共有

Bab 110

作者: Sintiia01
last update 公開日: 2026-08-09 12:46:55

Malam Minggu sekitar pukul delapan malam, Yono dan Citra tiba di apartemen mewah berlantai belasan yang baru disewa Citra beberapa minggu lalu di pusat kota.

Pintu kamar utama terbuka, memperlihatkan ruangan luas bernuansa romantis dengan lampu remang keemasan dan sebuah tempat tidur ukuran king size berseprai sutra di tengahnya.

Aroma wangi minyak esensial menyeruak lembut. Citra mendudukkan Yono di tepi ranjang empuk, lalu tersenyum penuh rahasia.

"Malam ini khusus buat memanjakan kamu penuh,
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Aduh, Pak Yono tak Tahan!   Bab 110

    Malam Minggu sekitar pukul delapan malam, Yono dan Citra tiba di apartemen mewah berlantai belasan yang baru disewa Citra beberapa minggu lalu di pusat kota.Pintu kamar utama terbuka, memperlihatkan ruangan luas bernuansa romantis dengan lampu remang keemasan dan sebuah tempat tidur ukuran king size berseprai sutra di tengahnya.Aroma wangi minyak esensial menyeruak lembut. Citra mendudukkan Yono di tepi ranjang empuk, lalu tersenyum penuh rahasia."Malam ini khusus buat memanjakan kamu penuh, Mas Yono. Tunggu sebentar di sini ya," bisik Citra manja, lalu melangkah menuju kamar mandi.Beberapa menit kemudian, Citra keluar dengan penampilan yang seketika membuat sepasang mata Yono membelalak tajam.Citra mengenakan gaun lingerie transparan berwarna merah menyala dengan renda tipis di bagian dada yang sama sekali tidak menutupi bentuk gundukan payudaranya yang kenyal.Di area selangkangannya, kain g-string tipis hanya menutupi sekadarnya.Citra berjalan perlahan dengan gaya memikat, la

  • Aduh, Pak Yono tak Tahan!   Bab 109

    Keesokan harinya, suasana di ruang logistik pabrik tampak biasa saja menjelang jam istirahat siang.Di balik meja kerjanya, Yono sengaja membuka lembar laporan pengiriman logistik dari meja Citra, lalu menepuk meja keras-keras untuk memanggil perhatian sang supervisor."Citra! Sini masuk sebentar ke ruang arsip," panggil Yono dengan nada suara baritonnya yang berat, dingin, dan tegas.Beberapa staf kantor yang mendengar teguran itu langsung menunduk sibuk dengan dokumen masing-masing.Citra, yang merasa telah melakukan kesalahan kecil pada rekap data pengiriman semalam, segera berdiri dari kursinya.Jantungnya berdegup kencang, bukan karena takut dimarahi atas urusan kantor, melainkan karena ia sangat paham apa arti panggilan tertutup di ruang arsip tersebut.Citra melangkah cepat menyusul Yono melewati koridor sempit menuju ruang arsip dokumen di bagian belakang kantor yang sangat jarang dilalui karyawan lain.Begitu mereka masuk, Yono langsung menutup pintu kayu dan memutar kunci da

  • Aduh, Pak Yono tak Tahan!   Bab 108

    Dua hari kemudian, sekitar pukul dua siang, Yono berdiri di samping armada truk kontainer merah besarnya.Pria itu menerima lembar surat jalan dan manifes pengiriman barang dari bagian gudang.Tugasnya kali ini adalah mengantar dokumen penting serta beberapa sampel komponen mesin ke pabrik cabang yang berjarak dua jam perjalanan di luar kota.Saat Yono hendak memanjat naik ke kabin kemudi, langkah kakinya terhenti. Citra berjalan tergesa-gesa menghampirinya melintasi pelataran parkir logistik.Wanita cantik itu mengenakan kemeja tipis lengan panjang berwarna abu-abu yang membentuk lekuk dadanya dan rok spans pendek dengan belahan tinggi di bagian paha kanan."Mas Yono! Tunggu sebentar!" panggil Citra dengan napas yang sedikit terengah-engah.Yono memutar badannya, menyunggingkan senyuman miringnya yang penuh aura dominasi. "Ada apa, Bu Citra? Surat jalannya sudah lengkap semua kok."Citra tersenyum binal, matanya melirik ke sekeliling memastikan tidak ada staf lain yang dekat. "Aku ik

