KSATRIA TIGA JAMAN
Tubuhnya yang besar menyerang dan menerjang Wirota seperti banteng ngamuk.
Tak lama memudian terdengar suara teriakan pertarungan. Kedua belah pihak saling baku hantam mengadu kekuatan tenaga. Ra Kembar merasa kesal karena sudah berbagai jurus dia kerahkan, tapi Wirota masih dapat menangkal serangannya. Beberapa pukulan Wirota sudah mampir ke tubuhnya, namun Ra Kembar masih belum mampu membalas serangan Wirota. Berkali-kali pukulan Wirota mampir ke badan Ra Kembar, membuatnya semakin lemah sehingga akhirnya Ra Kembar ambruk ketika tinju Wirota berhasil mengenai ulu hatinya.
"Kembar, terlalu lama menikmati hidup nyaman sebagai Tumenggung di Majapahit membuat tubuhmu semakin gendut. Gerakanmu