Share

72. Dua Hati 2

last update Last Updated: 2026-01-05 14:19:16

"Mbak Nadia, biar saya bantu. Ini perintah dari Pak Bos."

Nadia memandang Dewa yang masih berdiri di depan lobi dan pria itu memandang ke arahnya juga. Baru kemudian Nadia melepaskan ranselnya.

"Terima kasih, Pak Didit," ucap Nadia saat Didit meraih tasnya untuk ditaruh di bagasi. Kemudian pria itu memantau para staf divisi pengadaan untuk masuk ke bis.

Beberapa waktu dibutuhkan hingga semua karyawan benar-benar sudah masuk bis dan duduk di tempat masing-masing. Tak lama kemudian armada besar itu bergerak meninggalkan parkiran Graha Utama.

Para bos naik ke mobil masing-masing. Pak Eko dan istrinya ikut di mobilnya Wisnu bersama Citra dan dua anak mereka. Sedangkan Dewa naik ke mobilnya sendiri bersama sang mama.

"Kamu perhatian sekali dengan staf yang bawa anak lelakinya tadi, De." Mamanya membuka percakapan setelah mobil melaju menuju gerbang tol. "Dia nggak ngajak suaminya?" lanjut Bu Hana.

"Dia janda, Ma."

Dahi Bu Hana mengernyit memandang putra bungsunya yang tengah mengemudi. "
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Helmy Rafisqy Pambudi
syukur Alhamdulillah mama Hana dah merestui..tinggal gercep pak bos dewa ..ayo utarakan ma si Nadia ajak dia ta'aruf
goodnovel comment avatar
Attar Muntaz
mendadak keinget pertemuan Hilya dan Bre saat family gathering juga...
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
syukurlah Bu Hana merestui Dewa mengejar cinta Nadia.. tinggal Dewa aja nih yg harus berjuang..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   97. Bertemu Ibu 3

    Dada Nadia berdegup kencang ketika mobil Dewa berbelok ke jalan menuju ke rumahnya. Sewaktu di telepon sang ibu tadi, Nadia tidak bilang kalau pulang di antar oleh bosnya.Gerimis turun saat mobil berhenti di depan pagar rumah. Nadia mengembuskan napas lega. Gerimis ini bisa menjadi perisai dadakan. Karena tidak ada tetangga yang duduk di teras. Tidak ada yang melihat dan menyimpan cerita untuk dibagikan ke tetangga yang lain keesokan paginya. Baru bercerai, sudah menggandeng lelaki lain. Ia tidak ingin ada gosip seperti itu."Kamu jangan turun dulu. Biar saya ambilkan payung," kata Dewa. "Nggak usah, Pak. Hanya gerimis kecil-kecil ini.""Adam baru sembuh. Nanti dia demam lagi.""Oh, ada topinya Adam, Pak." Nadia mengambil topi milik Adam yang disimpan dalam tasnya. Setelah memakaikan Nadia turun lebih dulu dan melangkah cepat ke arah rumah. Dewa turun untuk membawakan barang."Ibukkkk!" teriak Adam sambil tersenyum lebar ketika Bu Isti muncul dari pintu."Masya Allah. Adam, Ibuk nun

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   96. Bertemu Ibu 2

    Selina sekarang berada di posisi yang dulu dirasakan Nadia. Sebagai istri sah, tetapi hati suaminya melayang ke wanita lain. Namun Selina tidak berani marah. Dia mengamuk pada diri sendiri. Berpisah dari Davin, akan membuatnya malu di depan relasi, keluarga, dan teman-temannya."Mas, gerimis. Kita masuk ke dalam." Dengan lembut Selina memeluk suaminya dari belakang. Namun Davin tetap diam. Matanya masih menatap kejauhan sambil terus menghisap rokoknya. "Kamu masuk saja. Aku ingin sendiri," jawab pria itu pada akhirnya dengan nada kaku.Selina bergeming. Posisi lengan masih memeluk suaminya. Namun Davin tak merasakan kehangatan apapun yang dulu sempat membuatnya mencuri waktu untuk menemui kekasih gelapnya itu. "Tega sekali Nadia mengajari anaknya begitu," ucap Selina penuh kepalsuan. Padahal ia tidak kecewa sama sekali. Lebih senang Davin bersikap seperti dulu, tidak peduli pada anaknya.Hening beberapa lama. "Kita bisa program ke dokter, Mas. Kita jadwalkan segera," bisiknya samb

