LOGIN" Biarkan aku pergi, tolong jangan mempersulit diriku.. " Kisah seorang gadis muda merajut asa di ibukota, menempuh perjalan penuh luka liku memperjuangkan mimpi. Hingga akhirnya jatuh hati pada seorang pria yang justru semakin memperkelam kehidupannya.
View More“เฮียภีม” มินนี่เดินเข้ามายืนมองคนที่นอนเอาหัวเข้าไปใต้ท้องรถ แต่ฉันก็จำได้แม่นว่านี้คือเขา
ภีมที่ได้ยินเสียงใสเขาก็จำได้ทันทีเหมือนกันว่าเป็นมินนี่ แต่ก็ทำเป็นนิ่งเฉย ซ่อมรถของเขาต่อ “เฮียภีมหยุดงานของเฮียแล้วมาคุยกันหน่อย ได้ไหมคะ” มินนี่มองคนที่ทำเป็นนิ่งอย่างรู้สึกหงุดหงิด “ไม่ว่างกลับไป” เสียงทุ้มตอบกลับมาอย่างไม่แยแส “เฮียภีม บอกว่ามาคุยกันไงคะ ทำไมเฮียไม่รักษาสัญญา มินนี่เป็นฝ่ายเดียว ที่รักษาสัญญางั้นเหรอคะ เฮียทำแบบนี้ได้ยังไง เฮียผิดนะ มาคุยกันเดี๋ยวนี้เลย” “เสียงดังหนวกหู กลับไปมินนี่” “ไม่ค่ะ ยังไงวันนี้เราต้องคุยกันให้รู้เรื่อง มินนี่กลับมาไทยเราสัญญากันว่าไงคะ เฮียต้องรักษาคำพูดสิ” “รำคาญชะมัด” เขาขยับหัวออกมาจากใต้ท้องรถ มองคนสวย ขาเรียวยาวที่ใส่กระโปรงสั้นจนแทบจะปิดอะไรไม่มิด ไม่ได้เจอกันสามปี สวยขึ้นมากเลยแฮะ แต่จะเรียกว่าไม่ได้เจอกันเลยก็ไม่ถูก เพราะมินนี่จะคอยส่งข้อความส่งรูปมาให้เขาตลอด เพียงแต่เขาไม่เคยตอบกลับ แต่ก็เห็นรูปเธออยู่บ่อย แต่ยังไม่เท่าตัวจริงพอเจอใกล้ๆ แบบนี้นะสิ สวยจนตะลึงไปเลย “มองแบบนั้นแปลว่าคิดถึงเหรอคะ” ฉันส่งยิ้มหวานให้เขา “มินนี่สวยขึ้นใช่ไหมล่ะ” “พูดอะไรเยอะแยะมินนี่ กลับไปได้แล้วไป” “ก็บอกว่าไม่กลับ” คนตัวเล็กยังคงดื้อรั้น น้ำเสียงบ่งบอกถึงความเอาแต่ใจ “โอเคให้หนึ่งนาทีจะพูดอะไรก็รีบพูด ถ้าหมดหนึ่งนาทีแล้วยังไม่กลับ เฮียจะโทรหาไทเกอร์ให้บอกพายุกับสายฟ้ารึไม่ก็มาโก้ มารับเรากลับ” “ไม่เจอกันสามปี พอเจอก็ไล่กลับ ให้คุยด้วยแค่หนึ่งนาที เฮียภีมจะไม่ใจร้ายไปหน่อยเหรอคะ” มินนี่หน้างอต่อว่าเขาเสียงเบา “จะพูดไม่พูด” เขาลุกขึ้นยืนและทำท่าจะเดินหนี “เฮียภีม พูดค่ะพูด” มินนี่รีบก้าวตามเขา ภีมเดินมานั่งบนเก้าอี้ เนื้อตัวเขาเลอะคราบน้ำมัน มือก็เลอะฝุ่นดำๆ แต่เจ้าตัวไม่ได้สนใจ มองจ้องไปที่ร่างบางตั้งใจฟังสิ่งที่เธอจะพูด และมองที่นาฬิกาของตัวเอง เป็นการเตือนให้อีกคนรีบพูด “เร็วมินนี่” “ก็ได้ ใจร้ายตลอดเลย” คนตัวเล็กบ่นพึมพำ “มินนี่จะพูดเรื่องของเรา จะมาทวงสัญญาจากเฮียภีม ก่อนไปเมืองนอกเฮียบอกว่าถ้ามินนี่กลับมา เฮียจะตกลงเป็นแฟนเพราะมินนี่โตแล้ว แล้วนี่อะไร พอมินนี่กลับมาเฮียมีแฟนแล้วงั้นเหรอคะ แล้วที่ผ่านมาใครมาจีบมินนี่ก็ปฏิเสธตลอด ไม่เคยสนใจมองใครเลยนอกจากเฮียภีม แล้วทำไมเฮียไม่รักษาสัญญาละคะ” เขาตั้งใจฟังเธอพูดแล้วถึงกับเอนตัวไปพิงพนักพิง ส่งมือไปนวดขมับเบาๆ เพราะเริ่มปวดหัว เขาไม่คิดว่ามินนี่จะจริงจังอะไร เธอไปเรียนเมืองนอกเจอผู้ชายที่หล่อๆ และดีกว่าเขา ก็คงจบไป ตอนนั้นก็เลยให้คำสัญญาแบบนั้นไป ไม่คิดว่าเธอจะกลับมาทวงสัญญาเขาแบบนี้ “มินนี่ตอนนั้นเรางอแงจะไม่ไปเรียนต่อ และวันนั้นเฮียก็เมา ก็แค่พูดไปไม่ได้จริงจังอะไร เราไปมีแฟนเถอะเฮียก็บอกเราตลอดว่าเฮียคิดกับเราแค่น้อง”ภีมอธิบายด้วยสีหน้าเรียบนิ่ง “แต่มินนี่ไม่อยากเป็นน้อง บอกเฮียไปหลายรอบแล้วเหมือนกัน ยังไงก็จะเป็นแฟน ไม่รู้ละเฮียภีมต้องรักษาสัญญา มาเป็นแฟนกันนะคะ” ว่าจบก็เดินมานั่งลงบนตักเขา ภีมที่ไม่ทันตั้งตัวถึงกับนั่งตัวแข็งทื่อทำอะไรไม่ถูก มองคนสวยผิวขาวเนียนนุ่มนิ่ม กลิ่นหอมอ่อนๆ จากร่างบางลอยเข้าจมูกเขาแล้วรู้สึกแปลกๆ ชอบกล “มินนี่ทำอะไร ลุกไปเดี๋ยวนี้” “ไม่ค่ะมินนี่คิดถึงแฟน อยากกอดแฟน” เธอซบหน้าลงบนแผงอกกว้าง