Share

24. Selesai Iddah 2

Penulis: Lis Susanawati
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-23 14:24:04

Semua hambar menjelang peresmian hubungan mereka.

"Undangan sebagian sudah tersebar. Untuk relasi yang jauh." Selina sudah duduk di depan Davin. Dadanya membusung ke depan. Menonjolkan aset paling berharga miliknya. "Aku mengundang Nadia juga."

Davin terkejut. Padahal ia sudah mewanti-wanti agar Nadia tidak masuk list undangan. "Aku sudah bilang. Nggak perlu ngundang Nadia."

"Kenapa? Kurasa nggak masalah, Sayang." Selina tersenyum manis. Davin menghela napas panjang. Tak bisa membantah lagi.

Hening beberapa saat hingga intercom di meja Davin berdering. Setelah menjawab, ia memandang Selina. "Aku ada meeting. Kamu pulang dulu."

"Oke, Sayang." Selina meraih tasnya. Memberikan ciuman di rambut Davin, lantas melenggang keluar.

Davin mendengkus kasar. Dia tidak punya pilihan lagi, benar-benar serasa di ujung tanduk. Teringat pertemuannya dengan Nadia tadi di pengadilan.

Karena arogan, egois, dia kehilangan sosok sebaik itu. Perempuan rumahan, tak berpengalaman, dianggapnya tidak pantas m
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (7)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Dav mana sudi Nadia dikasih Madu rasa racun dahh kelonin aja tuhh selingan tercintamu... Sabaar Nadia ada om dewa Duren sawit otw
goodnovel comment avatar
~kho~
penyesalan datangnya belakangan... selamat menikmati penderitaanmu Davin
goodnovel comment avatar
Wida Herawati
semangat Nadia kmu pasti bisa sukses dan buat Davin tambah menyesal
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   100. Sebuah Jawaban 3

    Nadia duduk di balik mejanya, menunduk serius pada tumpukan berkas yang harus segera ia selesaikan sebelum bos rapat siang ini. Jemarinya bergerak cekatan, matanya menelusuri angka-angka di layar komputer.Namun semuanya goyah, saat tanpa sengaja ia mengangkat wajah untuk meraih map di sisi meja, pandangannya bertabrakan dengan sosok yang baru keluar dari lift. Dewa. Jas gelapnya rapi, langkahnya tenang, wibawanya terasa bahkan dari jarak beberapa meter. Mata mereka bertaut sepersekian detik. Sangat singkat, tapi cukup untuk membuat dada Nadia berdegup tak karuan. Ia buru-buru menunduk kembali.Dewa melangkah masuk ke ruangannya dan pintu kaca tertutup perlahan. Nadia memejamkan mata sejenak, lalu memaksa diri kembali fokus. Angka-angka di layar mendadak tampak kabur dan tangannya terasa dingin."Fokus, Na. Fokus."Tiga puluh menit berlalu dengan cepat."Na," suara Mbak Ayi menyapa pelan sambil meletakkan map di mejanya. "Bisa mintakan tanda tangan Pak Dewa sebelum beliau keluar meeti

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   99. Sebuah Jawaban 2

    Sepertinya Adam tidak rela berpisah. Makanya belum menjawab. Hanya memandangi wajah Dewa. Lalu Dewa tersenyum dan mencium pipinya. "Lain hari Om akan ngajak Adam jalan-jalan lagi."Baru Adam mengangguk."Ayo, Adam sama Mama. Om Dewa mau pulang." Nadia mengambil anaknya dari gendongan Dewa. Saat berpindah tangan, bocah itu masih memandangi pria berkaus hitam. Dewa tersenyum lalu melambaikan tangan.Nadia mengantar hingga ke teras. Sampai pria itu selesai mengenakan sneaker-nya. "Assalamu'alaikum.""Wa'alaikumsalam." Bu Isti dan adiknya yang berdiri di ambang pintu juga menjawab salam. Dewa melangkah cepat ke mobilnya. Saat itu hujan sudah mereda. Setelah mobil Dewa pergi, Nadia dan Adam kembali masuk. Mereka duduk berempat di ruang tamu. Bu Isti menanyakan tentang Dewa dengan serius. Nadia cerita apa adanya. Termasuk kedekatan Adam dengan Dewa."Bulek baru sekali bertemu. Tapi menurut Bulek, dia pria yang baik, Na." Bulek Sari mengutarakan penilaiannya. Dan mereka berbincang satu ja

