Short
Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

Mawar Merah Di Ujung Penyesalan

Por:  LuliCompletado
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
29Capítulos
1vistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

Tania Tamara adalah cewek paling cantik sekaligus paling manja di kalangan elit Jakata. Dia terlahir dengan kecantikan yang luar biasa dan setiap kerlingan matanya dengan mudah mampu mencuri jiwa pria mana pun. Orang-orang bilang, barisan lelaki yang bertekuk lutut di bawah pesonanya bisa mengular dari jalan pusat kota, hingga pinggiran kota, tapi sang Nona Besar itu bahkan tidak sudi melirik mereka sedikit pun. Sampai suatu hari sahabatnya bertaruh dengannya, "Tania, kalau kamu bisa taklukin pamanku, Kevin, mobil-mobil kesayanganku di garasi itu bebas kamu pilih!" Kevin adalah pemimpin Grup Danio yang bersikap dingin dan tahan pada godaan. Sosoknya yang terhormat dan angkuh menjadikannya pria tak tertaklukkan bagi para wanita terpandang. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa jangankan seorang wanita, nyamuk betina pun tidak akan sanggup mendekatinya. Namun, Tania justru tersenyum. Dia tidak pernah gagal mendapatkan apa yang dia inginkan. Meski begitu, rencana sering kali tidak berjalan sesuai dengan kenyataan ....

Ver más

Capítulo 1

Bab 1

Pada hari pertama taruhan dimulai, dia justru berpapasan dengan Kevin yang sedang berada di bawah pengaruh obat bius. Tania yang memang berniat mendekatinya, tanpa disengaja justru menjadi penawarnya.

Setelah malam itu, gunung es abadi dalam diri Kevin seolah-olah retak olehnya.

Selama tiga tahun, keduanya menjalin hubungan yang sangat intim.

Hati Tania pun sedikit demi sedikit mulai luluh dalam ribuan kali penyatuan rasa mereka.

Dia mengira pria yang dipuja seperti dewa oleh banyak orang itu juga menjadi miliknya.

Sampai malam ini, setelah mereka bermesraan di dalam mobil, dia menyadari kancing manset safir milik Kevin terjatuh. Dia pun memungutnya dan berniat mengantarkannya pada pria itu.

Pintu kamar di ujung koridor itu tidak tertutup rapat. Saat hendak mendorong pintu, dia mendengar suara tawa dan obrolan dari dalam.

"Kevin, baru turun dari sarang kehangatan ya? Tania itu biasanya manja dan galak kayak kucing liar, nggak ada yang dia pedulikan. Kok pas di depan kamu malah jadi manis dan lembut, bikin hati gatel. Kapan kamu mau nikahin dia?"

Langkah Tania terhenti, jantungnya mendadak berdegup kencang.

Kemudian, dia mendengar suara dingin yang sudah sangat dia kenali hingga ke tulang-tulangnya.

"Cuma teman tidur, mana mungkin kunikahi?"

Enam kata itu terasa ringan, tapi terasa seperti enam pedang es yang menghujam tepat ke jantung Tania, seketika menghancurkannya hingga berkeping-keping.

Suasana di dalam ruangan langsung berubah sunyi senyap. Jelas, bahkan para sahabatnya pun terkejut oleh definisi yang begitu blakblakan dan kejam.

Setelah sekian lama, barulah seseorang memberanikan diri memecah kesunyian, "Nggak, nggak mungkin 'kan, Kak Kevin? Sudah tiga tahun lho ... apa kamu ... kamu masih memikirkan cinta pertamamu itu?"

Cinta pertama?

Kepala Tania berdengung, pikirannya kosong.

Kevin ... punya cinta pertama?

Ia berdiri mematung di luar pintu seperti boneka yang kehilangan jiwanya, mendengarkan gumaman pelan Kevin yang mengiyakan.

"Pas putus dulu, dia bilang butuh waktu tiga tahun buat coba sama orang lain. Dia minta aku juga lakuin hal yang sama. Katanya kalau nanti masih saling suka, ya balikan."

"Dia itu orangnya hobi cari perhatian dan gampang ngerasa nggak aman, jadi aku turuti aja mau dia."

"Sekarang udah tiga tahun, aku udah selesai coba-cobanya." Dia berhenti sejenak, suaranya mengandung secercah harapan tipis yang tidak bisa disembunyikan. "Udah waktunya dia pulang."

Tania merasa seperti tersambar petir dan sekujur tubuhnya terasa dingin hingga ujung jarinya bergetar.

Kemesraan selama tiga tahun ini serta ribuan momen yang dia kira sebagai ikatan batin ternyata hanyalah bagian dari eksperimen pria itu untuk coba orang lain?!

