Share

Part 369

last update publish date: 2026-08-28 21:29:12

Ariyan terbangun dengan sekujur rasa sakit di tubuhnya. Setiap kali ia berusaha menggerakkan tangan atau mengubah posisi tidurnya, ia harus meringis menahan nyeri. Sudut bibirnya terasa tertarik dan perih.

Ia mengerjapkan mata, menyesuaikan penglihatan dengan cahaya lampu kamar.

Apa yang terjadi? pikirnya. Kenapa badannya terasa remuk? Bukankah ia akan dioperasi? Seingatnya ia sedang berada di kamar rumah sakit, tapi kenapa tiba-tiba masih berada di kamarnya di Indonesia?

Tidak ingin lebih lama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
NeaNeo
ceritain yg sebenar"ny sm mamamu ari..biar nt aira gk ngracunin zelena lagi..
goodnovel comment avatar
Diana Susanti
yaaa,, minta maaf yg benar ariyan
goodnovel comment avatar
Dara fadilah
makasih thor .. kalo bisa cepat dibikin aira kecelakaan, baru minta maaf ke ziva mendekati ajal. wkwkwkw ..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 372

    Ariyan mematikan panggilan video sebelum Zivanya memprotes lebih jauh. Ia memaksakan diri untuk bangkit dari tempat tidur. Ia mengganti pakaiannya dengan kemeja kasual berlengan panjang untuk menutupi luka di lengannya. Sebelum keluar kamar, Ariyan sempat berkaca. Parah. Sangat parah. Rumah sunyi seperti biasa ketika Ariyan turun dari kamarnya di lantai dua. Tepat saat tiba di ruang tengah ia melihat Jeandra sedang berdiri menelepon dengan posisi membelakanginya.Langkah Ariyan pun terhenti.Tiba-tiba Jeandra memutar tubuh."Mau ke mana kamu?" suara Jeandra terdengar dingin menahan gejolak emosi yang belum sepenuhnya padam."Mau ke rumah Ziva, Pa. Mau ketemu Mami. Mau jujur tentang semuanya.”“Kamu mau bikin Abi mati berdiri?” Jeandra semakin marah. Abi pernah beberapa kali mendapat serangan jantung gara-gara peristiwa besar, tapi syukurlah masih selamat. Hanya saja ia tidak yakin kali ini sahabat sejak masa mudanya itu akan tetap hidup setelah mendapat berita semenyakitkan ini.“B

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 371

    Tiga hari telah berlalu. Tiga hari yang terasa bagai neraka bagi Ariyan karena ia harus menahan rasa sakit dan kerinduan luar biasa pada Zivanya.Selama tiga hari itu, Ariyan hanya berani menyapa Zivanya lewat panggilan suara. Di balik ponsel, ia memaksakan suaranya terdengar tenang dan stabil, meski setiap kali bibirnya yang pecah bergerak mengeja kata, rasa perih menyerang hingga ke saraf kepalanya."Udah agak mendingan. Kamu nggak usah cemas,” kata Ariyan hari itu saat Zivanya menanyakan keadaannya. Zivanya hanya tahu kejadian pemukulan yang pertama. Ia tidak tahu bahwa masih ada kelanjutannya. "Jangan bohong, Ari. Suara kamu beda banget. Nada bicara kamu juga sengaja ditahan-tahan.""Nggak, Say—nggak, Ibu, aku beneran nggak apa-apa.”"Kalau kamu beneran nggak apa-apa, kita video call sekarang."“Jangan sekarang ya. Aku lagi nggak ganteng.” Ariyan mencoba bercanda, tetapi tidak mempan."Aku hitung sampai tiga. Swipe ke video call atau aku ke sana sekarang.”Pasrah, Ariyan mengembu

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 370

    Zelena tidak sanggup lagi menyaksikan pemandangan itu. Hatinya bertambah perih oleh kenyataan pahit bahwa yang bersujud di bawah sana adalah darah dagingnya sendiri yang ia besarkan dengan penuh kasih sayang, namun menjadi manusia yang mengukir luka sangat dalam bagi wanita lain.Zelena mendorong kursi makan ke belakang. Ia bangkit dari duduknya. Ia berniat pergi. Sebelum langkah pertamanya sempat terayun, dua lengan Ariyan melingkar cepat memeluk betisnya, tidak membiarkan sang ibu mengambil satu langkah pun menjauh. Ariyan kembali mencium punggung kaki Zelena."Kasih aku hukuman, Ma. Kasih aku hukuman apa pun asal bukan kebencian Mama. Pukul aku, Ma. Caci maki aku semau Mama. Tapi tolong jangan diam kayak gini.”Zelena mencoba menarik kakinya, tapi cengkeraman Ariyan terlalu kuat."Aku tahu dosaku nggak terampuni. Aku tahu aku bajingan. Masih banyak lagi dosaku yang mungkin Mama nggak tahu. Aku udah perkosa Ziva waktu sweet seventeen. Aku paksa Ziva agar melahirkan Kai di kandungan

