Share

Part 362

last update publish date: 2026-08-25 19:34:35

“Kenapa sih, Sayang? Ada yang penting memangnya? Harus banget bicaranya sekarang?” goda Ariyan dengan senyum jahil yang mengembang di bibirnya.

"Kenapa kamu tiba-tiba nyeletuk soal nikah di depan orang tua kita?”

Zivanya menunjuk bahu Ariyan dengan telunjuknya. "Di Vienna rencana kita nggak gini, kan? Kamu mau mengakui kesalahan kamu dulu. Kamu mau cerita dulu ke aku soal Arabella. Lah ini? Baru aja nyampe rumah kamu udah bikin heboh semua orang.”

"Bukannya makin cepat makin bagus? Lagian ak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
eas
oia... kak zi, ceritain dong knp ariyan bisa tiba2 sayang/cinta sama ziva krn wktnya berbarengan dgn aira pergi. knp tiba2 tato-nya dihapus dan mulai dekatin ziva lg. apakah ari tdk bs hidup tanpa wanita dan ziva sdh jadi cadangan selama ini?
goodnovel comment avatar
eas
aira ikut balik ke jakarta ngak nh?
goodnovel comment avatar
Persada Mulia
mgkn akan terbongkar rahasia2 lain dr aira yg selama ini msh dirahasiakan Authornya, tp ari ttp hrs be gentleman mengakui kesalahan2nya sm ortu2nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 362

    “Kenapa sih, Sayang? Ada yang penting memangnya? Harus banget bicaranya sekarang?” goda Ariyan dengan senyum jahil yang mengembang di bibirnya. "Kenapa kamu tiba-tiba nyeletuk soal nikah di depan orang tua kita?” Zivanya menunjuk bahu Ariyan dengan telunjuknya. "Di Vienna rencana kita nggak gini, kan? Kamu mau mengakui kesalahan kamu dulu. Kamu mau cerita dulu ke aku soal Arabella. Lah ini? Baru aja nyampe rumah kamu udah bikin heboh semua orang.” "Bukannya makin cepat makin bagus? Lagian aku udah nggak tahan kalau harus nunggu lama-lama lagi buat sah memiliki kamu sepenuhnya. Soal janji pasti aku tepati, aku nggak akan lari. Aku pasti cerita sama semuanya.” "Tapi tetap aja aku kaget. Mukaku mau ditaruh di mana coba tadi?” "Ditaruh di sini aja.” Ariyan tertawa sambil menepuk dadanya sendiri. “Di dada aku.” Mau tidak mau tawa Zivanya ikut berderai. Tumbuh bersama sejak kecil, ia tidak tahu bahwa Ariyan ternyata memiliki sisi romantis yang dibalut candaan renyah. Beruntungnya Air

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 361

    Penerbangan panjang dari Vienna akhirnya berujung di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Udara hangat Indonesia langsung menyambut langkah Zivanya dan Ariyan begitu mereka keluar dari pintu kedatangan. Rasa lelah seketika menguap saat mata mereka menangkap orang tua kedua keluarga yang sudah menanti di area penjemputan. "Ibuuu!" Sebuah seruan nyaring terdengar mendahului langkah yang berlari kencang. Kaisar berlari melintasi kerumunan kecil dan langsung menubruk kaki ibunya. Zivanya langsung berlutut, merengkuh tubuh Kaisar ke dalam pelukan erat, berkali-kali mencium pipi sang putra yang amat dirindukannya. "Kai kangen sekali sama Ibu.” "Ibu juga kangen sama Kai, Sayang," balas Zivanya penuh kerinduan. Setelah melepaskan pelukan ditelitinya anaknya itu. Rasanya tidak sampai satu bulan Zivanya tinggalkan, tetapi lihatlah, Kaisar tumbuh semakin tinggi dan besar. “Jadi cuma sama Ibu aja kangennya? Sama Papa nggak kangen?” celetuk Ariyan, membuat Kaisar mengalihkan perhatian padanya

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 360

    Gerakan Ariyan kala merebut buket bunga dari tangan Zivanya begitu mendadak dan terasa kasar hingga membuat Zivanya sedikit heran.Dengan wajah mengeras dan rahang tegang, Ariyan mencari tempat sampah. Ia tidak langsung membuang buket bunga tersebut tetapi menginjak-injaknya terlebih dahulu dengan penuh emosi. Barulah ia mencampakkannya. Aroma parfum menyengat yang sengaja disemprotkan Aira seolah meracuni udara, dan Ariyan tidak sudi membiarkan racun itu melingkupi Zivanya lebih lama lagi.Zivanya termangu menyaksikan tindakan impulsif cenderung anarkis yang baru saja dilakukan oleh lelaki yang disayanginya. Ia merasa terkejut sekaligus bingung oleh reaksi Ariyan yang terlalu berlebihan.Zivanya menarik langkah menuju Ariyan kemudian bertanya, "Kok dibuang?”Ariyan berbalik memandang Zivanya. "Untuk apa memangnya kamu simpan bunga kayak gitu? Bunga aneh, aromanya menyengat nggak jelas. Kamu pasti tahu, itu bunga kematian. Lagian orang yang ngasih juga nggak jelas siapa. Nggak ada ide

