Share

Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku
Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku
Penulis: Hanu

Bab 1

Penulis: Hanu
Pada malam setelah percobaan bunuh dirinya yang ketiga berhasil digagalkan, Kirana datang ke rumah mertuanya dengan wajah pucat. Dia ingin mencari beberapa barang peninggalan Jayden dari ibu mertuanya untuk mengobati rindunya. Namun, terdengar suara percakapan pelan dari dalam ruangan.

"Jayden, sampai kapan kau mau terus menyembunyikan ini? Kirana sudah tiga kali mencoba bunuh diri demi dirimu!"

Jari-jari Kirana seketika mencengkeram telapak tangannya.

Jayden?

Mengapa ibu mertuanya memanggil Kayden, kakak iparnya, dengan nama Jayden?

"Ibu, tunggu sebentar lagi." Suara itu jelas suara Kayden, tetapi nada bicaranya sangat mirip dengan kelembutan Jayden saat menenangkannya.

"Sebelum meninggal, Kak Kayden memintaku menjaga kakak ipar. Tapi kondisi kakak ipar terlalu lemah. Kalau dia mendengar kabar kematian Kak Kayden, dia pasti nggak bakal sanggup hidup. Jadi, aku cuma bisa menggantikan identitas Kak Kayden untuk sementara, memberinya seorang anak. Dengan adanya anak itu sebagai sandaran, kakak ipar baru bisa terus hidup."

Darah Kirana seketika membeku. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

Jadi, yang mati adalah Kayden, bukan Jayden.

Suaminya masih hidup, tetapi menyamar sebagai kakaknya, dan setiap malam tidur sekamar dengan Dhea Baskoro!

"Tapi bagaimana dengan Kirana?" Suara ibu mertuanya terdengar makin cemas. "Setiap hari kau tidur di kamar Dhea. Apa kau nggak pernah memikirkan perasaan Kirana?"

"Dia lebih kuat daripada kakak ipar ...."

Kalimat itu menusuk jantung Kirana seperti pisau. Kirana terhuyung mundur dan tanpa sengaja menjatuhkan sapu yang bersandar di dinding.

Suasana di dalam rumah seketika hening.

Kirana berbalik dan langsung berlari, seolah ada monster buas mengejarnya dari belakang.

Saat berlari, dia tiba-tiba merasakan nyeri di telapak tangannya. Ketika membuka genggamannya, barulah Kirana sadar bahwa lencana yang sedari tadi digenggam erat telah menggores telapak tangannya hingga berdarah.

Selama tiga bulan ini, dia memeluk lencana itu setiap malam saat tidur, bahkan berkali-kali terbangun dari mimpi sambil menangis. Namun, kini, benda itu tiba-tiba terasa begitu menggelikan.

Ternyata suaminya tidak mati.

Jayden hanya ingin menjaga perasaan kakak iparnya, sehingga memilih membuat Kirana percaya bahwa dirinya sudah mati!

Lima tahun lalu, Kirana dan Jayden pertama kali bertemu di sebuah acara hiburan lingkungan militer.

Jayden adalah seorang komandan yang tegas dan tangguh, sedangkan Kirana adalah penari dari rombongan kesenian militer.

Banyak perempuan mengejar Jayden, dan tidak sedikit pula pria yang mengejar Kirana. Namun, malam itu, Jayden berdiri di bawah panggung, menatapnya dengan sorot mata yang begitu membara hingga Kirana menyelesaikan tarian Pasukan Merah Wanita. Kemudian, dia melangkah naik ke atas panggung dan menyampirkan jaket militernya ke pundak Kirana di depan semua orang.

Jayden berkata, "Kirana, anginnya kencang. Jangan sampai masuk angin."

Kirana mengenakan jaket Jayden, wajahnya memerah karena malu.

Setelah itu, Jayden mulai mengejarnya. Setiap kali hendak berangkat menjalankan tugas, dia selalu menyempatkan diri memutar arah hanya untuk menemui Kirana di rombongan kesenian.

Pada hari Kirana menerima pernyataan cintanya, Jayden mabuk berat. Dia memeluk Kirana dan berputar-putar di halaman sambil berkata, "Kirana, dalam hidupku ini, hanya ada kau seorang cintaku."

Setelah menikah, semua orang berkata bahwa Komandan Jayden sangat memanjakan istrinya.

Kirana pun pernah percaya bahwa Jayden mencintainya sepenuh hati.