  • Aduh, Pak Yono tak Tahan!   Bab 107

    Sekitar pukul sebelas siang, suasana di area pabrik sedang berada di puncak kesibukan.Suara gemuruh mesin produksi dan lalu lalang kendaraan logistik terdengar riuh dari luar.Di dalam ruang logistik lantai bawah, telepon interkom di atas meja Yono berdering nyaring.Yono yang sedang menyandarkan tubuh tegapnya mengangkat gagang telepon tersebut."Halo. Dengan Yono.""Mas Yono... Ini aku, Citra," suara mendesah halus sang supervisor keuangan terdengar dari seberang telepon."Bisa tolong bawa tumpukan berkas laporan keuangan kuartal dua yang di meja arsip ke ruanganku sekarang? Berat banget, aku gak kuat ngangkatnya."Yono menyunggingkan seringai miringnya. Pria itu sangat paham kode terselubung dari atasan cantiknya itu. "Siap, Bu Citra. Sekarang saya bawakan ke atas."Yono mengambil tumpukan map berkas tebal di atas meja arsip, lalu melangkah mantap menaiki tangga menuju lantai dua.Ia berjalan menyusuri koridor kantor yang sepi hingga berhenti di depan pintu kayu bertuliskan Ruang

  • Aduh, Pak Yono tak Tahan!   Bab 106

    Pagi hari sekitar pukul enam lewat sepuluh menit, sebuah mobil sedan hitam milik Citra sudah terparkir rapi di depan pagar rumah baru Yono.Citra duduk di balik kemudi dengan penampilan yang sengaja dibuat sangat memancing gairah.Ia mengenakan kemeja putih tipis berpotongan dada rendah yang memperlihatkan gundukan buah dadanya yang melimpah, dipadukan dengan rok spans hitam yang sangat pendek hingga memamerkan paha mulusnya yang tebal.Yono keluar dari pintu depan rumahnya.Pria itu tampil tegap mengenakan kemeja kerja kain yang lengannya digulung hingga ke siku, memamerkan otot-otot tangannya yang berurat tebal.Yono melangkah santai, membuka pintu samping kemudi, lalu mendudukkan tubuh kekarnya di dalam kabin mobil.Aroma parfum manis dan tajam dari tubuh Citra seketika menyeruak memenuhi kabin.Citra menyunggingkan senyuman binalnya, matanya mengerling liar menatap postur tegap Yono."Pagi, Mas Yono. Segar banget mukanya. Habis ngapain emang semalam, Mas?" goda Citra sembari menya

  • Aduh, Pak Yono tak Tahan!   Bab 105

    Yono melingkarkan kedua lengan kekarnya di bawah lipatan lutut Sarah, lalu melipat kedua kaki tegap sekuriti wanita itu hingga terangkat tinggi ke arah dadanya.Posisi ini membuat liang keintiman Sarah yang sudah basah kuyup terkuak sangat lebar tanpa ada celah tersisa.Yono memegang pangkal keperkasaannya yang tegang, mengarahkan ujungnya yang hangat tepat di mulut kewanitaan Sarah.Pria itu menatap lurus sepasang mata Sarah dengan pandangan mata dominan yang teramat mengintimidasi."Tahan napasmu, Rah. Ini barangku mau masuk utuh," peringatkan Yono dengan suara baritonnya yang berat dan serak."Tancap aja langsung, Mas Yono! Aku sudah gak tahan!" desak Sarah dengan wajah memerah dan mata yang sayu oleh gairah.SLOSH!Dalam satu dorongan pinggul yang tajam dan bertenaga, Yono menancapkan batang keperkasaannya secara penuh.Kejantanannya yang keras berurat melesak masuk, mengoyak lorong ketat Sarah hingga bagian puncaknya menumbuk pas di dasar rahim sang sekuriti."AAAHHH! MAS YONOOO!

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status