แชร์

292.Duel Melawan Kunlong

ผู้เขียน: Gibran
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-28 08:09:07

Jaka Geni menangkis serangan golok hijau besar milik Kun Long menggunakan pedang biru di tangannya.

Dengan kekuatan petir yang di alirkan ke kaki kanannya, Jaka bergerak cepat menyambar perut Kun Long dengan tendangan.

Namun Kun Long berhasil menghindari tendangan lawan dengan sedikit memundurkan tubuhnya ke belakang.

Disaat yang sama, kaki kanan Kun Long langsung menendang ke arah dagu Jaka Geni.

Terkejut lawan membalas dengan serangan tak terduga, Jaka Geni langsung membuat gerakan jungki
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Perjalanan Sang Batara   352.Istana Kerajaan Jiwa

    Jaka Geni menatap tubuh Ling dari belakang. Dia tahu gadis itu sangat pemalu. Sama dengan dirinya yang entah kenapa baru kali itu merasakan yang namanya malu. Biasanya dia akan bersikap sewajarnya. Namun berbeda saat berhadapan dengan Ling. Hati nya terasa berbunga-bunga,perasaannya sangat bahagia hanya dengan berada di dekat si gadis. Aroma wangi yang terpancar dari tubuh dan rambut Ling membuat jaka semakin terpesona dan ingin berlama-lama berada di dekat gadis itu. "Ling, kenapa kamu menghindari diriku?" tanya Jaka masih dalam posisi tiduran. Ling yang berdiri membelakangi dirinya tak menjawab. Dia memainkan ujung rambut panjang nya yang hitam dan lurus. Wajahnya menunduk. Dan mukanya masih memerah.Jaka diam beberapa saat karena pertanyaannya tidak di jawab. "Apakah dia itu bisu?Dia belum berkata sepatah kata pun padaku. Bahkan dia tak bersuara sedikit pun... Jangan-jangan..." Jaka tak meneruskan kata-kata dalam hatinya. Pemuda itu berdiri. Dia menatap ke arah istana besar y

  • Perjalanan Sang Batara   351.Asmara Jaka Geni

    Ling diam tak menjawab. Dia menunduk malu. Dia tak tahu apa yang harus dia lakukan. Meski sebenarnya dia sangat senang Jaka Geni mendatangi dirinya. Jaka Geni yang baru pertama kali merasakan debaran hangat itu mencoba untuk duduk di sebelah sang gadis. Dia menoleh dan menatap wajah berparas jelita itu dari arah samping. "Bahkan dari dekat dia lebih cantik dari Nanyang si gadis gila itu," batin Jaka. Merasa di perhatikan, wajah Ling pun memerah seketika. Melihat wajah itu merah, semakin berdebar saja jantung pemuda itu. Dia tak tahu apa arti debaran di dadanya tersebut. Jaka hanya tahu, dia sangat ingin berada di sebelah sang gadis. Mereka duduk menatap danau tanpa berkata sepatah kata pun. Hingga tiba-tiba Jaka menguap lalu dia merebahkan tubuhnya di samping Ling. Gadis itu menoleh, dia ingin berkata namun Jaka Geni sudah tertidur. Ling menatap wajah pemuda itu beberapa saat lamanya. Bibirnya yang indah tersenyum kecil. Dengan sangat perlahan dia meraih tangan Jaka Geni dan meng

  • Perjalanan Sang Batara   350.Raja Naga Long Wang

    Di pegunungan es bagian utara bangsa Mongol, ada sebuah tempat yang paling di sakral kan oleh bangsa utara.Mereka adalah orang-orang suku Bei yang hidup di tengah-tengah es yang dingin. Bagaimana mereka bisa kuat hidup di tempat yang sangat dingin itu? Di atas pemukiman suku Bei itu ada sebuah anak tangga yang sangat tinggi. Ada lebih dari sepuluh ribu anak tangga. Konon hanya orang tertentu yang kuat sampai di atas sana. Menurut kabar,nenek moyang para suku Bei itu pernah sampai di puncak anak tangga.Mereka menceritakan pengalaman mereka di atas sana dengan menulis semua kisahnya di atas sebuah balok es.Di tulisan itu menceritakan pengalaman nenek moyang mereka yang bertemu dengan sosok ular Naga misterius penunggu bukit es tersebut. Mereka mendapat hadiah dari sang ular naga berupa api merah yang tak pernah padam. Api itu mereka taruh di atas obor besar yang ada di tempat upacara adat. Api itulah yang menjaga suku Bei dari hawa dingin yang luar biasa. Mereka memanggil sang Na