Namun, sekarang?

Demi merawat kakak iparnya, pria itu menyamar sebagai kakaknya sendiri, tidur seranjang dengan kakak iparnya, bahkan berniat menghamilinya.

Sementara Kirana? Kirana seperti orang bodoh, menangis demi dirinya, ingin mati demi dirinya, dan tersiksa setengah mati karena dirinya.

Apa Jayden pernah memikirkan bahwa Kirana juga bisa merasakan sakit?

Saat Kirana pulang ke rumah dalam keadaan linglung, Bibi Santi, sang mak comblang, kembali datang.

"Kirana, Komandan Elio bakal dipindah tugaskan ke pulau terpencil setengah bulan lagi. Ini sudah ketujuh kalinya dia memintaku datang menanyakan keputusanmu .... Katanya, kalau kali ini kau masih menolak, seumur hidup dia nggak bakal kembali."

Elio Darmana, rekan seperjuangan Jayden.

Sejak Kirana diumumkan menjadi janda, pria itu berkali-kali datang melamarnya.

Enam kali sebelumnya, Kirana menolak.

Karena Kirana merasa, seumur hidup ini, dia hanya akan mencintai Jayden seorang.

Namun, sekarang ....

Kirana mendongak dan berkata tenang, "Baik. Aku bakal menikah."

Bibi Santi tercengang. "Ka ... kau serius?"

"Serius." Kirana tersenyum tipis. "Tolong sampaikan pada Elio, setengah bulan lagi aku bakal menikah dengannya dan ikut ke pulau bersamanya."

Tirai pintu mendadak tersibak. Jayden berdiri di ambang pintu dengan wajah muram. "Adik Ipar, kau mau menikah dengan siapa?"

Kirana menatapnya dan mendadak merasa lucu.

"Kak Kayden," ucapnya pelan. "Itu urusanku."

Meskipun ucapan itu ditujukan kepada mak comblang, tetapi tangan Jayden justru mencengkeram pergelangan tangan Kirana dengan kuat hingga terasa sakit. "Ada aku yang menjaga adik ipar, dia nggak perlu menikah lagi. Lagian, dia sangat mencintai Jayden, mustahil dia mau menikah lagi. Bibi Santi, jangan datang lagi. Kalau nggak, jangan salahkan aku mengusirmu!"

Bibi Santi menatap bingung. "Tapi Kirana sudah setuju ...."

Sebelum Bibi Santi selesai bicara, Kirana buru-buru menarik lengannya. "Bibi, bukannya tadi Bibi bilang mau ke koperasi? Cepat pergi, nanti keburu tutup."

Bibi Santi terdistraksi dan segera mengangguk sebelum bergegas pergi.

Setelah Bibi Santi pergi, Jayden akhirnya mengembuskan napas lega. Dia melangkah mendekat setengah langkah, jakunnya bergerak naik turun. "Dik Kirana, walau Jayden sudah meninggal, jangan khawatir. Aku bakal menjagamu. Kalau nanti mak comblang seperti ini datang lagi, langsung usir saja."

Saat itu, Kirana hanya merasa semua ini menggelikan.

Jayden jelas-jelas menipunya dan setiap hari tidur di kamar kakak iparnya, tetapi masih takut dia pergi dan menikah lagi?

Di dunia ini, mana ada logika seperti itu?

Namun, Kirana tidak membongkarnya. Dia hanya mengangguk.

Bagaimanapun, setengah bulan lagi dia akan menikah dengan orang lain dan pergi dari tempat ini selamanya. Saat itu, pria ini tidak akan bisa mengaturnya lagi.

Malam harinya, Kirana sedang membereskan barang-barangnya. Tiba-tiba, dari kamar sebelah terdengar bunyi ranjang kayu berderit.

Dulu, setiap mendengar suara seperti ini, dia hanya mengira hubungan kakak iparnya sangat harmonis.

Namun, sekarang, setiap helaan napas dari balik dinding terasa seperti pisau tumpul yang mengiris dagingnya.

Itu jelas erangan tertahan Jayden saat terbawa hasrat, suara yang dulu hanya dia dengarkan di telinga Kirana.

"Ah!"

Sebuah jeritan memecah malam. Saat Kirana berlari keluar, dia melihat Jayden sedang menggendong Dhea yang pakaiannya berantakan sambil berlari keluar. Di bawah cahaya bulan, celana tidur putih wanita itu basah oleh noda merah yang mencolok.

