Home / Romansa / Aku Kembali Sebelum Bercerai / Yang Pantas Dilepaskan

Share

Yang Pantas Dilepaskan

Author: Mumtaza wafa
last update publish date: 2026-08-29 17:36:56

“Kita mau ke mana, Mas?” tanya Zalina yang tidak akan pernah mendapatkan jawabannya.

Ini sudah sore hari, seharusnya Naradhiya kembali ke rumah sakit untuk membersihkan dirinya atau setidaknya membacakan buku untuknya. Kegiatan yang dilakukan oleh lelaki itu sejak Zalina koma.

Tapi lelaki itu membelokkan mobilnya menuju apartemen miliknya yang sudah cukup Zalina hafal jalannya.

“Kamu ngapain lagi ke sini sih? Mau mengenang masa lalu ya? Katanya mau move on,” cibir Zalina sembari menggembungkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Sifah Fauziah
emang jahanam banget temennya tega banget
goodnovel comment avatar
Teli Apriani
ternyata dihamli sama ryan
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Kejujuran Naradhiya

    “Semua orang membohongiku, Za. Mereka membuatku terus merasa bersalah atas kepergian Azalea. Mobilnya kecelakaan, dan ternyata dia meninggal dalam keadaan hamil. Bukan anakku, tapi anak Ryan, sahabat dekatku sendiri.”Dada Naradhiya terasa begitu lega setelah mengatakan semua itu. Tidak ada lagi kebohongan yang disembunyikan, ia ingin memulai semuanya dari awal, termasuk dengan kejujuran.Beberapa kali bertemu dengan Galang, temannya itu selalu menasehatinya demikian. Masa lalu mereka sudah penuh dengan salah paham, maka buatlah masa depan lebih baik dengan membangun kepercayaan Zalina.Dan kini mereka saling berpelukan di atas ranjang, menyalurkan semua rasa yang telah lama dipendam. Naradhiya meminta maaf atas apa yang dilakukannya di masa lalu, dan Zalina merasa dihargai pertama kalinya selama lebih dari lima tahun menikah.“Za, maaf kalau semuanya kacau gara-gara aku yang masih terbelenggu dalam masa lalu. Tapi aku pastikan kalau kenangan itu sudah nggak ada lagi. Aku sudah mengha

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Nostalgia

    Naradhiya tidak langsung menjawab, genggaman tangannya mengendur, senyum di bibirnya perlahan menghilang. Ia menatap pecel ayam yang baru disentuh separuh, rasa lapar menguap begitu saja.Haruskan ia menjawabnya?Ia mendongak, Zalina masih menatapnya, menunggu jawaban. “Za ….”“Kamu bilang kita dijodohkan karena kamu ada masalah dengan masa lalu. Boleh aku tau alasannya, Mas?” Zalina mengulang pertanyaannya.Naradhiya menghela napas berat. “Aku rasa bukan ide yang bagus kalau kita bicara itu sekarang, Za. Apalagi di tempat seperti ini,” jawab Naradhiya.Zalina memajukan bibirnya, mendesah kecewa. Sengaja ia tunjukan pada suaminya agar lelaki itu merasa bersalah.“Sayang ….”“Aku nggak sepenting itu, ya?” Zalina memainkan tangannya di atas sambal.“Bukan begitu, Sayang. Kita bicara di rumah, ya?”Zalina menghela napas panjang, akhirnya mengalah untuk tidak berdebat. Toh, dia benar-benar menunggu jawaban suaminya apa kebohongan lagi yang keluar dari mulut lelaki itu atau memang Naradhiy

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Kenapa Kita Dijodohkan

    Sudah satu minggu lebih, tapi ucapan Zalina terus terbayang di dalam kepalanya. Zalina tidak salah, memang memori masa lalunya adalah alasan kenapa ia tidak bahagia selama lima tahun menikah dengannya.Tentu saja yang jadi masalahnya adalah Naradhiya.Bahkan senyum yang sekarang terpatri di bibir istrinya seperti sebuah belati yang menyayat hatinya. Sejak Zalina pulih, rumah tangga mereka di awali dengan kebohongan, dan lagi-lagi dirinya yang memulai meski tidak sepenuhnya. Namun tetap saja rasa bersalah selalu terbayang di dalam kepalanya.“Mas?”Naradhiya mengerjapkan matanya, ia menyunggingkan senyum tipis, menatap Zalina yang tampak cantik dalam balutan dress sederhana dan penutup kepalanya.“Ya, Sayang?”“Kamu melamun dari tadi. Makanan kamu belum disentuh sama sekali,” kata Zalina sembari melirik pecel di piring Naradhiya yang masih utuh dan belum tersentuh sama sekali.Naradhiya hanya tersenyum tipis, ia mengulurkan tangannya mengelus pipi Zalina lembut. “Kamu cantik sekali, a