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   95. Bertemu Ibu 1

    NADIA- 39 Bertemu IbuNadia masih membeku dengan napas tertahan sesaat karena terkejut. Tapi ia melihat tidak ada sedikit pun keraguan di wajah pria gagah di sampingnya. Mata lelaki itu menunjukkan kejujuran dengan apa yang baru saja diucapkan."Kamu tidak salah dengar dengan apa yang saya katakan." Dewa semakin menekankan supaya Nadia percaya.Sejenak keheningan menjadi jeda. Mereka saling pandang dalam beberapa saat. Sedangkan di antara mereka, Adam duduk sambil memegangi bungkus snack. Mulut kecilnya komat-kamit karena sedang mengunyah. "Saya sudah memikirkannya," lanjut Dewa, suaranya rendah dan mantap. "Saya ingin membangun kehidupan baru bersama kamu dan Adam. Mari kita tinggalkan masa lalu."Dada Nadia bergemuruh. Setelah tadi ia kembali terluka oleh sikap Davin dan Selina, kini dikejutkan oleh sikap Dewa yang ingin mengajaknya menikah. Nadia ingat ucapan Mbak Ayi. Mengobati luka dengan menghadirkan orang baru yang lebih segalanya dari sang mantan.Dewa menatapnya dalam-dalam

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   94. Dia Anakku 3

    Davin sebenarnya ingin bertanya apa hubungan Nadia dan Dewa, tapi pertanyaan itu tidak jadi dikeluarkan. Dia tidak ingin berurusan dengan Selina ketika sampai di rumah nanti. Dengan cara lain, ia akan mencari tahu sendiri. Satu yang menggema dalam dadanya, menginginkan Nadia dan Adam kembali padanya. Penyesalan terdalamnya, adalah melepaskan Nadia. "Mas, ayo kita pergi. Anakmu nggak mengenalimu lagi." Selina menarik tangan suaminya. Namun Davin bergeming. Tatapannya masih terpaku di wajah ayu dan tenangnya Nadia.Selina semakin geram. Ia memandang pada Nadia. Saat itu ia melihat bros yang berkilau tersemat di jilbabnya. Selina yang terbiasa dengan barang-barang mewah tahu, yang dipakai Nadia bukan bros biasa. Lebih mahal benda itu dari gaji Nadia sebagai staf baru. Jelas itu bukan pemberian dari Davin. Dewa-kah yang memberikannya?"Mas, ayolah. Ngapain di sini. Kamu nggak dianggap oleh anakmu sendiri. Adam sengaja diajarin begitu kayaknya."Meski hatinya terluka oleh perkataan Selina

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   93. Dia Anakku 2

    "Bisa kita bicara bertiga saja, Na. Ini hanya urusan kita," kata Davin."Bertiga saja dengan siapa, Mas? Aku, kamu, dan Adam maksudnya?""Denganku," sahut Selina. Tentu saja ia tidak akan membiarkan suaminya hanya duduk berdua dengan mantan istrinya."Kalau begitu, biar Pak Dewa ada di sini. Aku datang ke sini bersama beliau. Sebab aku dan Adam akan pulang bersama beliau juga," bantah Nadia.Hening. Davin terperangkap. Dia sudah terlanjur basah oleh keadaan itu. Padahal seharusnya tidak begini, Dewa itu rekan bisnis perusahaan, jadi martabatnya harus dijaga di depannya. Namun semuanya tidak sesuai ekspektasi. Sebab saat memanggil Adam tadi, dia berharap anaknya antusias dan senang bertemu dengannya. Tapi ternyata sebaliknya.Hening. Suasana yang seharusnya menyegarkan karena cuaca sangat mendukung, tapi di meja mereka ketegangan tercipta. Untungnya tempat mereka paling ujung, jadi tidak menjadi pusat perhatian pengunjung lainnya.Dan suara handphone milik Dewa yang berdering, membuat

  • Adakah Jalan Untuk Kembali   92. Dia Anakku 1

    NADIA - 38 Dia AnakkuAdam tertawa lucu saat Dewa membisikkan sesuatu ke telinganya. Pria itu juga merangkul erat bocah yang ada di pangkuannya. Tubuh tingginya menunduk seolah melindungi Adam.Saat melihat anaknya bercanda dengan Dewa, hati Davin kian terbakar. Dia tidak menghiraukan Selina yang menarik lengannya. "Itu ada tempat duduk yang kosong, Mas," kata Selina. Namun suara istrinya seolah tak di dengar."Mas!" panggil Selina lagi disaat suaminya masih diam. Dan saat bersamaan, ia pun menoleh ke arah yang sama dan melihat apa yang sedang diperhatikan oleh Davin. Dia kaget. Ternyata ada Dewa, Nadia, dan Adam di ujung sana.Tanpa menanggapi ucapan istrinya, Davin melangkah ke tempat paling ujung. Selina tidak melepaskan pegangan tangan dan tergesa mengikuti langkah sang suami. Wajah wanita itu terlihat menegang. "Mas," panggilnya. Tapi Davin tidak peduli. Akhirnya Selina merubah ekspresi. Dia melangkah anggun, dada membusung, dan kepala tegak. Tangannya semakin erat memeluk lenga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status