Share

Bab 237

Author: Rizu Key
last update publish date: 2026-04-27 22:51:15

Mereka bertiga akhirnya duduk melingkar di ruang tengah. Putra, anak mereka, sudah tertidur lelap di dalam kamarnya, tidak sadar bahwa dunia orang tuanya sedang runtuh.

"Om Hengki punya bukti yang sangat kuat, Mah." Suara Ibra terdengar parau. "Nomor referensinya sama persis dengan bukti yang kita miliki, tapi tujuan transfernya tertuju pada rekening pribadi Papah di luar negeri. Ini benar-benar jebakan yang dirancang dengan sangat rapi. Sangat mustahil bagi mereka memiliki dokumen itu jika tid
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 237

    Mereka bertiga akhirnya duduk melingkar di ruang tengah. Putra, anak mereka, sudah tertidur lelap di dalam kamarnya, tidak sadar bahwa dunia orang tuanya sedang runtuh."Om Hengki punya bukti yang sangat kuat, Mah." Suara Ibra terdengar parau. "Nomor referensinya sama persis dengan bukti yang kita miliki, tapi tujuan transfernya tertuju pada rekening pribadi Papah di luar negeri. Ini benar-benar jebakan yang dirancang dengan sangat rapi. Sangat mustahil bagi mereka memiliki dokumen itu jika tidak ada orang dalam yang membantu... atau jika itu memang benar terjadi.""Itu fitnah, Ibra! Ayahmu orang yang jujur!" Dewi memukul dadanya sendiri, menahan sesak. "Keluarga Pramana itu...kenapa mereka berubah mencari selicik ini?" Ia kembali terisak.Aya memeluk ibu mertuanya. Wanita itu tak menyangka jika masalah akan berubah menjadi semakin rumit."Apa mereka belum puas menghancurkan perusahaan yang dibangun ayahmu dulu? Sekarang... mereka ingin menghancurkan namanya bahkan setelah dia telah l

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 236

    "Kedua bukti ini memiliki nomor referensi yang sama, namun tujuan transfernya berbeda. Ini sangat tidak lazim."Hengki tetap diam, tidak mengucapkan satu patah kata pun. Ia membiarkan kuasa hukumnya menjalankan tugasnya dengan sempurna. Liam di sampingnya mulai menyeringai puas melihat wajah Ibra yang memucat. Opini publik mulai berganti menatap lain ke arah Ibra sebagai anak kandung mendiang Ronal Bagaskara.Ibra merasa dunianya berputar. Bagaimana bisa ada dua bukti yang identik namun berlawanan? Ia teringat kembali pada mimpi buruk Aya semalam, tentang ibunya yang membungkam mulutnya karena ketakutan. Ia juga teringat dengan ucapan Aya dan ia sadar bahwa Aya memiliki ingatan yang sangat tajam.'Apa mungkin mimpi buruk Aya ada kaitannya dengan masalah ini? Tapi... sepertinya itu muatahil. Aku baru bertemu dengannya enam tahun lalu dan bahkan belum pernah bertemu ibunya....' gumam Ibra dalam hati. Menepis kemungkinan yang terasa mustahil itu."Yang Mulia...." Kuasa hukum Hengki melan

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 235

    "Apa kamu baik-baik saja?" tanya Ibra sembari menatap sang istri yang kini duduk di depan meja makan."Aku baik-baik saja, Mas," jawab Aya sembari mencoba tersenyum. Meski ia masih saja merasa bingung dengan mimpi buruk yang semalam ia alami. Mimpi itu terasa begitu nyata, seolah pernah terjadi di masa lalu. Namun, mengapa mimpi itu tiba-tiba muncul?Ibra tidak tega meninggalkan Aya. Sementara ia harus segera pergi menghadiri sidang."Aku harus pergi. Jadi kamu baik-baik saja di rumah," ucap Ibra lembut.Aya kembali tersenyum. "Iya, Mas. Aku akan baik-baik saja."Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui jendela besar ruang makan nyatanya tidak mampu mengusir kegelisahan yang menggelayut di pundak Ibra. Hari ini adalah puncaknya. Hari di mana kecurangan Hengki akan dibedah di depan meja hijau. Namun ia juga tidak ingin meninggalkan Aya.Pria itu segera berangkat dengan Samuel dan Sinta, serta tim IT ahli yang dipercaya. Tak lupa seorang pengacara ternama juga akan ikut mendamp

