Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya
Minyak-minyak esensial yang menjanjikan kedamaian yang tak pernah bisa kutemukan.
Aku tiba-tiba bangkit, perlu bergerak, perlu bernapas, perlu melarikan diri dari perhatian Keenan yang menyesakkan, tawa Tasya, dan hati ini yang terus berperang dengan akal sehatku, yang tak pernah belajar dari kesalahannya.
"Aku sudah nggak mencintainya," kataku lagi, kali ini lebih keras. Kata-kata itu sedikit menggema di ruangan yang sunyi. "Aku sudah nggak mencintai Keenan Bramantyo lagi."