Genius Liar
“Aku tahu. Wajar kalau berjuta kata-kata manis dari mulut aku, gak bakalan lagi kamu percayai. Aku maklum dan aku juga terima sepenuhnya. Kalau kamu curiga terus sama aku, aku janji gak bakalan marah atau kesel. Ini murni konsekuensi dari perbuatan aku. Tapi, aku pengen ngasih tahu satu hal sama kamu. Hal yang harus kamu percayai karena ini tulus dari dasar hati aku.”
Aku yang sedang menunduk seketika mendongak, menatap wajahnya yang menunjukan raut serius. “Aku cinta sama kamu. Aku gak mau kehilangan kamu. Cukup percayai hal ini.”
Aku tersentak, menyadari sepenuhnya dia berkata jujur. Tidak ada kebohongan yang kulihat menari-nari dalam sorot matanya. “Kalau kamu cinta sama aku. Kenapa kamu