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Nama Itu Lagi

    Zalina masih menunggu, mencuri dengar obrolan yang sepertinya cukup serius. Meski seharusnya ia tidak menguping seperti ini, tapi informasi yang ia dapat tadi cukup bermanfaat.“Mengabaikan? Apa sebelum aku kecelakaan?” gumam Zalina pelan.Beberapa orang melirik ke arahnya curiga, Zalina mengangguk pelan sembari tersenyum tipis berusaha tidak terlihat mencolok. Ia merapatkan diri ke pintu, melebarkan telinganya berusaha mencuri dengar obrolan suaminya.“Kamu masih aja bahas itu, Na.”“Akan aku bahas sampai dia menyesal seumur hidup. Kalau kalian nggak sekongkol menutupi fakta tentang Azalea, aku nggak mungkin bersikap dingin pada Zalina selama lima tahun pernikahan kami,” balas Naradhiya.Zalina menegang.Azalea.Nama itu entah kenapa terdengar tidak asing. Sekelebat bayangan tentang pertengkaran Naradhiya dan teman-tema lelaki itu yang ada di mimpinya, tiba-tiba muncul begitu saja.Nama itu yang mereka sebut ketika berdebat, dan kali ini buka di dalam mimpi, tapi benar-benar didenga

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Kantor Naradhiya

    “Nakara?”Pemuda itu menarik kursi tengah lalu duduk di sana, menatap Zalina dan Arash bergantian. Begitu melihat wajah tegang temannya, Nakara tidah mengalihkan tatapannya dari temannya itu.Arash langsung memalingkan mukanya, Nakara masih diam mengamati dengan kerutan di keningnya.“Canggung banget,” gumam Nakara sarkas, lalu menoleh pada Zalina. “Kamu ngapain di sini, Mbak? Mas Nara tau?” Zalina menggelengkan kepalanya pelan. “Mbak nyari kamu.” Zalina berbohong, tapi sepertinya ia sudah mengantisipasi agar adiknya tidak curiga. Nakara mengerutkan keningnya, tapi begitu Zalina mengeluarkan kotak bekal dan meletakkan di atas meja wajahnya melunak.“Ya ampun, ngapain sih? Kayak anak SD aja,” cibirnya tapi tetap menarik kotak bekal tersebut. “Jangan lama-lama di luar, Mbak. Nanti Mas Nara nyariin Mbak.”Zalina menganggukkan kepalanya, ia berdiri dari duduknya. Baru saja akan melangkah, Arash menahannya.“Mbak,” panggilnya membuat Zalina menoleh.“Ya?”“Ayo saya antar.”Zalina dan Nak

  • Aku Kembali Sebelum Bercerai   Hanya Perantara

    “Anak?”Naradhiya menganggukkan kepalanya. “Kamu pernah pasang kb, gimana kalau dilepas saja?”Zalina jadi panik sendiri. “Ma-Mas, memangnya dokter sudah mengizinkan?” tanyanya gugup.Bukan soal dirinya sudah tidak menginginkan anak lagi, tapi ia masih berusaha memahami suaminya. Belum lagi ia masih ingin tahu sejauh mana suaminya akan serius untuk memperbaiki hubungan mereka.Juga … tentang wanita yang katanya disebut dalam tidur suaminya.Ia menatap Naradhiya yang terdiam, lalu mengangguk pasrah. “Nanti kita konsultasi lagi pas kontrol, ya.”Zalina hanya menganggukkan kepalanya, memilih kembali memejamkan matanya menikmati sensasi sentuhan Naradhiya yang menenangkan.***“Mbak Zalina?”Zalina tersenyum melihat keterkejutan Arash ketika melihat dirinya berdiri di dekat mobilnya. Ia cukup mengingat mobil Arash yang muncul dalam mimpinya. Pemuda itu mendekat, celingukan mencari orang lain yang mungkin datang bersama wanita yang sempat hilang arah itu.“Mbak cari Nakara? Dia baru saja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status