author-banner
Kalang Langit
Kalang Langit
Author

Kalang Langitの小説

SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

Fantasi TimurPewarisKekuatan Super
“Gak bisa, Run ….” Tiba-tiba istrinya Paman Hanif, Bibi Isti, bersuara sembari keluar dari ruang dalam rumahnya, langsung memotong kalimat Harun. “Kami juga sedang butuh dana untuk membesarkan usaha kami. Tolong kamu cari dulu pinjaman di tempat lain, ya? Operasi jantung ibumu diundurkan dulu, sampai kamu mendapatkan biaya operasinya.” Kalimat itu sebuah penegasan, bahwa ia tak mungkin mendapatkan bantuan lagi di tempat itu. Harun pun pamit dengan perasaan kecewa dan putus asa. Pamannya pun tidak bersedia lagi mengulurkan tangan mereka, walau dalam bentuk pinjaman.
読む
Chapter: PART 23
Tiba-tiba ia mendengarkan ucapan sang gurunya, Eyang Jabat Wening, bahwa di kamar sebelah ada seorang wanita muda yang sedang dizalimi oleh nseorang laki-laki yang berumur. Mendengar itu membuah Harun begitu geram. “Kamu pejamkan matamu, biat Eyang yang menghubungan mata batinmu ke kamar sebelah,” terdengar lagi suara Eyang Jabal Wening, yang langsung dilakukan oleh Harun. Ia seolah-olah merasakan sentuhan tangan halus pada wajahnya. Itu pasti tangannya sang guru. Tiba-tiba ia seperti membuka matanya dan melihat apa yang sedang terjadi di kamar sebelah. Di sana ada dua orang, laki-laki dan wanita muda, yang bertengkar dengan sengit. Wanita itu ia kenal karena pernah berada dalam satu lift bersama. Wanita muda itu tampak tak berdaya karena terus dih*jar oleh sang laki-laki di kamar mandi. Wajah wanita itu telah berlumuran darah. Kemungkinan kena pukulan, tendangan, atau bantingan. Saat ia menyaksikan laki-laki itu menyeret keluar si wanita dengan menar
最終更新日: 2026-04-04
Chapter: PART 22
Ia membuka kembali helm yang telah ia pakai, lalu berkaca pada kaca spion sepeda motornya. Ia benar-benar dibuat kaget. Ternyata pipinya terlihat normal kembali, sudah tak bengkak. Saat ia menepuk-nepuknya pun, rasa sakit itu sama sekali tak terasa lagi. Bahkan ketika ia menekankan langsung ujung jarinya pada gigi yang krowok, ia sama sekali tak merasakan sakit. Bahkan krowoknya sudah tak ada lagi. Ia meraba-raba kembali untuk memastikan bagian puncak giginya pun, ia benar-benar heran bercampur gembira. Puncak giginya terasa normal. Sudah tak ada lagi krowoknya. “Wah, ini benar-benar ajaib!” celetuknya pelan. “Berarti air ini benar-benar air yang sangat mujarab. Aku harus segera menuju rumah sakit. Bismillah.” Sesampai di rumah sakit kebetulan waktu besuk sudah dibuka. Ada ayah dan ibu mertuanya yang menunggu di bangku pangjang di depan ruang rawat. Zaki menyalami dan menciumi tangan keduanya. “Ibu Bapak sudah masuk melihat Isti?” “Barusan. Tadi Ibu nyuapin,”
最終更新日: 2026-03-29
Chapter: PART 21
Harun masih sempat mendengar jika wanita itu disambut oleh seseorang yang bersuara bariton. Mungkin pemilik suara itu laki-laki yang sudah berumur, di atas tiga puluhan tahun. Berada dalam kamar hotel, Harun menyempatkan dulu untuk mengamati seluruh bagian dari kamar yang sangat mewah itu. Kamar sejenis itu hanya ia pernah lihat di sinetron-sinetron. Ia kemudian melemparkan begitu saja tasnya di atas tempat tidur sebelum ia melepas sepatunya. Setelah itu ia melemparkan tubuhnya di atas kasur yang empuk dengan posisi telentang. Ia menikmati kondisi itu sembari memejamkan kedua matanya. Tok … tok … tok… Ketukan di pintu kamar membuat ia membuka matanya. Dengan sedikit malas-malasan ia bangkit dan melangkah ke arah pintu. Ia mengira itu adalah si tukang ojek. Tetapi ketika ia mengintai melalui lobang intai yang diberi kaca, ia melihat wajah orang lain. Seorang pemuda berdiri di depan pintu. Tampaknya petugas hotel. Ia langsung membukakan pintunya. “
