LOGIN"I knew it was a nightmare. But I am willing to risk everything just for that nightmare... A beautiful nightmare." - Zederina Xeuzeil Rare Lanchenco
View More“Gimana, Abra, enak nggak sup iganya?” suara Riani mengisi ruang makan.
Serayu melirik suaminya yang menjawab singkat, “Enak,” sambil tetap makan.
Senyum puas muncul di wajah sang mertua, senyum yang sudah sering Serayu lihat, tapi tak pernah terasa hangat.
Abra merangkul bahu Serayu dengan santai. Sentuhan itu membuatnya kaku, bukan karena tidak nyaman, tapi karena ia tahu mata Riani sudah memperhatikan.
Dan benar saja, tatapan tajam itu langsung menusuk, seolah menilai bahwa Serayu tak pantas berada di sana.
“Ini masakan Aileen,” ucap Riani tiba-tiba.
Nama itu menghantam Serayu lebih kuat daripada nada suara yang mengatakannya.
Abra tersedak spontan, dan saat Serayu hendak memberinya air, Riani menepis tangannya seolah ia hanya gangguan. Sang mertua yang kemudian menyodorkan gelas pada Abra, membuat batas antara mereka semakin jelas, bahwa Serayu tetap orang luar.
“Aileen mampir tadi. Sekarang dia pindah tugas ke sini,” lanjut Riani. “Tambah cantik, pintar, karirnya bagus… Harusnya dulu kamu sabar nunggu dia S2.”
Ucapan itu menusuk, bukan karena Serayu cemburu, tetapi karena ia sudah terlalu sering dibandingkan dengan perempuan yang bahkan belum pernah ia temui.
Abra menahan ibunya dengan satu kata, “Mama.”
Saat itu juga Serayu tahu makan siang itu sudah berakhir untuknya.
“Kenapa, Abra? Nyatanya, sampai detik ini Mama memang tidak pernah merestui pernikahan kalian,” ujar Riani tanpa ragu. Ia menatap Serayu dengan tajam, seperti bagaimana ia selalu menatap menantunya itu.
“Ma, sudahlah.” Abra mulai kesal, tapi masih menahan diri.
Sementara Serayu, ia hanya bisa menundukkan kepalanya. Ia tahu, ia hanyalah koas dari keluarga sederhana yang masuk rumah sakit itu lewat beasiswa.
Hidupnya berubah sejak kecelakaan kecil dengan mobil milik Abra, dokter bedah muda yang arogan dan pewaris rumah sakit. Berniat bertanggung jawab, Serayu menyadari jumlah uang yang dikeluarkan untuk memperbaiki mobil itu cukup besar.
Hingga akhirnya, tawaran pernikahan kontrak muncul dari Abra sebagai jalan keluar. Serayu sudah menolaknya, tapi keadaan keluarganya yang serba kekurangan memaksanya menerima.
Tak ada yang tahu perjanjian itu, termasuk Riani, yang sejak awal menolaknya. Serayu terlalu “biasa” untuk keluarga besar itu.
Apa pun yang Serayu lakukan selalu tampak salah di mata Riani. Bahkan hal sekecil menaruh gelas pun bisa menjadi alasan untuk merendahkannya.
“Abra, sampai kapan kamu mau dibutakan oleh istri kecilmu itu? Dia ini hanya mengincar hartamu, memanfaatkan popularitasmu di dunia kedokteran!” seru Riani tak tahan lagi. Tatapannya kembali terarah pada Serayu. “Kamu ini dari keluarga miskin, modal beasiswa, harusnya kamu sadar diri.”
Serayu kembali menunduk, tak tahu harus merespon dengan kalimat apa. Ia tahu, pernikahan ini hanya di atas kertas, tapi apa yang ibu mertuanya katakan tentang latar belakang keluarganya benar-benar meluikai hatinya.
“Ibu Riani, saya memang dari keluarga miskin, tapi saya nggak pernah punya niatan buruk pada Mas Abra dan keluarga,” lirih Serayu berusaha membela diri.
Awalnya, ketika menerima perlakuan buruk dari sang ibu mertua, Serayu tak ingin ambil pusing. Ia hanya perlu bertahan hingga kontrak pernikahannya dengan Abra berakhir. Namun lama-kelamaan, ibu mertuanya semakin keterlaluan.
“Di dunia ini tidak ada maling yang mengaku, Serayu! Saya nggak tahu, apa yang sudah kamu perbuat sampai bisa mencuci otak anak saya dan berani melawan ibunya sendiri,” cibir Riani tanpa perasaan.
Serayu meremas ujung bajunya di bawah meja. Tatapannya terarah ke arah Riani dengan penuh rasa tidak terima.
Abra yang melihat ekspresi Serayu langsung mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan istrinya di bawah meja. Seolah memberi instruksi untuk tidak lagi membalas ucapan ibunya agar suasana tidak semakin keruh.
“Sejak awal semua sudah berjalan lancar. Abra hanya tinggal menunggu waktu untuk menikah dengan Aileen, tapi tiba-tiba kamu muncul dan mengacaukan semuanya. Seharusnya kamu nggak usah menampakkan diri di hidup anak saya,” lanjut Riani seolah masih belum puas menyudutkan sang menantu.
“Ma, dari awal Abra memang nggak ingin menikah dengan Alieen,” sahut Abra menyanggah.
“Iya karena perempuan ini lebih dulu mencuci otakmu, Abra!” seru Riani makin kesal.