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 234

    Suara itu terdengar berat, penuh penekanan, dan terdengar sangat mendesak. Aya mencoba mencari sumber suara itu, namun pandangannya kabur.Di tengah kegelapan, ia tiba-tiba melihat sosok ibunya. Namun, sang ibu tidak tersenyum. Wajah ibunya pucat pasi, seperti kertas yang kehilangan warna, dengan butiran keringat dingin sebesar biji jagung mengucur di pelipisnya."Ibu...." lirih Aya penuh rasa kerinduan. Ibunya yang telah lama tiada, kini duduk di sebelahnya dan terlihat nyata.Saat menyadari Aya memanggilnya, sang ibu menoleh lalu tiba-tiba menerjang ke arahnya. Bukan untuk menyerang, melainkan memeluk Aya dengan sangat erat, begitu erat hingga Aya sulit bernapas.Tangan ibunya yang gemetar membungkam mulut Aya dengan rapat. Mata sang ibu membelalak ketakutan, menatap ke arah kegelapan di belakang mereka, seolah ada monster yang sedang mengintai mereka.Aya ingin berteriak, bertanya apa yang terjadi, namun suaranya tertahan di tenggorokan. Jantungnya berdegup ke

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 233

    Kembali di kantor Bagaskara Group, Ibra merasakan firasat buruk yang tiba-tiba muncul. Ia berdiri di dekat jendela kaca besar, melihat lampu-lampu kota yang mulai menyala. Pikirannya melayang pada Aya yang sedang hamil di rumah. Ia tahu, kemenangan ini mungkin hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar.'Om Hengki bukan tipe orang yang akan menyerah begitu saja setelah dipojokkan,' batin Ibra. 'Jika dia merasa terdesak, apakah dia akan menggunakan cara yang paling kotor untuk menyingkirkanku?' tanyanya dalam hati.Ibra segera mengambil ponselnya dan menghubungi kepala pelayan di rumahnya. "Pak Santo, tolong perketat penjagaan di rumah. Mulai malam ini, jangan biarkan siapa pun yang tidak dikenal mendekati rumah atau sekadar bertamu, termasuk kurir atau tamu yang tidak membuat janji sebelumnya. Aku akan pulang sekarang.""Baik, Tuan," sahut Santo dari ujung panggilan.Panggilan segera berakhir. Ibra memasukkan ponselnya pada saku kemeja. Lalu pria itu berjalan keluar ruangan dengan la

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 232

    Ibra mencoba menggali informasi di dalam ingatannya sendiri. Namun pria itu tak juga menemukan apa pun. Hanya kebuntuan. Tak ada petunjuk soal alasan pengkhianatan Hengki sebagai mitra terbesar selain iri saja."Pak, saya akan segera mengirimkan hasil investigasi ke Anda." Suara Samuel membuyarkan lamunan Ibra yang tengah fokus pada pikirannya sendiri."Bagus, Sam. Terus dalami itu. Jangan biarkan satu detail pun terlewat," instruksi Ibra kemudian dengan tegas.*Sementara itu, di sebuah restoran privat yang terletak di lantai paling atas sebuah gedung mewah di pusat kota, suasana terasa sangat berbeda. Ketegangan menggantung di udara yang kini dihiasi aroma cerutu mahal.Di sudut sana, Hengki duduk dengan punggung tegak, meskipun raut wajahnya terlihat jauh lebih tua dan lelah akibat tekanan publik yang terus saja ia dapatkan pasca penyelewengan dana di perusahaannya terbongkar.Di sampingnya, Liam terus-menerus mengetukkan jarinya di atas meja, menunjukkan kecemasan yang tidak bisa

  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 44

    Seseorang turun dari sebuah mobil mewah. Aya menyadari kehadirannya dan segera mendongak. Kedua matanya membulat saat melihat siapa yang saat ini berlari ke arahnya."Aya!"Sebelum wanita itu sempat merespon, tubuhnya dipeluk erat."Aya... astaga... Aku benar-benar rindu padamu, Ay... Bagaimana kab

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 42

    Pertanyaan polos namun tajam dari bocah berusia lima tahun itu menggantung di udara, menciptakan keheningan yang menyesakkan di dalam mobil mewah tersebut. Ibra, pria yang biasanya memiliki jawaban untuk segala negosiasi bisnis bernilai miliaran, kini mendadak diam. Lidahnya kelu, dan tenggorokan

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 40

    "Iya! Kamu Presdir Galak yang selalu menyuruh Bunda lembur sampai capek!" Putra menunjuk Ibra dengan jari telunjuknya yang mungil, meskipun matanya masih berkaca-kaca karena bingung.Ibra masih diam. Ia kembali menatap wajah mungil yang memang terlihat jelas seperti cetakan sempurna dirinya.

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Anak Rahasia Presdir Impoten   Bab 28 (18+)

    [Pastikan kamu ada di kantorku jam 7 tepat. Jangan terlambat satu detik pun.]Aya menghela napas, menatap bubur ayam yang sedang ia siapkan untuk Putra. Ia harus mengantar Putra ke sekolah lebih awal dari biasanya setelah menerima pesan singkat dari sang Presdir."Putra, bangun, Sayang," bisik Aya

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status