Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
Dia bersandar di jendela mobil sambil melihat pemandangan yang berlalu cepat, lalu berbisik pelan, "Sudah nggak butuh lagi."
"Cuma perlu ninggalin orang yang salah, kita baru bisa ketemu sama orang yang tepat." Dia berusaha memaksakan senyum yang penuh kelegaan meski terlihat lelah. "Tania ini 'kan cantik, asal aku mau, laki-laki masa depanku pasti bakal jauh lebih baik, lebih kaya, dan lebih mencintaiku ...."
Yumna segera menimpali, "Benar! Tania yang paling cantik! Nanti pasti ketemu orang yang bakal kasih seluruh dunianya buat kamu!"