Serayu makin merasa kesal. Ia tahu, tiap kali kejadian seperti ini datang, Abra memang berusaha membelanya. Entah apa motif sebenarnya, setidaknya Serayu sedikit merasa terbantu meskipun rasanya juga percuma karena ibu mertuanya itu sama sekali tak bisa dibantah.
Jika saja Abra bersikap abai, mungkin hidup Serayu akan semakin terasa terperosok. Sudah terjebak dalam pernikahan kontrak, masih juga ditindas di keluarga suaminya tanpa pembelaan sedikitpun.
“Sudahlah, Abra antar Mama pulang,” kata Abra pasrah. Ia berdiri dan bersiap untuk pergi dari ruang makan.
“Kamu benar-benar berubah semenjak menikah dengannya,” tuduh Riani dengan nada dingin.
Abra tidak menanggapi, hanya menghela napas lalu menoleh pada istrinya.
“Masuklah dulu, Saya akan antar Mama pulang,” titahnya berbisik, meminta Serayu masuk ke dalam kamar.
Serayu menurut, tapi belum genap langkahnya tiba-tiba suara Riani membelah keheningan.
“Ceraikan Serayu, Abra!”
Zederina's Pov.***Three years later...Lumipas ang tatlong taon. Maraming problema at mga pagsubok ang dumating na hinarap namin ng magkasama. Masaya kami at walang makaka pantay sa sayang 'yon. We had happy memories with our three babies.Alam kong hindi pa tapos ang lahat, marami pa kaming pagdadaanan at sabay naming haharapin ang lahat ng yun. Pero sa ngayon, I can say that I'm happy and contented for all of this. Masaya na ako dahil magkakasama kami.And now, nandito kami at magkayakap habang pinapanood na naglalaro ang mga anak namin sa garden. Rixx is like their protector. Sobrang proud kami sa kaniya dahil lagi niyang pinoprotektahan at inaalagaan ang mga kapatid niya. Kitang-kita namin kung gaano niya kamahal ang mga kapatid niya. Rixx is smart just like his father. Minana rin niya ang kagwapuhan ng tatay niya kaya naman hindi malayong maging habulin din ng babae ang anak ko paglaki.Humigpit ang pagkaka yakap ni Renzo sa'kin kaya naman napa ngiti ako at agad siyang hinarap.
Zederina's Pov.***Its been a month mula nang maka uwi kami from that private island and just like what Renzo said, nandito na ulit ako sa manila and I was beyond happy when he surprised me. Nagpagawa siya ng bahay para sa amin. Ang laki ng bahay parang isang palasyo kung saan ako ang reyna, and a week after we got home nagpa checkup ako at katulad ng inaasahan ay buntis nga ako. One month and two weeks na akong buntis at si Renz, todo alaga naman. Si Rixx naman, he's still with his lolo and lola. Ayaw pa kasing pauwiin nila Mama si Rixx."Renz!" Tawag ko kay Renz.He's in his Office table at ako din naman ay nasa sarili kong office table. Tinutulungan ko na kasi siya sa kumpanya pero hindi siya pumayag na hindi kami magkasama sa opisina."Yes, wife?" He answered."Can you buy some food for me?" I ask."Uutusan ko si---""No, I want you to buy some for me hon."putol ko sa sinasabi niya."Wife, I still have---- Okay! Okay fine.. What do you want?"Hindi niya natuloy ang pagtanggi dahi
Zederina's Pov.***Nagising ako na madilim na ang paligid. My omanhood aches pero kaya naman. I don't know how many time Renz took me. All I know is that I love what he did to me and I love him so much.Umikot ako ng higa nang humigpit ang yakap sa akin ni Renzo atbumungad sa akin ang mahimbing na natutulog kong asawa. He looks so peaceful sleeping,I smiled while staring at him. It feels good when I'm with him.Tatayo na sana ako pero humigpit pa lalo ang yakap niya sa'kin at isiniksik pa ang mukha sa leeg ko."Stay here." Inaantok na sabi niya.Umayos naman ako ng higa at hinarap siya."I'll cook for our dinner." May lambing wika ko habang tinitrace ang matangos niyang ilong gamit ang likod ng pointing finger ko.Nagmulat siya ng mata pero agad din na pumikit."No, stay here." Malambing na sabi niya.Napa ngiti naman ako. I'm still naked and I can feel his manhood poking my belly."Aaahhh! Renzo!" Napa sigaw ako dahil bigla niyang ipinasok sa loob ko ang kalakihan niya.Ngumisi pa
Zederina's POV.***When I woke up in the morning walang bakas ni Renzo. He's nowhere in our house. Even his things are gone. He left. Siguro sumuko na siya, napagod na siya. Nasobrahan ako last night. Pero ito naman ang gusto ko di'ba? Na mawala nalang siya at umalis sa buhay namin. This is for the best.But why do I feel like I lost a big part of me? Why do I feel like, I lost a big part of my heart? Just like before. I just woke up one morning feeling like I lost something. Feeling like I lost a big part of me."Ma?"I came back to my senses when I heard a low sleepy voice from my back so I turn around and saw my son scratching his both eyes. I forced a smile and reach for him."Good Morning baby." I said sweetly.He stop scratching his eyes and wrap his hands around my neck to give me a good morning hug."Morning Ma. Where's Da?"I stiffened. I don't know what answer will I give him so I just pretend that I didn't hear anything."Sit now and eat your breakfast baby, you don't want









![Agreement Behind Her Marriage [Filipino]](https://acfs1.goodnovel.com/dist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
![MAFIA BOSS SERIES: THE PRETENDING WIFE [Mr. KING]](https://acfs1.goodnovel.com/dist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)

Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.