วาดแขนโอบรอบตัวเขา ไม่นึกรังเกียจเสื้อผ้าเนื้อตัวเขาที่มอมแมมเลยแม้แต่นิดเดียว “มินนี่ลุกไปเฮียตัวเลอะ เดี๋ยวชุดเราก็เลอะไปด้วย ชุดเราแพงไม่ใช่เหรอ” เขารีบหาวิธีพูดเพราะเริ่มไม่ไหวกับร่างบางนุ่มนิ่มที่มาแนบชิดแบบนี้ “ไม่เป็นไรค่ะ เลอะก็ช่าง ขอมินนี่กอดเฮียให้หายคิดถึงหน่อยนะคะ” ฉันเงยหน้าส่งยิ้มหวานมองสบตาเขา ตึก! ตึก! เสียงรองเท้าส้นสูงกระทบพื้นดังใกล้เข้ามา จนร่างสวยของอีกคนมาหยุดยืนมองทั้งคู่ พร้อมกับสีหน้าที่บ่งบอกว่าไม่พอใจ “ภีมนี่อะไรกันคะ” มินนี่มองผู้หญิงคนนั้นนิดหนึ่ง แต่ไม่ยอมผละออกห่างจากร่างหนา นั่งบนตักและกอดเขาอยู่แบบนั้น “กลับไปทั้งคู่เลย มินนี่ลุกไป” ภีมออกคำสั่งเสียงเข้มกับคนตัวเล็กบนตัก มินนี่เงยหน้ามองสบตาเข้มดุ ฉันรับรู้ได้ว่าเขาเอาจริง ฉันเลยลุกขึ้นจากตักเขา ด้วยท่าทางไม่เต็มใจ ตวัดสายตามองค้อนใส่คนตัวโต “มินนี่โกรธนะคะ เฮียรู้ไว้ด้วย” ว่าจบก็เดินกระแทกส้นเท้าหนักๆ และไม่ลืมที่จะเอาไหล่ไปกระแทกชนไหล่ของผู้หญิงอีกคนที่ยืนอยู่อย่างจงใจ “นังเด็กคนนี้” เฟย์พูดขึ้นมาอย่างรู้สึกหัวร้อน “เฟย์หยุดอย่ามาพูดแบบนี้กับมินนี่ผมไม่ชอบ แล้วมาทำไม” ภีมพูดด้วยน้ำเสียงเหนื่อยหน่าย “ก็มาหาภีมไง ทำไมโทรไม่รับสายละคะ มัวแต่อยู่กับเด็กนั่นอยู่รึไง”" . . . " Yotta mengangguk, tanda mengerti apa yang diucapkan oleh sosok wanita muda di hadapannya.Waktu berlalu, Yoga sudah kembali di bawa ke ruang perawatan, tidak lama si kecil yang pemberani itu juga sudah sepenuhnya sadar.Di usia yang masih muda hal yang wajar jika Yoga menangis, akibat rasa sakit yang mungkin saja tidak tertahankan.Yotta hanya bisa menenangkan sang adik, dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya.Sambil sesekali mengusap tangan si kecil yang terbalut gips dan membatasi gerakannya.Selain operasi pemasangan pen yang dilalui, luka lain yang di beberapa bagian tubuhnya pasti membuat Yoga merasa kesakitan.Yotta menatap pilu pada si kecil celoteh aneh dari bibirnya menghilang, berganti dengan suara rintihan yang kerap kali terdengar memilukan.Operasi yang berjalan lancar membuat rasa cemas menghilang, tenaganya seketika seolah habis tak bersisa.Dari kemarin tidak ada waktu untuk un
Di ruangan lain Dokter menjelaskan kondisi sang adik, yang tidak hanya mengalami beberapa luka robek di bagian pelipis dan juga tangannya, tapi tangan kecilnya juga mengalami patah tulang.Yoga yang malang harus menerima beberapa jahitan untuk menutup luka, dan akan segera dirujuk ke kota untuk penanganan selanjutnya. Setelah selesai dengan keterangannya, Dokter meminta Yotta segera melakukan pembayaran, karena sang adik sepertinya harus segera dipindahkan.Lembaran kertas administrasi yang hanya bisa dipandang pilu oleh si gadis muda, Yotta bersandar di tembok dingin sambil berusaha memikirkan sesuatu.Tidak ada tabungan yang dia miliki untuk membayar, tidak ada juga barang yang bisa dijual untuk di ganti dengan rupiah.Si gadis muda melangkah gontai, air mata yang tadi sudah mengering kembali jatuh.Langkah berat yang membawanya keluar dan bertemu dengan sang bibi, yang tengah menunggu bersama saudara kecilnya." Yo,