最終更新日: 2026-03-26
Chapter: PART 20
Yang tahu mengapa api itu tadi mendadak padam, hanya dua orang, yaitu ibu pemilik ruko dan anak gadisnya yang berada di lantai atas tadi. Bahkan petugas dinas kebakaran yang muncul kemudian merasa heran, mengapa api yang sedang berkobar tiba-tiba bisa padam seketika? Padahal saat itu sedang musim kemarau dan terik masih terasa sangat menyengat. Di tengah-tengah kerumunan, terlihat beberapa orang berusaha merangsek masuk. Ternyata mereka adalah sanak kadang dari keluarga yang mendapat musibah. Mereka pun langsung berpelukan dan sama-sama menangis haru. “Syukurlah kalian selamat. Untunglah pemadam kebekaran sigap dan cepat ….” “Bukan,” potong si ibu yang menjadi korban. “Kami diselamatklan oleh Mas … Lh, Mas penyelamat barusan ke mana?” Sekeluarga itu pun dibuat heran dan berusaha mencari ke mana-mana dengan menebarkan pandangan mereka. “Diselamatkan oleh Mas? Maksudnya seorang pemuda?” tanya laki-laki yang baru datang. “Iya. Dia yang tiba-tiba muncu
最終更新日: 2026-03-24
Chapter: PART 19
Dari mesjid komplek itu, ia kembali melangkah menyusuri trotoar di pusat kota bersama para pejalan kaki lainnya. Di kiri kanan jalan raya yang cukup lebar dan dipenuhi oleh kendaraan yang berlalu-lalang itu berdiri toko-toko, perkantoran, hotel, dan sebagainya. Pada malam hari, tempat itu dikenal sebagai tempat mejengnya para muda-mudi kota. Lokasinya di samping strategis, namun juga tempatnya bagus dan asri. Harun tak tahu, apakah pemkot juga telah mendukung dan memfasilitasi kawasan itu sebagai tempat mejengnya anak muda kota? Betapa tidak, kawasan itu tersedia berbagai fasilitas pendukung, seperti taman bunga memanjang di dua bahu jalan, bangku-bangku besi panjang yang bagus, san sebagainya. Sementara pada siang hari tentu kawasan itu tetap menjadi pusat kesibukan. Pada sebuah restoran Padang, sang pewarisnya Erang Jabal Wening itu mampir. Ia harus mengisi perutnya. Rumah makan itu cukup banyak pelanggannya. Namun masih ada satu dua meja-kursi yang kosong. Ket
最終更新日: 2026-03-24
Chapter: PART 18
Saat itu Harun telah tiba di sebuah taman kota. Tiba-tiba terdengar ada suara teriakan seorang ibu-ibu yang mengalami kecopetan. Namun Harun tidak menghentikan atau memelankan langkah kakinya. Karena saat itu ia sedang memikirkan banyak hal, terutama saat itu ia akan pergi ke mana. Akan tetapi teriakan itu makin dekat dan bukan saja satu orang yang berteriak. Ternyata copet itu berlari ke arahnya. Terpaksa Harun menghentikan langkahnya. Sang copet yang merupakan laki-laki muda larinya cukup kencang. Di belakangnya ia dikejar oleh banyak orang. Namun pengejar yang paling dekat dengan sang copet adalah seorang gadis dan seorang pemuda. Jarak antara si copet dengan si gadis dan pemuda itu hanya sekitar sepuluh meter. Ketika copet itu akan melewatinya, Harun langsung menarik tubuhnya ke samping, membiarkan sang copet lewat di depannya. Ia tidak berusaha untuk menghentikan pelaku kriminal kelas receh itu dengan cara apa pun. Akan tetapi, ketika sang gadis pengejar
最終更新日: 2026-03-18
JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

JASA PIJAT BRONDONG NAKAL

DewasaMandiriCinta Terlarang
“Please, Sayang, mohon lakukan, Tante benar-benar sudah tidak tahan,” rengek Tante Liana dengan ekspresi wajah begitu sayu. Wanita itu sangat gelisah, menantang Bara untuk berbuat lebih jauh lagi. “Iya, Tan, saya juga merasakan keinginan yang sama. Saya ingin mala mini membuat Tante benar-benar bahagia,” sahut Bara dengan suaranya yang sudah bergetar karena menahan gejolak bir*hinya. Ia adalah singa jantan muda yang pantang menolak untuk bertarung.
読む
Chapter: PART 33
Akan tetapi yang dilihatnya kemudian adalah, bahwa di meja makan itu Bara bukan hanya sedang ditunggu oleh Bunda Yasmin dan Teteh Salwa, namun juga terlihat seorang wanita lagi. Bara belum pernah melihat wanita itu. Usianya mungkin sama dengan Bunda Yasmin, karena itu pastilah itu temannya beliau. Bara belum pernah melihat wanita itu sebelumnya. “Silakan ambil tempat, Nak Bara, tarik kursi yang di samping Teteh Salwa itu,” ucap Bunda Yasmin, yang langsung dilakukan oleh Bara. Ia menarik kursi yang ada di sebelah kursi yang diduduki Salwa, di seberang Bunda Salwa dan Wanita itu. Ia tak lupa menyapa wanita di seberang meja dengan sebutan “Tante …” sembari tersenyum dan mengangguk kecil. Wanita itu juga melakukan hal yang sama. “Oh ya, Nak Bara, kenalan dulu, ini namanya Bunda Retno. Beliau temannya Ibu, dan tinggal di komplek sebelah,” ucap Bunda Yasmin memperkenalkan wanita yang duduk di sebelahnya itu. Bara mengatupkan kedua tangannya sembari menyebutkan namanya,
最終更新日: 2026-03-29
Chapter: PART 32
“Belum, Teh. Tentunya Teteh bisa menilainya?” “Ya kalau menurut penilaian Teteh, Dik Bara itu seperti pemuda yang sudah berpengalaman,” jawab Salwa dengan wajah serius dan suara kecil namun jelas terdengar. “Tetapi memang, semburan laharmu sangat kuat. Teteh belum pernah merasakan persitiwa seperti itu sebelumnya. Bahkan dari suami Teteh ketika pertama kali kami melakukannya. Maka Teteh pun berpikir, bahwa Dik Bara adalah seorang perjaka. Tetapi di satu sisi, Teteh juga berpikir dan merasa heran ….” “Heran kenapa, Teh?” “Ya heran, di satu sisi permainan kamu seperti orang yang sudah sangat berpengalaman. Teteh pun sempat berpikir jika Dik Bara sudah biasa melakukannya.” “Oh itu? Ya kan akan otomatis saja, Teh, hukum alam. Sebagian besar juga karena aku sudah pernah melihat di film-film dewasa. Jadi aku tahu. Tapi semua adegan yang aku lihat, satu pelajaran yang aku dapat, yaitu model permainannya ya gitu-gitu saja. Yang berbeda adalah gaya permainannya, ada yang
最終更新日: 2026-03-24
Chapter: PART 31
Salwa terdiam, namun akhirnya mengangguk pelan. Ia yakin, jika penginapan itu sejenis losmen atau hotel melati seperti yang sering ia dengar dari teman-temannya jika sedang berkumpul. Tempat di mana kadang bisa dipakai untuk mencapai kebahagiaan bersama pasangan gelap. “Dik Bara mau melakukan apa di sini?” tanya Salwa dengan suara sedikit mendesah. Sebenarnya itu hanya sebuah pertanyaan pura-pura saja. Sejatinya, saat itu perasaannya sedang degdegan dan panas dingin karena ia sudah sangat ingin digumuli oleh anak kuliahan itu. Bara tidak menjawab pertanyaan itu, namun tangannya langsung menyeberang melewati pinggul Salwa untuk meraih setelan jok tempat duduknya. Jok itu langsung bergerak ke bawah dan Salwa tergolek di atasnya. Lalu, yang dirasakan oleh Salwa selanjutnya adalah bibir Bara yang sudah melumat bibirnya. “Uh uh uuukh ….” Tindakan Bara yang tiba-tiba dengan hawa yang langsung panas itu, membuat Salwa tergagap sesaat. Namun kemudia
最終更新日: 2026-03-19
Chapter: PART 30
