Share

Bab 140.

last update publish date: 2026-03-06 19:24:25

Sore harinya, Ali dan Xyro berangkat ke kampus bersama. Iya, ini hari kelima mereka masuk kuliah. Sesampainya di kampus, Xyro tidak sengaja melihat Anna berjalan sambil membawa buku di tangannya dan sebuah tas. Saat itu juga, Xyro langsung berniat menghampirinya.

Ali yang melihat itu tidak tinggal diam, dia mengikuti Xyro. Dia takut terjadi sesuatu.

"Anna..." panggil Xyro. Anna sedikit menoleh, dan saat melihat yang memanggilnya adalah Xyro, dia lanjut berjalan dan tidak menghiraukannya.

"Anna,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 252 [...45]

    Lima belas tahun berlalu setelah kehidupan yang begitu bahagia dirasakan oleh Roni dan keluarganya, dan sekarang cucunya yang bernama Eren sudah remaja. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat dan sekarang Roni sudah bertambah tua, akan tetapi walaupun usianya yang menginjak lima puluh tahun, dia masih tetap terlihat awet muda, tak ada sedikitpun terlihat menua. Begitu juga dengan istrinya yaitu Mbak Maya yang juga terlihat awet muda.Saat ini, Roni sedang berbincang-bincang dengan istri-istrinya, menceritakan masa-masa indah yang mereka lewati bersama yang terasa begitu cepat. Tepat di saat mereka sedang asyiknya menceritakan masa-masa indah itu, salah satu putranya yaitu Bara datang ke sana.Wajah Bara terlihat lesu dan sedih, karena kepikiran dengan kenakalan putranya yang begitu nakal di mana putranya Eren lagi-lagi dikeluarkan dari sekolahnya dan ini adalah kali ketiganya putranya Eren dikeluarkan.“Ada apa dengan wajahmu, apa sesuatu telah terjadi?” tanya Roni kepada Bara.“Eren…

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 251 [..44]

    “Liona, apa pelakunya sudah ketemu?” tanya Ali, saat Liona menyuapinya nasi dengan begitu perhatian.Mendengar pertanyaan itu, Liona jadi ingat kejadian malam yang begitu brutal dilakukan oleh kakak iparnya. “Iya sudah. Pelakunya adalah Riki. Dia membayar orang buat melukaimu. Tapi sekarang dia sudah ditangkap dan dipenjara,” jelas Liona.Melihat wajah Liona tampak berubah saat membahas soal itu membuat Ali salah paham. Ia mengira Liona sedih karena pelakunya adalah Riki, orang yang pernah menjalin asmara dengannya.“Sepertinya dia memang masih sangat mencintaimu hingga rela melakukan semua itu,” kata Ali, cemburu.“Ali… Walaupun dia masih mencintaiku, tetap saja aku adalah milikmu. Perasaanku sudah tidak ada lagi buatnya. Karena keegoisannya, sekarang dia mendekam di penjara,” jawab Liona, seakan membaca isi pikiran Ali.“Ya, tetapi aku melihat ada kesedihan dalam dirimu. Aku mengerti kok, kamu pasti sedih karena bagaimanapun kalian pernah menjalin hubungan,” ucap Ali masih salah pah

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 250. [..43]

    Dan di keesokan harinya Ali pun benar-benar siuman tak lama setelah Roni kembali ke Indonesia, iya roni tak bisa lama tinggal di sana sebab cuacanya yang dingin karena salju sedang turun di sana.Mendapati Ali yang siuman, tentunya Liona sangat senang. Dia langsung memberitahu Papa dan Mama perihal tentang itu, membuat mereka juga ikut senang dan bahagia.Sesaat setelah dirinya siuman, Ali terkejut mendapati Liona memeluknya sambil menangis. Di sini Ali kebingungan apa yang sebenarnya terjadi, dia sama sekali tak mengingatnya.“Ali… hikhik… akhirnya kamu siuman juga. Aku takut sekali kamu akan pergi ninggalin aku. Ali, aku senang sekali kamu akhirnya bangun,” kata Liona sambil memeluk Ali.“Memangnya aku tidur berapa lama? Apa yang terjadi denganku?” tanya Ali penuh kebingungan.“Ali, kamu habis koma. Sudah beberapa hari ini kamu tidak sadarkan diri. Maafin aku, gara-gara aku nyawa kamu terancam. Aku takut sekali, Ali…” tangis Liona sambil mempererat pelukannya pada tubuh Ali yang mas

