Pesan Nyasar Dari Sahabatku
“Sama-sama, Mbak. Tenang, ya. Hati-hati di jalan. Saya akan bantu sampai masalah Mbak tuntas, Insyaallah.”
Aku mengangguk. Seakan-akan Pak Basuki bisa melihat wajahku. “Baik, Pak. Assalamualaikum,” ucapku pelan.
“Waalaikumsalam.”
Sambungan telepon pun dimatikan. Kini, air mataku perlahan surut. Jantungku judah pelan-pelan telah normal iramanya. Kutarik napas dalam untuk beberapa detik, lalu kuembuskan dengan perlahan. Alhamdulillah, kini hatiku sudah agak lega.