Share

Cemburu ?

last update publish date: 2026-08-05 23:59:24

Tangis Aruna perlahan mereda ,ia mengusap pipinya yang basah sambil tersenyum malu.

"Maaf..."

"Aku menangis begini."

Nina langsung menggeleng sambil berbisik

"Justru bagus Run , jangan dipendam terus."

"Selama ini kamu selalu terlihat kuat padahal aku tahu kamu juga capek."

Aruna hanya tersenyum kecil ,entah mengapa...

dadanya terasa lega ,sudah lama sekali ia tidak merasakan kehangatan sesederhana ini.

Saat suasana mulai kembali tenang, Rani tiba-tiba masuk sa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Aku ,Target balas dendam CEO    Cemburu ?

    Tangis Aruna perlahan mereda ,ia mengusap pipinya yang basah sambil tersenyum malu."Maaf...""Aku menangis begini."Nina langsung menggeleng sambil berbisik"Justru bagus Run , jangan dipendam terus.""Selama ini kamu selalu terlihat kuat padahal aku tahu kamu juga capek."Aruna hanya tersenyum kecil ,entah mengapa...dadanya terasa lega ,sudah lama sekali ia tidak merasakan kehangatan sesederhana ini.Saat suasana mulai kembali tenang, Rani tiba-tiba masuk sambil membawa dua kantong besar di kedua tangannya."Wah...""Sudah datang!"serunya dengan wajah berbinar ,di belakangnya, dua anak PKL lain ikut membantu membawa kantong minuman Nina langsung tertawa."Pas banget."Rani mulai membagikan satu per satu gelas minuman kepada para bidan yang sedang berjaga."Kami patungan Mbak sebagai hadiah ulang tahun."Aruna langsung menggeleng cepat."Lho, jangan begitu.""Kalian masih sekolah."Rani tersenyum lebar."

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Kejutan Kecil

    Siang hari ,Aruna akhirnya tertidur setelah perdebatan panjang dengan Oxavio pagi tadi, tubuh dan pikirannya benar-benar terkuras ,ia bahkan tidak ingat sejak kapan tertidur yang ia tahu, begitu kepalanya menyentuh bantal kesadarannya langsung menghilang.Ruangan itu sunyi hanya terdengar suara pendingin ruangan dan napasnya yang perlahan mulai teratur namun ketenangan itu tidak berlangsung lama ,ponselnya berdering memecah keheningan kamarSekaliDua kali.Tiga kali tanpa henti Aruna mengernyit pelan matanya berat karena masih mengantuk ketika meraih ponsel yang tergeletak di samping bantal, begitu melihat nama yang muncul di layar, dahinya langsung berkerut."Rani "Anak PKL itu hampir tidak pernah menghubunginya di luar jam kerja dengan jantung yang mulai berdegup cepat, Aruna segera mengangkat telepon."Halo, Rani?"Suara gadis itu terdengar tergesa-gesa."Mbak Aruna... cepat ke rumah sakit, ya."Aruna langsung terduduk."Ada apa?"

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Gema yang Tertahan

    Suara benturan pintu masih bergema di lorong,seolah menjadi gema terakhir dari kesabaran yang baru saja patah. Di balik pintu yang bergetar itu, Oxavio berdiri mematung ,napasnya memburu, tangan kanannya masih terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih dan bergetar halus ,yang paling membuatnya marah bukanlah bantahan Aruna, melainkan kenyataan bahwa untuk sesaat, perempuan itu berhasil mengucapkan sesuatu yang selama ini mati-matian ia sangkal pada dirinya sendiri ,bahwa ia peduli ,bahwa ia tidak benar-benar ingin melihat Aruna hancur total. Pengakuan diam-diam itu lebih menakutkan dari apa pun ,karena jika Aruna benar, maka seluruh fondasi permainan yang ia bangun bertahun-tahun hanyalah ilusi dan Oxavio tidak pernah mau mengakui , Ia menarik napas panjang, mencoba memaksa detak jantungnya kembali normal, menekan rasa asing yang menggerogoti dadanya ,di sudut hati yang paling gelap ,tidak ia tidak boleh lemah. Sedangkan Aruna masih diam di tempat yang sama ,seragam masih mele

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Hal yang Dibenci Oxavio .