Kompleks perumahan militer langsung gempar. Bibi Laras dari rumah sebelah menjulurkan kepala.

"Aduh, ada apa ini?"

"Kudengar mereka terlalu berlebihan saat berhubungan, sampai berdarah ...."

"Ck ck, biasanya Kayden terlihat dingin dan serius. Nggak kusangka, dia begitu memanjakan istrinya ...."

Kirana berdiri di tengah kerumunan, tubuhnya terasa dingin.

Dia berbalik hendak pergi, tetapi Bibi Laras menariknya. "Kirana, kau ini adik iparnya. Kau harus ikut ke rumah sakit!"

Agar tidak menjadi bahan gunjingan, Kirana hanya bisa mengenakan jaket dan bergegas ke rumah sakit.

Di lorong rumah sakit, aroma disinfektan menusuk hidung hingga mata Kirana terasa perih.

Jayden mondar-mandir dengan gelisah. Saat melihatnya, pria itu tampak tertegun.

"Kenapa kau datang?"

Kirana menarik sudut bibirnya. "Sebagai adik ipar, sudah seharusnya aku datang menjenguk."

Pintu ruang operasi tiba-tiba terbuka. Dokter berjalan keluar.

"Bapak, tenang saja. Istri Anda nggak apa-apa. Dia cuma lagi hamil. Aktivitas suami istri harus lebih dikendalikan ...."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 31

    Tiga hari kemudian, orang-orang dari Keluarga Sagara datang ke pulau untuk menjemput Jayden dan Dhea pulang.Saat melihat keduanya bergandengan tangan, ditambah buku nikah yang berada di tangan Dhea, mereka saling berpandangan dan sama-sama mengembuskan napas lega.Peluit kapal pun berbunyi, sementara asap hitam mengepul dari cerobong.Jayden berdiri di geladak sambil mengusap cincin nikah di tangannya. Tatapannya dipenuhi kepahitan.Dulu, saat menikah dengan Kirana, dia menghabiskan gaji selama enam bulan untuk membuat cincin itu.Ketika memakaikannya ke jari Kirana, Jayden yang selama ini dikenal tidak pernah menangis meski terluka, justru menangis seperti anak kecil.Saat itu, Jayden mengucapkan begitu banyak kata cinta dan janji kepadanya.Namun, pada akhirnya, semua janji itu dia ingkari.Bahkan, dialah yang lebih dulu menghancurkan kepercayaan paling mendasar dalam sebuah pernikahan.Jadi, semua yang dialaminya saat ini adalah buah dari perbuatannya sendiri.Pada akhirnya, Jayden

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 30

    Setelah semalam penuh mereka bercinta, Jayden yang telah sadar dari pengaruh alkohol hanya merasakan kepalanya berdenyut hebat.Jayden membuka mata dengan susah payah. Namun, dia mendapati seorang wanita berbaring dalam pelukannya. Wajah wanita itu tertutupi rambut panjangnya.Di bahunya yang bulat dan mulus tampak penuh bekas kemerahan. Sekilas saja sudah cukup untuk mengetahui apa yang telah dilakukannya semalam.Mata Jayden langsung membelalak. Pikirannya pun seketika kacau hingga kehilangan kendali.Saat itu, wanita dalam pelukannya mengerang pelan, lalu perlahan mengangkat kepala dan tersenyum kepadanya."Jayden."Suasana pagi yang semula tenang seketika berubah menjadi kacau. Jayden sama sekali tidak pernah menyangka bahwa suatu hari dirinya akan dijebak dan dibius oleh seorang wanita.Di tengah amarah yang membara, rasa pilu juga meluap dari dalam hatinya.Dulu, dia tidur dengan Dhea demi memberinya seorang anak.Kini, satu-satunya yang ada dalam pikiran Jayden adalah mendapatka

