015.7K viewsCompletedAdded to Library 534 Times as unwind
Show Reviews (11)
Read
+Library
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Read All Reviews
Reuni

Reuni

Cinta yang belum kesampaian, mungkin itu adalah ungkapan yang tepat untuk alasan kepulangan Dimas kali ini, namun dibalut dengan kemasan indah dengan nama reuni. Entah apa yang ada di benak Dimas bahkan disaat-saat sedang pengajian berlangsung dia masih sempat- sempatnya membalas chat di hp, tidak hanya itu beberapa kali juga Dimas nampak senyum- senyum sendiri saat membaca chat itu, ia juga nampak gelisah berkali-kali melihat jam di tangannya.
2.9K viewsOngoingAdded to Library 96 Times as unwind
Read
+Library
UNACCEPTED

UNACCEPTED

Mereka duduk melingkar di atas karpet dengan permainan uno di tengah-tengah mereka. "Giliran gue," ujar Dara penuh semangat. Dara mengamati satu per satu balok uno, memilih balok mana yang akan ia ambil agar uno yang sudah tersusun tinggi itu tidak runtuh. Tangan Dara bergerak mengambil salah satu balok di bagian tengah dengan penuh hati-hati. Namun sayang, perkiraan Dara salah. Uno pun runtuh membuat mereka bertiga menjerit dan tertawa kencang.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as unwind
Read
+Library
PAWANA

PAWANA

Aku membuka handphone saat tiba-tiba sebuah notifikasi pesan w******p muncul. Alin : [Kay, gimana keadaanmu?] Kayra : [Aku udah rebahan Lin, semoga nanti enakan.] Alin : [send a photo] Alin : [Aku pengen beli jam tangan. Pilih satu diantara dua yang ku kirim!] Aku mengunduh foto yang dikirim Alin. Dua jam tangan warna putih dan biru. Aku dominan menyukai warna putih.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as unwind
Read
+Library
UNSTABLE RELATE

UNSTABLE RELATE

Aku mendecak kesal seraya mengacak-acak rambut hingga tidak beraturan bagai sangkar burung tanpa tuan. Dengan malas, aku berjalan menuju meja rias yang telah dipenuhi oleh skincare milikku. Kemudian aku meraih cleansing oil sebagai first cleanser serta kutuangkan beberapa tetes ke tangan kiriku, lalu kuusap lembut ke seluruh wajahku untuk menghilangkan make up yang menempel di wajahku. Setelah selesai step skincare yang pertama, aku berjalan menuju lemari untuk meraih baju serta rok jeans pendek dan segera membersihkan tubuhku yang terasa amat lengket karena keringat dan bau matahari.
102.6K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as unwind
Read
+Library
ESCAPE

ESCAPE

ujar Kevin yang hanya ditanggapi Ranti dengan senyuman, tapi pemuda itu sempat menawarkan untuk pergi bersama namun Ranti menolak karena ia memutuskan untuk sedikit berberes-beres saja dirumah. Dan Kevin pun akhirnya izin untuk pergi sementara waktu, pemuda itu ingin melihat-lihat apakah ada perkerjaan yang bisa ia cari disana. Dan Kevin menemukan sebuah toko buku yang terlihat lumayan sepi di dalamnya, namun pemuda itu berubah menjadi sangat bersemangat saat depan pintu toko menempel sebuah kertas pengumuman yang bertuliskan jika mereka sedang membutuhkan karyawan untuk kerja part time. Tetapi kebahagiaan itu berubah menjadi rasa kecewa disaat ia baru saja diberitahu jika toko buku itu suda
103.0K viewsOngoingAdded to Library 93 Times as unwind
Read
+Library
AURORA

AURORA

Menyelami bagian terdalam dari pikiranku sendiri, membentuk berbagai cabang yang melebar ke segala arah. Aku semakin larut dalam lamunanku tatkala aurora berwarna ungu kembali muncul di atas langit. Pancaran cahaya yang menari-nari pada lapisan ionosfer itu tampak begitu indah dan membuatku semakin larut dalam pikiran. Tetapi, penampakan cahaya berwarna ungu itu mampu membuat tubuhku tenang. Semua pikiran semrawut seperti benang kusut itu lenyap entah ke mana, menguap begitu saja bagaikan embun yang melebur ke dalam oksigen ketika mentari semakin tinggi sinarnya.
106.0K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as unwind
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status