    Aruna tidak segera menjawab ,tatapan Oxavio masih tertuju padanya namun kali ini tatapan itu tidak lagi sekadar ingin melihatnya kesulitan, melainkan seperti tatapan seseorang yang sudah lelah menunggu."Aku lelah menunggumu memilih."Kalimat itu masih menggantung di udara ,Aruna menarik napas pelan."Lalu... apa yang kamu inginkan dariku?"Oxavio tersenyum tipis. "Kamu masih bertanya?"Aruna menatapnya. "Aku ingin mendengarnya langsung darimu."Ruangan kembali sunyi ,Oxavio melangkah semakin dekat, hanya menyisakan satu langkah di antara mereka."Aku ingin kamu berhenti mencari jalan lain." Suaranya rendah dan tenang dan justru terdengar lebih mengancam. "Aku ingin setiap kali kamu punya masalah kamu datang padaku memohon bantuanku."Aruna menggeleng pelan "Itu tidak akan terjadi.""Kamu yakin?" tanya Oxavio sambil tersenyum."Aku yakin.""Padahal jalanmu semakin sedikit."Aruna menggenggam ujung bajunya. "Aku akan tetap mencari."

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Menutup Jalan Mu

    Aruna pulang dari shift malam ,begitu membuka pintu kamar, tubuhnya langsung terasa ingin roboh ia bahkan tidak sempat mengganti pakaian tasnya diletakkan begitu saja di lantai ia hanya duduk di tepi tempat tidur sambil menunduk ,kepalanya penuh ,hari itu ibunya tidak datang dan tidak ada keributan seharusnya ia merasa lega namun justru itulah yang membuatnya semakin gelisah.Keheningan sering kali lebih menakutkan daripada pertengkaran karena ia tidak tahu apa yang sedang menunggunya. Aruna memejamkan mata baru beberapa detik menikmati sunyi terdengar ketukan pelan di pintu. Tok. Tok. Tok. Aruna membuka mata. "Masuk." Pintu terbuka perlahan Oxavio masuk tanpa tergesa sudah mengenakan pakaian kerja ,tatapannya langsung menemukan Aruna yang duduk diam di tepi ranjang ,ia tidak berkata apa-apa hanya berdiri beberapa langkah dari pintu seolah sedang menikmati pemandangan di depannya. "Capek?" Aruna mengangguk kecil. "Iya." Oxav

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ketenangan yang Pahit

    Satu minggu berlalu ,Oxavio menatap layar ponselnya setelah menerima laporan bahwa Saraswati sudah menerima uang tersebut ,kemudian ia meletakkan ponselnya, ia tidak melakukan itu untuk menyelamatkan Aruna ,jika ia ingin menyelamatkan Aruna, ia bisa saja memberikan tiga puluh juta itu sejak awal namun ia tidak ingin Aruna bebas dari tekanan ,ia hanya ingin mengubah sumber tekanan itu ,ia ingin Aruna berhenti memikirkan ibunya ,berhenti memikirkan uang. Oxavio ingin Aruna memikirkan dirinya , memikirkan apa yang akan terjadi jika ia terus menolak. Namun sebelum sepenuhnya fokus pada Aruna, ada urusan bisnis yang harus ia selesaikan malam ini juga ,urusan yang selama berminggu-minggu menggerogoti fondasi perusahaan warisan kakek-neneknya. Oxavio berdiri ,di sana dokumen audit final sudah tersusun rapi ,hasil penyelidikan tim eksternal yang independen telah rampung ,sudah diverifikasi tanpa celah ,Oxavio duduk di kursi menatap berkas tebal itu, ia teringat wajah pamannya yang puc

  • Aku ,Target balas dendam CEO   pagi terakhir

    Malam di penginapan kecil itu berakhir dengan tawa yang masih tersisa di udara ,api unggun perlahan mengecil, para tamu satu per satu kembali ke kamar masing-masing, dan pegunungan kembali tenggelam dalam kesunyian yang damai.Aruna tidur nyenyak malam itu mungkin karena sebagian beban yang

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Ruang sunyi

    Pintu kamar tertutup perlahan di belakang Aruna ,tawa kecil para tamu masih sesekali naik sampai ke lantai atas seperti gema yang terus menghantam kepalanya yang sedang berdenyut ,begitu berada sendirian tubuh Aruna seperti kehilangan seluruh tenaga yang tadi ia paksa untuk bertahan. Aruna bersan

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Tawaran yang tidak bisa ditolak

    Malam sudah sangat larut ketika Aruna akhirnya keluar dari ruang bersalin ,langkahnya terasa sedikit berat ,persalinan panjang tadi benar-benar menguras tenaga lorong rumah sakit sudah jauh lebih sepi dibandingkan beberapa jam lalu lampu putih yang terang membuat suasana terasa sunyi ,Aruna melep

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Pria yang tak mau mundur

    Di ruang bersalin Aruna Larasati berdiri di dekat meja peralatan dengan gerakan yang terukur dan hati-hati ,tangannya yang ramping bergerak cekatan, menyusun satu per satu alat pemeriksaan dengan ketelitian yang nyaris tanpa cela seolah setiap benda memiliki tempatnya sendiri yang tidak boleh digese

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status