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 369

    Ariyan terbangun dengan sekujur rasa sakit di tubuhnya. Setiap kali ia berusaha menggerakkan tangan atau mengubah posisi tidurnya, ia harus meringis menahan nyeri. Sudut bibirnya terasa tertarik dan perih.Ia mengerjapkan mata, menyesuaikan penglihatan dengan cahaya lampu kamar.Apa yang terjadi? pikirnya. Kenapa badannya terasa remuk? Bukankah ia akan dioperasi? Seingatnya ia sedang berada di kamar rumah sakit, tapi kenapa tiba-tiba masih berada di kamarnya di Indonesia?Tidak ingin lebih lama lagi ditelan kebingungan, Ariyan mengambil handphone dan membuka notes.Embusan napas berat terbuang dari bibirnya. Jadi ternyata inilah yang terjadi semalam. Orang tuanya lebih dulu mengetahuinya sebelum dirinya memberi pengakuan.Fuck Aira.Membawa tubuhnya yang berat, Ariyan masuk ke kamar mandi. Ia memegang tepi wastafel kencang-kencang, menahan pening yang mendadak di kepalanya. Ketika ia mengangkat wajah dan melihat cermin di hadapannya, Ariyan tertegun. Wajahnya lebam membiru di pipi, se

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 368

    “Ibu kenapa belum pulang? Kai nungguin dari tadi.”Di balik ponsel suara Kaisar menyapa pendengaran Zivanya.“Iya, Sayang, maafin Ibu ya,” jawab Zivanya serendah mungkin, membiarkan nada bicaranya terdengar sehangat yang ia mampu. “Urusan Ibu di luar sebentar lagi selesai. Kai udah makan malam, Nak?”“Udah. Kai udah ngantuk. Tapi Kai juga mau tunggu Ibu dulu. Kai mau cerita.”“Kalau gitu, Kai tidur aja dulu ya. Ceritanya besok kalau Kai udah bangun.”“Memangnya Ibu di mana? Ibu lagi sama Papa ya?”Zivanya memandang sekelilingnya, menimbang apa ia harus jujur atau tidak. “Hm, iya. Ibu lagi sama Papa di rumah Oma.”“Kok nggak ajak-ajak Kai? Kai, kan, juga mau ke rumah Oma. Terus Kai mau ke tempat gym Papa. Kai udah lama nggak ke sana.”“Kapan-kapan ya, Sayang? Sekarang Kai cuci tangan, kaki sama muka. Terus naik ke tempat tidur. Jangan lupa baca doa dulu. Besok kalau Kai udah bangun, Ibu langsung cerita. Oke?”“Oke, Ibu.”Zivanya menjauhkan handphone dari telinga lalu beranjak dari tepi

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 367

    Zivanya mengangkat diri dari atas Ariyan. Suara raungan itu terdengar semakin keras. Ya, raungan, bukan lagi sekadar tangisan biasa.Ia merasa penasaran karena suara itu. Siapa yang menangis dengan begitu kerasnya? Tapi di sisi lain Zivanya juga tidak mungkin mengabaikan Ariyan yang sedang terluka.Zivanya meletakkan Ariyan di pangkuannya. Dibelainya muka laki-laki itu dengan hati-hati. Setiap sentuhan Zivanya membuat laki-laki itu meringis yang menandakan betapa dalam rasa sakitnya.“Aku cari obat dulu ya?”“Aku bisa nanti-nanti. Coba kamu lihat ke kamar Mama dulu.”Karena Ariyan yang menyuruh, Zivanya pun beranjak.“Sebentar,” ucapnya lalu memindahkan Ariyan kembali ke lantai lambat-lambat. Sebelum menuju kamar, Zivanya mengecup lembut kening Ariyan dan membelai kepalanya. Jeandra yang melihat itu hanya bisa menghela napas.Zivanya melangkah tergesa menuju kamar Zelena, tempat suara itu berasal.Tiba di depan pintu, Zivanya mengetuknya.Tidak ada respons, karena siapa pun yang berad

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 2

    Zivanya tidak tahu kapan tepatnya ia tertidur. Yang ia ingat hanya bagaimana ia meringkuk di tempat tidur yang dingin sambil memeluk bantal. ​Saat cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah tirai yang tidak tertutup rapat, Zivanya mengerjapkan mata. Hal pertama yang ia rasakan adalah tempat

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 1

    Cahaya dari lampu taman di luar menembus tirai tipis kamar Zivanya, menyinari punggung Ariyan yang sedang bergerak liar di atasnya. Suara napas mereka beradu, berat dan memburu. Zivanya mencengkeram punggung Ariyan. Kukunya sedikit menekan kulit pria itu, mencoba menahan dirinya agar tidak melayang

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 6

    Entah berapa lamanya Zivanya berdiri di depan pintu. Hingga ia tersadar ia tidak mungkin terus mematung di sana. Dengan embusan napas panjang ia terpaksa masuk yang langsung disambut oleh kegelapan. Zivanya sengaja tidak menyalakan lampu. Cahaya terang hanya akan memperlihatkan semua benda-benda

  • Aku yang Tidak Pernah Ada di Hatimu   Part 5

    Hati Zivanya yang telah hancur semakin tidak ada bentuknya lagi. Ia tahu Ariyan adalah laki-laki brengsek. Tapi tidak sedikit pun terlintas di pikirannya ide gila itu akan terlontar dari bibir Ariyan.Pria ini memintanya mematikan fungsi rahimnya secara permanen hanya demi kenyamanan perselingkuhan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status