  • Perjalanan Sang Batara   349.Kerajaan Jiwa Jaka Geni

    Jaka Geni membuka matanya. Dia terkejut saat mendapati dirinya tengah duduk di sebuah singgasana besar yang di penuhi aliran petir merah. Dia lebih terkejut lagi di bawahnya, tepatnya berada di hadapannya telah duduk saling berhadapan empat orang yang menatap ke arahnya. Di tengah mereka ada sebuah meja panjang berwarna emas yang memanjang hingga hampir mencapai pintu besar di depan sana. Jaka kenal betul dengan tiga orang dari empat orang tersebut. "Lang, Ling, dan kamu Xian Hui, bagaimana aku bisa bertemu kalian di tempat yang aneh ini? Apakah aku sedang bermimpi?" tanya Jaka dengan wajah bingung dan penasaran. "Tuan tidak perlu panik, kita berada Kerajaan Jiwa milik tuan," kata Xian Hui sambil menunduk hormat. Lang pun menghormati dan membenarkan ucapan Xian Hui. Ling diam saja di tempat. "Kerajaan Jiwa?" tanya Jaka Geni yang tak tahu apa-apa tentang Kerajaan jiwa miliknya. "Benar tuan, jika seseorang telah mencapai ranah Surga, dia bisa menciptakan Kerajaan jiwa miliknya se

  • Perjalanan Sang Batara   348.Pendekar Telapak Iblis

    Yang Chu bersama Yo Fan menghadap Putri Nanyang yang duduk di atas singgasana nya. Terlihat kepala gadis itu di ikat menggunakan kain hingga ke mata kirinya sehingga dia lebih mirip dengan mumi. Hanya mata kanan hidung dan bibirnya saja yang terlihat. "Tuan putri memanggil kami?" tanya salah satu ketua Serikat Teratai Biru. "Benar, ada tugas untuk kalian. Tapi jangan biarkan orang-orang tahu bahwa diriku terluka. Terutama paman Yang Jie,dia akan mencari celah saat aku terluka," ucap Putri Nanyang. Yang Chu menatap gadis itu sesaat. "Ada apa dengan Yang Jie tuan putri?" tanya dia penasaran. "Yang Jie mempunyai sifat yang licik. Jika dia tahu aku terluka dia akan bersandiwara untuk memerintahkan pengejaran besar-besaran terhadap Jaka Geni. Aku tidak ingin terjadi huru hara yang di sebabkan olehku, karena ayah bisa murka padaku. Itu sebabnya aku lebih baik mengutus kalian memburu Jaka Geni," kata Putri Nanyang dengan suara bergetar. "Baik Putri, akan kami lakukan. Lagi pula, dia j

  • Perjalanan Sang Batara   347.Kelemahan Iblis Kabut

    Iblis Kabut tersenyum menyeringai melihat Chang Yun yang bersiap menyerangnya. Saat gadis itu mulai bergerak, tiba-tiba dari dalam tanah meledak dengan keras tepat di bawah kaki Chang Yun. Gadis itu terkejut, dan tubuhnya terpental ke udara. Dari asal ledakan meluncur kabut hitam dengan wujud kepala mengerikan dengan mulut menganga. Dari belakang Chang Yun melesat dua tangan kabut raksasa yang mencengkram kedua tangan dan kakinya. Chang Yun tak bisa berkutik. Dia menjerit sekeras mungkin untuk di lepaskan. "Sekuat apa pun petir yang melindungi mu,pasti tak akan selamanya bertahan dari serangan sakti milikku secara bertubi-tubi. Lihatlah, apakah kau mampu menahannya?" ucap sang Iblis. Chang Yun berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkraman tangan kabut hitam tersebut. Namun tak bisa karena cengkraman itu sangat kuat. Dari arah depan kabut berwujud kepala yang mulutnya menganga menyambar tubuh si gadis dengan keras. Sambaran pertama kabut itu terpental oleh kekuatan peti

  • Perjalanan Sang Batara   224.Kerusuhan Di Sebuah Desa

    Beberapa hari berlalu setelah kepergian Pangeran Slamet bersama adik dan rombongan nya. Jaka Geni pun besok pagi akan pergi ke kerajaan Banyu Emas. Malam itu Rara Ayu Bumi sengaja menyediakan masakan enak untuk makan malam terakhir sebelum suaminya pergi. "Kanda, apakah besok mau di antar prajuri

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Perjalanan Sang Batara   225.Balas Dendam Sang Guru

    Beberapa tombak lagi hawa merah membara itu menyapu para prajurit Kerajaan Banyu Emas itu, satu bayangan putih melesat lalu terdengar suara gelegar petir yang menggetarkan tanah. Beberapa saat kemudian terdengar ledakan dahsyat yang mengguncang tanah di sekitar tempat tersebut Tanah berhamburan

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Perjalanan Sang Batara   212.Bertemu Ratu

    Saat melihat Rara Gendis berkelebat ke arah Mahadewi, Jaka Geni langsung paham apa yang akan di lakukan wanita itu. Tak kalah cepat Jaka melesat bagaikan anak panah di lepas dari busur yang di iringi cahaya kilat dari tubuhnya. Sedikit lagi tangan Rara Gendis menyentuh tubuh Mahadewi, kaki Jaka t

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
  • Perjalanan Sang Batara   223.Surga Di Banyu Emas

    Wajah Putri Paramita Jayendra Dewi bersemu merah. Hampir tak kuasa dia menahan rasa malu. Pertanyaan Jaka Geni terlalu menohok hatinya. "Apakah Raja mau dengan gadis seperti aku?" tanya Putri Paramita masih membelakangi Jaka Geni. Dia tak berani menoleh ke belakang karena saking malunya. Dengan l

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-30
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status