Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Vila Melati

Vila Melati

ucapnya sambil mengelap ingus memakai sarbet yang tersampir di pundak. "Ini lima gelang, sepuluh kalung dan dua cincin. Total beratnya dua ratus sepuluh gram." "Harga satu gram berapa, Nce?" tanyaku. "Lima ratus rebo satu gram. Dikali 210 gram, jadinya seratus lima juta rupiah." "Oke, Nce. Setuju kita."
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
VERDINDA

VERDINDA

dengus Vanya kian kesal. "Kesibukan orang itu beda-beda. Nggak usah nyamain pribadi satu dengan lainnya." "Selalu aja bilang itu ke gue. Nanti mampir beliin gue ice cream ya?" ajak Vanya sepihak. "Gue nggak suka es krim, es cincau aja!" tolak Verdi mentah-mentah. "Apaan, kemarin aja gue punya stock es di kulkas lo makan malem-malem tanpa sepengetahuan gue." ingat Vanya malam itu.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
Invitasi

Invitasi

Pesan dari Adien. ×××××
9.910.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
HATI YANG TERJUAL

HATI YANG TERJUAL

tanya Intan saat merasa hatinya mulai tenang. “Aku tuh khawatir tauuukk... Jahat banget, nomor handphone pakai dimatiin segala. Ndak ada online sosmed juga. Aku pikir kamu dijual beneran sama keluarga Angga, ” ujar Mira. Mendengar hal itu pun, sontak membuat Intan tertawa, “Hahaha... Duh ndak kebayang deh aku kalo sampai beneran dijual. ”
10679 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
VENDETTA

VENDETTA

Yaka langsung lari ke depan perumahan mendatangi satpam. ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ “Oh iya tadi ada telepon dari pak Ikhsan, dia bilang dia yang menjual semua perabot di rumah tersebut. Besok ada lagi yang akan datang untuk membawa semua elektronik dan barang dapur,” jelas satpam tenang. “Rumah itu katanya mau dikosongkan dan dijual oleh ibu Nadia dan yang menangani adalah pak Ikhsan mertuanya.”
311 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
Test Book

Test Book

Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test Test
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
Terjebak Hasrat Bos Mafia

Terjebak Hasrat Bos Mafia

Mereka adalah pegawai Viana yang tinggal di lantai 2. “Pagi. Ada tamu hari ini?” tanya Viana karena melihat tokonya sepi. “Ada.” “Udah dapat sales berapa?” Viana masuk ke konter kasir. “130 dollar, Bu” sahut Ivana. Kemudian dia berdiri, mempersilahkan Viana duduk di kursinya. “Good. Apa yang laku?” “Tas.” Viana mengangguk-anggukan kepala, lega, akhirnya ada tas yang laku.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai vendida
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status