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   98. Sebuah Jawaban 1

    NADIA- 40 Sebuah Jawaban Jujur meski kaget, ada bahagia yang mekar di dada Nadia. Perempuan mana yang tidak senang melihat effort luar biasa dari pria seperti Dewa. Bukankah ini keberuntungannya. Ia tahu sendiri bagaimana kaum wanita di seminar hari itu sangat mengaguminya. Belum lagi staf-staf di kantor yang diam-diam mengidolakan bosnya.Sementara Bu Isti terhenyak dengan sikap Dewa. Beberapa saat ia terdiam. Bagaimana tidak terkejut, putrinya yang baru saja bercerai, tiba-tiba hendak dinikahi pria yang notabene bosnya sendiri. Dewa tidak bilang ingin melamar, tapi langsung bilang menikah."Saya duda, Bu. Bercerai sudah delapan tahun yang lalu. Sekarang saya tidak memiliki hubungan dengan wanita mana pun." Dewa tidak menutupi kisah hidupnya. Ia menceritakan bagaimana akhirnya bercerai dengan istri yang sudah mengkhianatinya.Dan Dewa tetap menutup cerita tentang Naima. Dia tidak perlu menceritakan hal itu. Antara dirinya dan Naima tidak terlibat hubungan apapun. Bahkan disaat dia

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   97. Bertemu Ibu 3

    Dada Nadia berdegup kencang ketika mobil Dewa berbelok ke jalan menuju ke rumahnya. Sewaktu di telepon sang ibu tadi, Nadia tidak bilang kalau pulang di antar oleh bosnya.Gerimis turun saat mobil berhenti di depan pagar rumah. Nadia mengembuskan napas lega. Gerimis ini bisa menjadi perisai dadakan. Karena tidak ada tetangga yang duduk di teras. Tidak ada yang melihat dan menyimpan cerita untuk dibagikan ke tetangga yang lain keesokan paginya. Baru bercerai, sudah menggandeng lelaki lain. Ia tidak ingin ada gosip seperti itu."Kamu jangan turun dulu. Biar saya ambilkan payung," kata Dewa. "Nggak usah, Pak. Hanya gerimis kecil-kecil ini.""Adam baru sembuh. Nanti dia demam lagi.""Oh, ada topinya Adam, Pak." Nadia mengambil topi milik Adam yang disimpan dalam tasnya. Setelah memakaikan Nadia turun lebih dulu dan melangkah cepat ke arah rumah. Dewa turun untuk membawakan barang."Ibukkkk!" teriak Adam sambil tersenyum lebar ketika Bu Isti muncul dari pintu."Masya Allah. Adam, Ibuk nun

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   96. Bertemu Ibu 2

    Selina sekarang berada di posisi yang dulu dirasakan Nadia. Sebagai istri sah, tetapi hati suaminya melayang ke wanita lain. Namun Selina tidak berani marah. Dia mengamuk pada diri sendiri. Berpisah dari Davin, akan membuatnya malu di depan relasi, keluarga, dan teman-temannya."Mas, gerimis. Kita masuk ke dalam." Dengan lembut Selina memeluk suaminya dari belakang. Namun Davin tetap diam. Matanya masih menatap kejauhan sambil terus menghisap rokoknya. "Kamu masuk saja. Aku ingin sendiri," jawab pria itu pada akhirnya dengan nada kaku.Selina bergeming. Posisi lengan masih memeluk suaminya. Namun Davin tak merasakan kehangatan apapun yang dulu sempat membuatnya mencuri waktu untuk menemui kekasih gelapnya itu. "Tega sekali Nadia mengajari anaknya begitu," ucap Selina penuh kepalsuan. Padahal ia tidak kecewa sama sekali. Lebih senang Davin bersikap seperti dulu, tidak peduli pada anaknya.Hening beberapa lama. "Kita bisa program ke dokter, Mas. Kita jadwalkan segera," bisiknya samb

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   95. Bertemu Ibu 1

    NADIA- 39 Bertemu IbuNadia masih membeku dengan napas tertahan sesaat karena terkejut. Tapi ia melihat tidak ada sedikit pun keraguan di wajah pria gagah di sampingnya. Mata lelaki itu menunjukkan kejujuran dengan apa yang baru saja diucapkan."Kamu tidak salah dengar dengan apa yang saya katakan." Dewa semakin menekankan supaya Nadia percaya.Sejenak keheningan menjadi jeda. Mereka saling pandang dalam beberapa saat. Sedangkan di antara mereka, Adam duduk sambil memegangi bungkus snack. Mulut kecilnya komat-kamit karena sedang mengunyah. "Saya sudah memikirkannya," lanjut Dewa, suaranya rendah dan mantap. "Saya ingin membangun kehidupan baru bersama kamu dan Adam. Mari kita tinggalkan masa lalu."Dada Nadia bergemuruh. Setelah tadi ia kembali terluka oleh sikap Davin dan Selina, kini dikejutkan oleh sikap Dewa yang ingin mengajaknya menikah. Nadia ingat ucapan Mbak Ayi. Mengobati luka dengan menghadirkan orang baru yang lebih segalanya dari sang mantan.Dewa menatapnya dalam-dalam

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status