Teilen

Bab 2924

Rexa Pariaman
"Bisa!" Ewan bahkan tidak menunggu Dewi Kembang menyelesaikan ucapannya sebelum langsung menyetujuinya.

Pada saat seperti ini, apa pun permintaan Dewi Kembang, dia tidak punya alasan untuk menolaknya, juga tidak mungkin menolaknya.

Dewi Kembang berkata dengan lemah, "Aku bahkan belum bilang apa permintaanku, tapi kamu sudah menyetujuinya."

"Apa pun itu, aku akan menyetujuinya." Ewan memeluk Dewi Kembang erat-erat.

Dewi Kembang tersenyum manis dan berkata, "Ewan, bisa kamu ... cium aku sekali?"

S
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2927

    Saat berbicara, Dewi Kembang sengaja memainkan rambut panjangnya hingga menutupi bagian depan tubuhnya.Tanpa disadarinya, gerakan itu justru membuatnya terlihat semakin menggoda di mata Ewan."Belum puas," jawab Ewan tanpa tahu malu."Kalau begitu, lihat saja sampai kamu puas." Setelah berkata demikian, Dewi Kembang maju dan memeluk Ewan. Dia mengedipkan mata besarnya yang sayu sambil meneruskan, "Kita lanjut lagi, bagaimana?"Ewan memang berniat begitu. Maka, keduanya kembali melewati malam yang penuh gairah.....Pada akhirnya, Dewi Kembang seperti es yang meleleh dalam pelukan Ewan. Setelah selesai, keduanya segera memeriksa kondisi meridian masing-masing.Sayangnya, kali ini kultivasi mereka tidak mengalami peningkatan.Setelah mengenakan pakaian, Ewan bertanya, "Dewi Kembang, sebenarnya tanda api di antara kedua alismu itu apa?"Ewan sudah lama ingin menanyakan hal ini. Hanya saja, sebelumnya nyawa Dewi Kembang berada di ujung tanduk dan situasinya sangat genting, sehingga Ewan t

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2926

    Setelah Dewi Kembang berkata "gawat", dia segera berdiri dari tubuh Ewan."Ada apa?" tanya Ewan dengan wajah penuh kebingungan."Basis kultivasiku akan menembus tingkat berikutnya." Setelah berkata demikian, Dewi Kembang segera berjalan ke samping, duduk, memejamkan mata, dan mulai bermeditasi.Saat ini, dia tidak mengenakan sehelai pakaian pun. Ditambah cahaya yang dipancarkan oleh Tulang Roh Merah, seluruh area di sekitarnya menjadi sangat terang, sehingga Ewan bisa menikmati pemandangan tubuh Dewi Kembang.Harus diakui, Dewi Kembang memang sangat cantik. Kulitnya juga sangat putih, seolah merupakan bunga paling sempurna di dunia. Setelah melewati rangkaian kejadian tadi, kecantikannya bahkan semakin memukau.'Dia secantik ini, tapi di Daftar Dewi hanya menempati peringkat keenam. Lalu, secantik apa lima wanita yang berada di atasnya?'Ewan menatap Dewi Kembang. Matanya terus bergerak dari atas ke bawah. Semakin lama dia memandang, semakin membara hatinya. Bahkan pada akhirnya, dia h

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2925

    "Tubuhku sudah nggak bisa disembuhkan, Ewan. Berjanjilah padaku, jangan biarkan aku pergi dengan penyesalan ya?"Wajah Dewi Kembang dipenuhi air mata, tampak begitu menyedihkan. Setelah berkata begitu, dia mulai melepaskan pakaian Ewan sendiri.Melihat betapa teguhnya keinginan Dewi Kembang, terlebih lagi melihat betapa lemahnya kondisi wanita itu, Ewan menghela napas dan berkata, "Biar aku saja yang melakukannya."Ewan ingin sekali menampar dirinya sendiri. 'Dasar pria berengsek, ucapan seperti itu pun bisa keluar dari mulutmu. Benar-benar nggak tahu malu!'"Jangan bergerak, biar aku saja." Dewi Kembang tiba-tiba menjadi dominan. Kemudian, dia perlahan membuka pakaian Ewan. Seketika, Ewan menggigil kedinginan.Dewi Kembang kemudian melepaskan gaun panjang yang dikenakannya, memperlihatkan tubuhnya yang sempurna tanpa cela. Setelah itu, dia menguraikan rambut panjangnya untuk menutupi sebagian wajahnya.Seperti kecantikan yang sengaja disembunyikan di balik selendang. Pesonanya benar-b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2924