Ketika tangan Bara berada di bagian gundukan termahalnya, Salwa langsung menatap sayu ke wajahnya Bara. “Dik Baraa …,” desisnya. Namun tiba-tiba sebuah sepeda motor yang datang dari arah belakang langsung mendahulu dengan cara memotong jalan, membuat Bara sedikit kaget. Otomatis tangannya yang sedang berada pada bagian gundukan Salwa ditarik, meraih presneling dan melepas injakan gas. Mobil pun seperti terangguk, membuat tubuh Salwa sampai terdiring ke depan. Pasca kejadian itu, tangan Bara tidak lagi berada di atas paha Salwa, dan ia konsentrasi pada pada kemudi dan jalan di depannya yang saat itu makin terlihat macet, Bara menjadi lebih sering memindah presneling, mengerem, menginjak gas, dan mengatur kemudi. Saat itu Salwa menyandarkan tubuhnya ke jok. Ia menjadi tidak banyak bersuara. Padahal saat itu ia ingin Bara meletakkan kembali tangannya di pahanya dan di bagian yang ia banggakan, lalu meremasinya. Dan, seumpama tangan pemuda di sampingnya
最終更新日: 2026-03-16
Chapter: PART 29
Bara manggut-manggut, antara memikirkan sesuatu atau memikirkan jalan yang akan dilaluinya di depannya. “Maaf, kalau maninya Dik Bara encer atau kental?” Pertanyaan itu sontak membuat Bara menoleh. Lalu dengan ragu-ragu ia menjawab, “Kalau soal itu saya kurang paham, Teh. Maksud saya, yang jenis mani encer dengan mani normal itu seperti apa?” “Maaf, Dik Bara pernah melakukan ….” Salwa mengerakkan kepalan tangan kananya ke atas ke bawah, sebagai kode on*ni. Namun Bara masih berpura-pura bloon dan bertanya, “Apa itu, Teh.” “On*ni.” “Oh itu? Yang seringlah, Teh. Hehehe, ikh malu mengatakannya.” “Gak apa-apa. Katanya Dik Bara buat mencari pengetahuan.” “Iya juga sih.” “Sering? Maksudnya tiap berapa kali seminggu?” “Wah, gak mingguan, Teh. Harian, malah. Kalau mengikuti desakan bir*hi, ya bisa tiap beberapa jam.” “Wah, itu tandanya kamu itu normal. Malah mungkin tergolong abnormal.” “Abnormal? Gila, gitu?” Salwa sontak tertaw
最終更新日: 2026-03-15
Chapter: PART 28
Terkadang di saat sepi yang melanda, sering tidur sendirian, ia terkadang suka menghayal, berfantasi, betapa nikmatnya dalam sepi jika ada seorang pemuda perkasa yang mampu memuaskannya, dan bahkan membuahinya. Jika sudah berada dalam kondisi dan suasana batin seperti itu, membuat libido Salwa naik. Dan apabila ia sudah tidak mampu menahan gairahnya, ia akan melakukan aksi swalayan, mast**basi sembari membayangkan melakukan hubungan ranjang dengan seorang pemuda perkaca. Karena jika membayangkan main dengan suaminya, Wahid, tentu aksinya akan gagal, karena dalam permainan nyata pun Wahid lebih banyak gagal untuk mengantarkannya di puncak kenikmatan yang tertinggi. Pukul sebelas siang mereka berangkat menuju Cimahi. Jarak rumah dengan Kota Cimahi sekitar tiga belas kilometer dan akan butuh waktu sekitar empat puluh menit. Karena kondisi jalan yang saat itu cukup padat, kemungkinan mereka akan sampai dalam waktu satu jam. Yang bertindak sebagai driver adalah Bara, sementa
最終更新日: 2026-03-11
あなたも気に入るかもしれません
Pendekar Pedang Arwah Suci
Pendekar Pedang Arwah Suci
Pendekar · SayurKubis
1.1K ビュー
Divine Power
Divine Power
Pendekar · Mineoyoo
1.1K ビュー
RAJA TANPA TAKHTA
RAJA TANPA TAKHTA
Pendekar · mahmud23
1.0K ビュー
Jejak Pedang di Langit
Jejak Pedang di Langit
Pendekar · Yantifitri
1.0K ビュー
Pendekar Pedang Mirabilis
Pendekar Pedang Mirabilis
Pendekar · Enday Hidayat
1.0K ビュー
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status