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 249

    Di pagi harinya, di sebuah taman anak-anak terlihat Roni sedang menemani anaknya Arga dan cucunya Eren. kedua anak yang baru tumbuh itu begitu ceria bermain dengan Roni. Bukan hanya mereka saja di sana, tetapi banyak juga anak-anak lainnya yang ditemani oleh orang tua mereka. Ya, hari-hari Roni terus dihabiskan bersama anak dan cucunya. Awalnya tadi dia juga mengajak Alia, sayangnya Alia susah sekali pisah dengan mamanya sehingga tak bisa ikut dibawa oleh Roni.Sementara itu di rumah, Mbak Maya yang sedang menonton televisi ditemani oleh Lola langsung menanyakan soal Bara yang beberapa hari ini tidak pernah ia lihat.“Suamimu gimana? Baik kan? Apa dia terlalu sibuk akhir-akhir ini hingga tak pernah ikut denganmu pulang?” tanya Mbak Maya kepada menantunya.“Ah… iya, Ma. Bara memang sangat sibuk akhir-akhir ini. Urusan di Surabaya juga membuatnya sangat sibuk, saat ini bara sedang di surabaya mengurus bisnis disana” jawab Lola berbohong, tidak memberitahu bahwa suaminya sekarang sedang

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 248

    Tidak lama kemudian Bara dan Liona pun tiba di rumahnya Riki. Tak disangka, ternyata rumah Riki begitu besar sesuai dengan perkataan Tuan Folio kalau Riki adalah putra seorang pengusaha sukses.“Inilah rumahnya, Kak. Tunggu sebentar ya,” kata Liona lalu turun dari mobil untuk menghampiri dua orang penjaga yang berjaga di depan gerbang rumah itu.“Maaf, apa Riki ada?” tanya Liona kepada kedua penjaga itu.“Oh iya nona, ada di dalam. Apa perlu saya panggilkan?” jawab penjaga itu dengan ramah, sebab setahu dia Liona adalah pacarnya Riki yang sering datang berkunjung ke sini waktu itu.“Kalau bisa gerbangnya dibuka biar saya bisa masuk,” ucap Liona. Penjaga itu pun mengangguk dan langsung membukakan gerbang agar mobil Bara bisa masuk.Liona kembali ke dalam mobil dan meminta Bara untuk masuk. Bara pun mengarahkan mobilnya masuk ke halaman rumah. Setelah itu mereka berdua turun dari mobil.Dengan sopan Liona mengetuk pintu rumah hingga salah satu pelayan membuka pintu.“Bisa bertemu dengan

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 247

    Tidak lama setelah Ali tergeletak tidak sadarkan diri di jalan yang sepi itu, sebuah mobil putih melewati jalan tersebut. Untungnya, si pengemudi menyadari keberadaan Ali di sana. Ia melihat motor Ali di samping jalan dengan Ali yang tergeletak tak sadarkan diri di atas aspal. Segera orang itu turun dari mobilnya dan mengecek keadaan Ali.Dia terkejut melihat adanya bekas tembakan di bagian tubuh Ali. Dengan panik, orang itu langsung menelpon ambulans.Sementara di tempat lain, terlihat Bara sedang sibuk dengan dokumen-dokumennya di kantor yang sebentar lagi akan selesai ia tanda tangani. Tiba-tiba suara ponselnya berdering, membuatnya menoleh dan melihat nama Ali di layar ponselnya.“Ali? Tumben sekali,” kata Bara lalu mengangkat panggilan itu.“Iya Ali, ada apa? Tumben menelpon abang seginiannya?” tanya Bara, mengira Ali yang menelpon.Orang yang menemukan Ali tadi tidak tahu harus menghubungi keluarga Ali dengan cara apa karena ia tidak mengenalnya. Orang itu mencari ponsel Ali dan

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 4. Hilang Kendali

    Roni mulai merasakan ada balasan dari gerakan mbak maya, dimana mbak maya juga mulai menciumnya," roni aku mau keluar..."bisiknya mendesah,tangannya merenggut rambut roni di sebabkan oleh sensasi hebat yang dia rasakan."jadi gimana mbak, saya berhenti atau lanjutin?," kata roni sengaja bertanya se

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 3. Tubuh Yang Telanjang

    "Bang akhrinya kau datang juga,"Sapa bayu ketika melihat roni datang juga dari tadi dia menunggunya."Ada apa bayu, sepertinya ada hal penting?" Tanya roni.Ini saya mau mengajak abang pergi ke warung kopi, anggap saja sebagai tanda terimakasih tadi malam membantu memperbaiki atap saya, saya gak mu

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 6. Pesona Yang Tak Terelakan

    Pagi itu, Roni mengeluarkan ponsel yang diberikan Bobi kepadanya dari dalam tas dan menanyakan cara menggunakannya. “Miya, tolong dong kamu ajarin dia sampai bisa, ya,” pinta Bobi kepada Miya agar mengajarkan Roni cara menggunakan ponsel. “Baiklah, sini aku ajarin. Begini ya caranya,” kata Miya s

  • Ah! Mantap Sekali Mbak   Bab 5. Gadis Yang Diam-Diam Jatuh Cinta

    Malam semakin larut, dan suhu semakin dingin terasa karena hembusan angin malam di pantai itu. Namun, Roni dan Miya masih betah mengobrol di depan api unggun yang sudah hampir mati, menyisakan arang yang berpendar samar.Miya mulai bercerita tentang masa kecilnya yang ternyata pernah tinggal di kam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status