    "Bisa!" Ewan bahkan tidak menunggu Dewi Kembang menyelesaikan ucapannya sebelum langsung menyetujuinya.Pada saat seperti ini, apa pun permintaan Dewi Kembang, dia tidak punya alasan untuk menolaknya, juga tidak mungkin menolaknya.Dewi Kembang berkata dengan lemah, "Aku bahkan belum bilang apa permintaanku, tapi kamu sudah menyetujuinya.""Apa pun itu, aku akan menyetujuinya." Ewan memeluk Dewi Kembang erat-erat.Dewi Kembang tersenyum manis dan berkata, "Ewan, bisa kamu ... cium aku sekali?"Setelah berkata demikian, Dewi Kembang memejamkan mata. Dia begitu malu sampai tidak berani menatap Ewan.Ewan tidak ragu sedikit pun. Dia menunduk dan mencium bibir Dewi Kembang.Saat baru menciumnya, Ewan hanya merasakan bibir Dewi Kembang yang dingin, seperti es berusia ribuan tahun. Namun detik berikutnya, dia kembali merasakan hawa panas yang membara, seolah api yang berkobar.Sensasi itu benar-benar seperti es dan api. Dua dunia yang berbeda!Untungnya, fisik Ewan luar biasa. Kalau tidak, b

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2923

    Bunga itu semakin lama semakin besar. Kelopak-kelopaknya terbuka selapis demi selapis. Kelopak yang berada paling luar melengkung kuat ke belakang, hingga membentuk sekuntum bunga putih besar berbentuk bulat.Kelopaknya sehalus giok, seputih kain sutra, dan seringan kain kasa.Dari kejauhan, bunga itu tampak seperti seorang dewi yang luar biasa cantik yang sedang menari dengan anggun."Bunga apa ini?" gumam Ewan pelan."Tulang Roh Merah." Suara Dewi Kembang terdengar lemah.Ewan menunduk dan berkata dengan gembira, "Kamu sudah sadar?""Ya." Dewi Kembang menggumam pelan. Bibirnya berwarna ungu kehitaman. Dia bertanya, "Di mana Midori dan Master Nazar?""Kita terpisah dari mereka. Tenang saja, mereka bakal baik-baik saja!" Sebenarnya Ewan sangat mengkhawatirkan keselamatan Nazar dan Midori. Dia juga tidak tahu apakah mereka berdua ikut jatuh ke dalam retakan. Dia mengatakan itu hanya karena tidak ingin Dewi Kembang khawatir.Kondisi Dewi Kembang sangat buruk. Jika dia tahu Midori berada

  • Dokter Sakti Penguasa Dunia   Bab 2922

    Di dalam formasi besar, Ewan menunduk dan melihat Dewi Kembang yang masih pingsan dalam pelukannya, lalu berkata, "Tua bangka, di mana harapan yang kamu sebut itu?""Bocah, kamu bodoh ya? Kenapa menanyakan pertanyaan sebodoh itu?"Nazar berkata, "Kamu nggak dengar ucapan mereka? Tempat ini adalah makam seorang mahasuci. Sudah pasti harapan itu ada di dalam makam."Midori juga berkata, "Ada Dewa Pedang Mabuk dari Sekte Pedang Cakrawala, Tetua Keenam dari Aliran Hitam Putih, Dewi Santika dari Tanah Suci Kekacauan, serta para ahli tingkat semi mahasuci dari berbagai tanah suci lainnya.""Biasanya, satu saja dari mereka sangat sulit ditemui, tapi sekarang semuanya berkumpul di sini. Ini menunjukkan kalau Makam Mahasuci ini benar-benar luar biasa.""Dari ucapan mereka tadi, di dalam Makam Mahasuci ada warisan mahasuci. Mungkin ucapan Master Nazar benar. Harapan itu memang ada di dalam makam."Nazar kemudian berkata, "Dewa Pedang Mabuk tadi sudah bilang, tiga hari lagi, Formasi Mahasuci akan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status