Dia Ibumu Bukan Pembantumu
"Ketahuilah, Sayang. Andai aku melihatmu dari segi kecantikan, itu akan percuma. Kenapa? Karena seiring berjalannya waktu, aku, kamu kita di dunia ini pasti bertambah usianya. Kulitnya mulai keriput, cantiknya mulai memudar. Tapi, coba kamu pikir deh! Berbeda dengan seorang wanita yang memiliki sifat baik, akhlak baik. Meski wajah keriput, keaadaan sudah tak seperti dulu. Mereka akan tetep menerima keadaannya sendiri.
Aku ini, juga manusia biasa, Sayang. Aku tidak sempurna. Hanya Tuhan maha sempurna. Maha segalanya. Aku gak peduli, meski luka di pipimu gak sembuh atau keluargamu miskin. Asalkan satu!" tuturnya panjang lebar.
"Apa?" tanyaku sambil menyimak ucapannya.
"Asal kamu tidak miskin h