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 29

    Jayden terbaring tidak sadarkan diri selama satu minggu penuh. Saat sadar, hal pertama yang dia tanyakan bukanlah sudah berapa lama Dhea menemaninya di sisi ranjang.Melainkan menanyakan kondisi Kirana.Setelah mengetahui bahwa orang yang dia selamatkan bukan Kirana, dan Kirana ternyata sudah lebih dulu berhasil melarikan diri, Jayden sempat tertegun dan kehilangan fokus. Kemudian, dia menjatuhkan tubuhnya kembali ke ranjang seolah seluruh tenaganya telah terkuras. Namun, senyum lega perlahan mengembang di sudut bibirnya.Senyum itu menusuk hati Dhea hingga terasa perih, sekaligus makin menguatkan tekadnya untuk menggunakan obat itu pada Jayden.Begitu mendengar bahwa Kirana juga dirawat di rumah sakit yang sama, Jayden bahkan mengabaikan luka-luka di tubuhnya. Dia memaksa turun dari ranjang untuk menemui Kirana.Kali ini, Dhea tidak lagi menghentikannya. Dia hanya memandang punggung Jayden yang perlahan menjauh.Pikirannya kembali melayang pada kejadian saat kebakaran.Ketika mendenga

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 28

    Duar!Ledakan dahsyat kembali mengguncang. Puing-puing dan serpihan beterbangan ke segala arah, melesat bagaikan anak panah."Pak, tenang dulu! Di dalam terlalu berbahaya. Kalau kau masuk sekarang, sama saja mencari mati!""Kami sudah menghubungi polisi! Tim penyelamat bakal segera datang!"Melihat Elio hendak menerobos masuk tanpa memedulikan keselamatannya sendiri, orang-orang di sekitar segera berlari menghampiri dan mati-matian menahannya."Lepaskan aku! Istriku masih di dalam! Dia sedang hamil!"Mata Elio memerah. Tanpa memedulikan apa pun, dia berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkeraman mereka.Pikirannya saat itu benar-benar kosong. Yang ada di benaknya hanyalah Kirana yang masih terjebak di dalam.Kirana tidak boleh mengalami apa pun!"Pergi!"Entah dari mana datangnya tenaga itu, Elio tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari orang-orang yang menahannya, lalu langsung menerjang ke arah kobaran api.Pak!Duar!Ledakan dahsyat kembali terdengar. Gelombang kejut yang lu

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 27

    Kirana dan Elio saling berpandangan. Tatapan mereka sama-sama dipenuhi kebingungan.Belakangan ini, mereka tidak merasa pernah membantu siapa pun, dan rasanya juga tidak mungkin ada orang yang begitu baik hati hingga rela menghabiskan uang sebanyak itu untuk mereka.Pada awalnya, Kirana mengira pramuniaga itu hanya bercanda. Namun, setelah pramuniaga tersebut menunjukkan struk pembayaran kepada mereka, barulah mereka terpaksa percaya bahwa semua itu benar.Semula, pasangan suami istri itu mengira kejadian tersebut hanyalah kebetulan. Mungkin ada teman yang tanpa sengaja bertemu dengan mereka, tetapi tidak sempat menyapa secara langsung sehingga memilih cara itu untuk menyampaikan salam.Mereka pun berpikir, jika suatu saat nanti mengetahui siapa orangnya, mereka akan mengucapkan terima kasih secara langsung.Namun, siapa sangka, setiap kali mereka pergi ke tempat baru dan selesai berbelanja, hal yang sama selalu terjadi.Lama-kelamaan, Kirana mulai merasa gelisah. Dia memandang Elio de

  • Aku Mengkhianati Istriku Demi Kakakku   Bab 26

    Melihat sikap Jayden yang begitu dingin dan menjaga jarak, hati Dhea terasa perih. Dia mengepalkan tangannya erat-erat, lalu akhirnya menceritakan keputusan ibu Jayden kepadanya tanpa menyembunyikan sedikit pun.Begitu mendengar bahwa ibunya ingin Jayden menikah dengan Dhea, wajah Jayden langsung muram. Tatapannya dingin, sementara nada bicaranya tetap datar."Kalau begitu, bagaimana denganmu? Apa kau juga mau menikah denganku?"Dhea menatap wajah di hadapannya yang sangat mirip dengan mendiang suaminya. Entah mengapa, dia menganggukkan kepala.Dulu, salah satu alasan terbesar dia bersedia menikah dengan kakak Jayden adalah karena wajah itu.Meski Jayden tidak mencintainya, setidaknya dia memiliki wajah itu. Kelak, jika mereka dikaruniai seorang putra yang mirip dengan Jayden, semua ini rasanya tetap sepadan.Namun, tentu saja Dhea tidak bisa mengatakan hal itu."Aku sudah bilang, dengan reputasiku yang sekarang, nggak ada pria yang mau menikahiku. Kalau bukan menikah denganmu, lalu de

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status