"Terus Tania gimana? Kamu tahu sendiri 'kan sifatnya dia meledak-ledak kayak petasan, kalau sampai dia tahu gimana ...."

BRAK!

Belum sempat kalimat itu selesai, Tania sudah membanting pintu ruangan dengan keras.

Semua orang di dalam tersentak dan serempak menoleh ke arah pintu.

Tania berdiri di sana dengan wajah pucat pasi, tapi, sepasang matanya tampak merah menyala seolah-olah akan meneteskan darah.

Dia tidak menatap siapa pun kecuali pria yang duduk di kursi utama.

Kevin mengenakan setelan jas yang rapi dengan punggung tegak dan sikap yang sangat tenang.

Dia tidak menunjukkan rasa terkejut atau panik sedikit pun atas kemunculan Tania yang tiba-tiba. Dia tetap terlihat dingin seolah tidak ada hal besar yang terjadi.

Namun, ketenangan itulah yang menjadi taburan garam terakhir di atas luka hati Tania. Kalau Kevin mencintainya sedikit saja, pria itu tidak mungkin bereaksi seperti ini!

Tania berjalan mendekat ke hadapan pria itu, menatap wajah yang telah dia cintai selama tiga tahun, lalu bertanya dengan suara serak, "Kevin, nggak ada yang mau kamu omongin ke aku?"

Kevin mendongak dan menatapnya dengan tenang.

"Nggak ada yang perlu diomongin lagi. Semuanya 'kan kayak yang kamu dengar tadi."

"Hubungan kita itu cuma sebatas teman tidur. Dari awal aku pikir kamu udah paham soal itu."

"Yumna 'kan taruhan sama kamu buat naklukin aku, terus imbalannya mobil mewah di garasinya bebas kamu pilih. Kalau kamu ngerasa mobil aja nggak cukup ...."

Jari jemarinya yang panjang mengeluarkan sebuah kartu bank hitam dari saku jasnya lalu meletakkannya perlahan di atas meja depan Tania.

"Di sini ada 200 miliar. Anggap aja ini bayaran buat tiga tahun ini ... karena kamu selalu ada tiap kali aku panggil."

"Mulai sekarang, hubungan kita resmi berakhir."

Sesudah bicara, dia berdiri dan bersiap untuk pergi.

Namun, tepat saat melewati Tania, Tania mendadak mengulurkan tangan dan mencengkeram pergelangan tangannya dengan kuat!

Tangannya terasa sedingin es dan mencengkeram begitu keras hingga buku-buku jarinya memutih.

Langkah kaki Kevin terhenti.

Kemudian, dia mendengar perempuan yang begitu bangga akan harga dirinya itu berbicara dengan seluruh sisa tenaganya sembari memegang lengan Kevin. Kata demi kata meluncur dengan suara yang hancur namun terdengar jelas di ruangan yang sunyi itu.

"Tapi ... aku telanjur sayang!"

Kevin, aku benar-benar jatuh cinta sama kamu!

Dia sendiri tidak tahu kapan hatinya mulai tercurah.

Mungkin saat musim dingin ketika dia malas pakai alas kaki dan Kevin berlutut buat ngetes suhu kaki dia yang dingin lalu memakaikan sandal untuknya.

Mungkin saat dia operasi usus buntu dan bangun dalam kondisi linglung, lalu lihat Kevin setia nungguin di samping tempat tidurnya sampai matanya berkantung.

Atau mungkin di banyak malam yang larut ketika pria itu pulang dengan aroma alkohol tipis, tapi tetap ingat kalau dia takut suara guntur lalu narik dia ke dalam pelukan ....

Momen-momen kecil yang biasa itu terkumpul jadi gelombang dahsyat yang menenggelamkannya sepenuhnya.

Tapi sekarang, pria itu malah dengan gampangnya bilang kalau dia cuma teman tidur?

Kevin, kamu kejam sekali!

Bibir tipis Kevin bergerak seolah hendak bicara namun detik berikutnya ponselnya berdering.

Dia mengeluarkan ponselnya dan layar menyala hingga sebuah pesan baru terpampang jelas di mata Tania.

[Kevin, udah tiga tahun nih. Aku udah coba, tapi ternyata aku tetep cuma sayang kamu. Kita balikan yuk?]

Pada saat itu, Tania merasa dunianya benar-benar runtuh.

Kevin menatap layar ponselnya sejenak lalu perlahan-lahan dia melepaskan cengkeraman jari Tania dari tangannya.

"Maaf ya," ucapnya. "Aku nggak punya perasaan apa-apa ke kamu."

Selesai bicara, dia melangkah pergi tanpa ada sedikit pun rasa sesal.
Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Sin comentarios
29 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status