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 359

    Malam puncak Kompetisi Musik Internasional Beethoven yang diselenggarakan di hall megah Musikverein, akhirnya mencapai klimaksnya. Tepuk tangan membahana dari ratusan penikmat musik klasik, juri terkemuka, dan pengamat seni kelas dunia memenuhi setiap sudut ruangan berarsitektur neoklasik tersebut. Setelah melalui penjurian yang sangat ketat, nama Zivanya secara resmi diumumkan sebagai runner up atau juara kedua dalam kompetisi piano paling bergengsi di dunia itu.Zivanya sama sekali tidak menyangka. Jangankan menjadi salah satu juara, dengan berhasil masuk ke babak final ia sudah sangat bahagia.Sebelum menginjakkan kaki di panggung yang menentukan perjalanan kariernya malam ini, Zivanya sebenarnya sempat diserang rasa gugup yang luar biasa. Namun, deretan dukungan yang mengalir tiada henti berhasil membangun kepercayaan dirinya.Sebelum tampil tadi, telepon pertama datang dari sang putra tercinta yang dengan suara khas anak-anaknya meneriakkan kata-kata semangat dan berjanji akan m

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 358

    Sudah lebih setengah jam Ariyan pergi, dan hingga saat ini masih belum kembali. Padahal tadi katanya pada Zivanya hanya sebentar. Paling lama setengah jam. Jadi kalau sudah begini keadaannya bagaimana mungkin Zivanya tidak khawatir?Zivanya berhenti berlatih. Ia bangkit dari kursinya lalu membawa langkah menuju pintu. Dibukanya daun pintu tersebut dan melongokkan kepala ke sekeliling. Tidak ada tanda-tanda lelaki yang dicintainya itu kembali.Apa Ariyan tersesat? Pasalnya selama ini ia tidak pernah pergi sendiri. Selama di Vienna, mereka selalu berdua ke mana-mana. ‘Nggak mungkin dia nyasar.’ Zivanya membantah dugaan itu. Seperti yang sudah dikatakannya sebelumnya, Ariyan memiliki petunjuk di handphonenya.Zivanya menahan diri untuk tidak menghubungi Ariyan. Ia tidak mau dianggap posesif atau berlebihan. Akhirnya ia menunggu di tempat tidur sambil bermain ponsel.*Mata Zivanya masih terbuka sepenuhnya saat Ariyan akhirnya pulang.“Kenapa belum tidur?” Lelaki itu mengecup puncak kep

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 357

    Pintu elevator terbuka di lantai dasar. Ariyan melangkah keluar dengan langkah cepat dan tegap. Matanya memindai setiap penjuru bar yang remang-remang, hingga akhirnya tertuju pada sudut paling tersembunyi di dekat jendela besar yang menghadap ke jalanan Vienna yang dingin. ​Di sana, Aira sedang duduk sendirian tanpa syal dan kacamata hitam seperti terakhir kali mereka bertemu—memperlihatkan wajah cantiknya yang terpoles riasan tipis. ​Melihat Ariyan mendekat, senyum Aira merekah lebar. Ia beranjak berdiri dari kursinya tanpa memedulikan tatapan murka dari pria di hadapannya. ​"Ari… sayang…,” panggil Aira senang. Dengan mata berbinar penuh kerinduan yang gila, ia melangkah dan mengulurkan kedua tangannya hendak memeluk Ariyan. "Aku kangen banget sama kamu, Ari. Aku nggak tahan—" Ariyan mendorong kedua bahu wanita itu dengan dorongan yang keras dan kasar sebelum Aira sempat menyentuhnya. Sentakan itu cukup kuat untuk membuat Aira terhuyung mundur hingga punggungnya menabrak ping

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 3

    Lutut Zivanya terasa lemas, seolah sendi-sendinya baru saja dilolosi secara paksa. Di dalam unit apartemen yang sejuk itu, atmosfer mendadak berubah menjadi panas.​Matanya tertuju pada Ariyan. Suaminya berdiri dengan napas yang masih sedikit memburu. Jejak peluh yang belum kering di dada lelaki it

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status