LOVELY MAN
Kumarasiapakah mantan yang masih mengharapkanmumembaca tatapan mata priaarti tatapan teduh priaidentitas tersembunyi sang menantu
Sekadar menikmati seporsi kebab sambil menikmati embusan angin malam dan memandangi bintang dan lampu-lampu kota dari kejauhan.
"Udah agak baikan?" tanya Bhara sembari melirik Maya yang duduk mengunyah di samping kirinya.
Mata Maya menatap kosong kebab di tangan. "Mendingan, tapi aku masih nggak yakin buat pulang. Aku betul-betul malu, Bhara. Kamu tau, aku cerita dengan bangga sama Dev, ini mungkin waktu buat aku bersinar. Ha ha, bersinar apanya? Harusnya aku sadar, aku ini nggak punya bakat. Aku cuma terlalu narsis dan menolak kenyataan."
Hot Chapters