Desa Ranu Pani.Sudah hampir satu bulan sejak kepergian sang ibu, kehidupan keluarga kecil yang hanya berisikan Yotta dan si kembar semakin terasa sulit.Tidak banyak yang si gadis muda bisa harapkan saat ini, orang-orang yang memerlukan tenaganya juga tidak terlalu banyak.Dalam minggu ini si gadis muda hanya mengerjakan satu ladang, pekerjaan untuk membersihkan kebun seorang tetangga di yang tidak jauh dari rumahnya.Yotta, si gadis muda tengah sibuk membersihkan sisa rumput yang sudah di cabut ya sejak tadi pagi.Kegiatan yang terpaksa dihentikan ketika seseorang dari jauh berteriak memanggil namanya berulang kali dari kejauhan." Yotta!!! "" Yotta!!!! "" Yo!! "Seorang berlari menghampiri dirinya, dengan nafas berat memburu sambil terengah-engah." Ada apa bi? " tanya sang gadis." Yo, cepat pulang. Yoga mengalami kecelakaan dan sedang dibawa ke puskesmas, " ucap si wanita paruh
Di teras rumah Angga dan juga Yoga menghabiskan waktu membicarakan banyak hal sambil menunggu kedua gadis itu bersiap.Waktu berlalu, Yoga tengah asik bermain sebuah game dari ponsel milik Angga. Permainan yang harus terhenti ketika Yotta dan juga Yora kembali dengan tampilan yang sangat rapi, mengenakan pakaian yang lebih bagus dari biasanya.Yora tampil cantik dengan gaun yang kembang serta rambut lurus dan panjang yang dikepang dua.Sedangkan Yotta, tidak banyak berubah. Dia seperti biasa, tanpa riasan dan hanya baju sederhana yang yang menutupi hampir seluruh tubuhnya." Apa kita berangkat sekarang? " tanya Angga." Mmt, Iya. Aku harus memberikan ini ke pengepul sayur, " jawab Yotta, mengambil sayuran yang terletak tidak jauh di antara kedua pria itu." Baiklah, biar aku membantumu. " Angga mengambil karung yang tidak terlalu besar dari tangan sang gadis." . . . " Yotta membiarkan Angga melakukan apa yang diing
Pertemuan yang seharusnya membuat kedua teman masa kecil itu berbahagia saat ini, tapi duka yang terjadi membuat pertemuan itu terasa berbeda.Angga tidak banyak bersuara, Yotta yang dikenalnya adalah sosok gadis yang sedikit tomboy, bukan dari penampilannya yang biasa saja melainkan apa yang dulu
Yo, sudah waktunya,” bisik Angga yang baru saja masuk keruangan itu.Yotta dan kedua adiknya menyingkir, membiarkan orang-orang membawa tubuh kaku sang ibu untuk melewati proses lain sebelum dikuburkan.Setelah melewati rangkaian proses itu, bersama penduduk desa Yotta dan kedua adiknya berjalan men
Melihat sesuatu yang tidak biasa, Yotta dan Angga bergegas untuk secepatnya tiba.Tidak lama kendaraan itu akhirnya menepi, Yotta turun dari motor, bibirnya tiba-tiba terkunci, menatap ragu pada penduduk yang memadati teras rumahnya.Kenangan ketika sang ayah meninggal, kembali dalam ingatan gadis
"Yo!!!,"Pria muda yang mengendarai sebuah motor berhenti tepat di depannya."Angga?" Yotta melihat wajah si pengendara dengar cermat."Ya, ini aku," jawab Angga."Ga, aku senang bertemu denganmu tapi aku sedang terburu-buru, besok aku akan menemuimu," ucap Yotta, melangkah untuk segera pergi."Tun












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews