공유

Kendali Gelap

last update 게시일: 2026-05-16 17:59:57

Hari hari berlalu ,Aruna tetap bekerja seolah tidak terjadi apa-apa jam di dinding menunjukkan hampir tengah malam ,suasana rumah sakit malam itu relatif sepi hanya ada suara langkah perawat yang sesekali terdengar di koridor panjang dan bunyi monitor pasien dari beberapa ruangan yang terdengar samar di kejauhan.

Aruna menatap layar komputer di depannya tanpa benar-benar fokus ,pikirannya terasa penuh ,beberapa hari terakhir berlalu terlalu melelahkan tubuhnya mungkin mulai membaik namun
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Sebelum Badai

    Hari-hari kembali berjalan sebagaimana mestinya atau setidaknya begitulah yang Aruna rasakan ,sebuah ilusi kestabilan di atas permukaan air yang tenang.Sejak jadwal dinasnya diubah menjadi shift malam secara permanen, hidupnya seperti berputar dalam lingkaran yang sama setiap hari ,monoton ,terprediksi dan melelahkan.Berangkat ketika langit gelap, disambut oleh lampu jalan yang menyala ,pulang saat matahari baru menampakkan diri, menyilaukan mata yang sudah terbiasa dengan kegelapan lalu berusaha mencuri waktu tidur di siang hari, meski tirai tebal di kamarnya tidak pernah mampu membendung kebisingan dunia luar sepenuhnya , tubuhnya perlahan mulai mengikuti ritme baru itu ,jam biologisnya bergeser, menyesuaikan diri dengan paksaan namun tetap saja ada rasa lelah yang berbeda ketika seseorang dipaksa hidup berlawanan dengan alam ,tubuh manusia dirancang untuk aktif di siang hari dan istirahat di malam hari ,melawan itu berarti melawan kodrat.Matanya lebih mudah sembab,

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Waktu yang Terus Berjalan

    Waktu terus berjalanHari berganti minggu, lalu minggu berganti bulan ,Aruna tidak lagi menghitung berapa kali ia harus menelan kecewa ,ia juga tidak lagi bertanya mengapa hidupnya harus berjalan seperti ini ,ada hal-hal yang memang tidak mampu ia ubah yang bisa ia lakukan hanyalah bertahan.Sesekali, ketika rasa lelah itu terasa terlalu sesak memenuhi dada, ia mengingat satu yang selalu menjadi pegangan hidupnya ,bahwa Allah tidak pernah menjanjikan hidup tanpa ujian tetapi Allah selalu menjanjikan bahwa setiap kesulitan akan disertai kemudahan.Mungkin bukan hari ini ,bukan besok namun Aruna percaya, suatu hari nanti kebahagiaan akan menemukan jalannya sendiri menuju dirinya ,kepercayaan itulah yang membuatnya tetap mampu tersenyum setiap mengenakan seragam kebanggaannya.Rutinitas rumah sakit kembali berjalan sebagaimana mestinya ,Shift pagi ,Shift siang ,Shift malam semuanya berputar tanpa pernah benar-benar berhenti.Aruna kembali menikmati hari-harinya di r

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Luka yang Tak Terlihat

    Malam telah larut ketika Aruna akhirnya kembali ke kamar ,langkahnya pelan, nyaris terseret ,seharian bekerja setelah pelatihan seharusnya sudah cukup membuat siapa pun lelah namun bagi Aruna, yang menguras tenaganya bukan hanya pekerjaan fisik di ruang VK.Bayangan yang ia lihat sore tadi terus berputar di kepalanya tanpa henti, seperti pita rusak yang macet pada adegan yang sama ,ibunya yang tertawa lepas ,Ayah Oxavio yang menyentuh lengan ibunya dengan akrab ,pemandangan itu seperti pecahan kaca tajam yang terus berulang menusuk ingatannya, melukai setiap kali ia mencoba mengalihkan pandangan ,dadanya dipenuhi sesak yang tak mampu ia jelaskan dengan kata-kata ,rasa dikhianati oleh darah sendiri ,rasa jijik pada takdirnya ,ia hanya ingin mandi membersihkan diri dari debu kota dan noda batin ,lalu berbaring menutup mata ,berharap tidur mampu mencuri semua pikirannya, walau hanya untuk semalam ,menghilangkan kesadaran akan siapa dirinya sebenarnya ,anak dari wanita yang masih me

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Rahasia yang Belum Berakhir

    Hari pertama kembali bekerja berakhir cepat ,mungkin karena sepanjang hari ia benar-benar tenggelam dalam rutinitas ,otaknya terlalu sibuk memproses data medis , memeriksa tekanan darah pasien pre eklampsia ,membantu persalinan normal yang berjalan lancar namun melelahkan ,melengkapi rekam medis yang tertunda , sesekali bercanda renyah dengan Rani dan anak-anak praktik lain, mendengarkan cerita lucu mereka tentang guru pembimbing yang galak .Ia hampir lupa pada semua hal yang menguras pikirannya selama pelatihan. Saat jam kerja selesai dan langit mulai berubah warna menjadi jingga kemerahan, Aruna merapikan mejanya ,menata pulpen, menyusun berkas, dan mematikan komputer.Nina, yang sedang mengganti sepatu kerjanya dengan sandal jepit nyaman, menoleh dari loker sebelah."Mau langsung pulang?"Aruna menggeleng, memasukkan kunci loker ke dalam tas."Nggak.""Mau ke mana?""Mau beli beberapa perlengkapan.""Apa?""Skincare sama sabun ,stok di ru

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Kembali ke Ruang VK

    Aroma khas rumah sakit kembali menyambut Aruna ,bau antiseptik yang samar, serta suara roda brankar yang berdecit pelan di lantai terasa begitu akrab di hidung dan telinganya.Suara panggilan perawat dari ruang perawatan, derap langkah tergesa tenaga kesehatan, dan bunyi monitor jantung yang berdetak ritmis ,semuanya adalah simfoni rutinitas yang selama beberapa hari terakhir ia rindukan tanpa sadar.Beberapa hari meninggalkan rutinitas ini ternyata cukup membuatnya merindukan kekacauan yang teratur ini , Aruna tersenyum kecil, bahunya yang tadinya kaku mulai rileks ,akhirnya kembali ke zona nyamannya.Ia baru saja melangkahkan kaki memasuki koridor menuju ruang VK ketika sebuah suara nyaring, penuh energi, dan sedikit sumbang terdengar dari kejauhan."MBAK ARUNAAA!"Aruna refleks menoleh, hampir menjatuhkan tas kerjanya ,belum sempat bereaksi, Rani sudah berlari kecil menghampirinya, sepatu sneakers-nya berdecit di lantai ,wajah gadis itu berseri-seri, matanya

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Perjalanan Pulang

    Pelatihan resmi berakhir menjelang sore , satu per satu peserta mulai meninggalkan ballroom hotel ,suara roda koper bergesekan dengan lantai menciptakan simfoni perpisahan yang khas, diselingi ucapan salam perpisahan, pelukan hangat, dan janji-janji untuk bertemu lagi di kesempatan lain.Aruna berdiri di depan lobi, agak menjauh dari kerumunan ,ia menggenggam map berisi sertifikat pelatihannya erat-erat, seolah itu adalah satu-satunya benda nyata yang ia miliki saat ini, ia mengembuskan napas panjang"Akhirnya benar-benar selesai"Rasa lega itu datang perlahan, bercampur dengan kelelahan ,namun di balik rasa lega itu, ada kecemasan kecil ,karena pulang berarti kembali ke rumah ,kembali ke realitas yang sebenarnya."Bu Aruna."Pria muda dengan seragam rapi, menghampirinya dengan langkah cepat namun sopan."Mobil sudah siap."Aruna mengangguk pelan ,wajahnya datar, topeng profesionalisme yang belum sempat ia lepaskan sepenuhnya."Terima kasih."Ia m

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Tawaran yang tidak bisa ditolak

    Malam sudah sangat larut ketika Aruna akhirnya keluar dari ruang bersalin ,langkahnya terasa sedikit berat ,persalinan panjang tadi benar-benar menguras tenaga lorong rumah sakit sudah jauh lebih sepi dibandingkan beberapa jam lalu lampu putih yang terang membuat suasana terasa sunyi ,Aruna melep

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Antara Kekaguman dan Kebencian

    Monitor di samping tempat tidur terus berbunyi pelan, ritmis, seolah menjadi satu-satunya pengingat bahwa waktu tetap berjalan di tengah ketegangan yang menggantung di udara ,detak jantung bayi terdengar stabil, teratur, namun kondisi sang ibu justru berada di ujung batas kekuatan ,napasnya teren

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Pria yang tak mau mundur

    Di ruang bersalin Aruna Larasati berdiri di dekat meja peralatan dengan gerakan yang terukur dan hati-hati ,tangannya yang ramping bergerak cekatan, menyusun satu per satu alat pemeriksaan dengan ketelitian yang nyaris tanpa cela seolah setiap benda memiliki tempatnya sendiri yang tidak boleh digese

  • Aku ,Target balas dendam CEO   Tawaran yang Tidak Masuk Akal

    Malam itu rumah sakit tidak lagi dipenuhi hiruk-pikuk seperti siang hari, dan lorong-lorong panjang yang biasanya sibuk kini hanya menyisakan gema langkah kaki yang sesekali terdengar samar. Lampu-lampu putih tetap menyala terang, tetapi suasananya terasa dingin dan kosong, seolah-olah setiap sudut

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status