Share

Ngidam Mangga

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-06-01 21:05:55
"Siapkan semua yang dibutuhkan oleh ibu hamil, Gary! Aku dan Elisa akan berangkat ke Danau Aruna akhir pekan besok!" titah Leo malam itu.

"Eh, apa saja yang harus kusiapkan, Bos?"

"Air hangat, cemilan, vitamin, apa saja. Lihat catatan itu dan cari tahu sisanya, aku tidak mau ada yang ketinggalan. Satu barang saja ketinggalan, gajimu berkurang satu digit."

Gary langsung meloncat kaget. "Yang benar saja, Bos! Ini terlalu berat untukku!"

"Karena itu, cepat siapkan!"

"Ah, baiklah, Bos! Aku siap
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tidak Ingin Bertemu

    "Ya Tuhan, syukurlah, Leo! Syukurlah akhirnya kita mendapatkan semua bukti untuk membersihkan namamu." Leo pulang keesokan harinya setelah pertemuan dengan Nico. Ia langsung menceritakan semua pada Elisa dan Elisa mendesah lega. "Ya, Sayang, akhirnya semua masalah ini akan selesai. Velia benar-benar salah berurusan denganku. Aku bukan tipe orang yang akan menerima semua begitu saja." "Tapi dia pasti sudah tidak waras karena membiarkan dirinya benar-benar hamil tanpa suami." "Entah apa yang ada di pikirannya. Tapi yang bisa aku lihat, Bu Melda senang sekali akan mendapat cucu." "Semoga ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini. Dan dalam setiap hal buruk, aku percaya selalu terselip hal baik." Leo mengangguk sambil menatap istrinya itu dengan penuh cinta. "Seperti dalam setiap hal buruk yang menimpa kita kan?" Elisa ikut mengangguk sambil tersenyum. Keduanya saling bertatapan sejenak, sebelum mereka saling berpelukan dan berciuman mesra. Memeluk dan mencium suaminya saat se

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Mengakui Semuanya

    Nico membeku mendengar ucapan Leo.Senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya seketika lenyap. Ia menatap Leo dengan mata membelalak, seolah baru saja mendengar sesuatu yang tidak masuk akal.Pria yang sedang difitnah Velia adalah Leo, pimpinan Hartono Group? Bagaimana bisa semuanya menjadi serumit ini?"Pak Leo ... maksud Anda apa?" Nico mencoba tertawa kecil, meskipun suaranya terdengar kaku. "Aku rasa ada kesalahpahaman di sini."Leo tidak tersenyum. "Kesalahpahaman apa?""Aku ... aku memang mengenal Velia, tetapi hubungan kami tidak seperti yang Anda pikirkan.""Oh, begitu?"Leo mengambil sebuah dokumen dari atas meja, kemudian meletakkannya di hadapan Nico."Kalau begitu, jelaskan kepadaku mengapa kau beberapa kali menginap bersama Velia di hotel!" Nico menatap dokumen itu dengan wajah semakin pucat. Di sana terdapat beberapa foto dirinya bersama Velia. Ada pula catatan tanggal perjalanan dan sejumlah informasi mengenai pertemuan mereka.Nico tidak tahu dari mana Leo mendapatkan

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Syarat Kontrak

    "Buat beritanya lebih heboh lagi! Sekarang kau bisa menyebut namaku sedikit-sedikit sebagai korban agar semua rekan bisnis Leo mulai menyerangnya juga." Malam itu, Velia sudah berbaring di ranjangnya sendiri. Setelah opname selama tiga malam, akhirnya Velia sudah boleh pulang dengan kondisi yang lebih baik. Leo sama sekali tidak menjenguknya selama ia di rumah sakit dan itu membuat Velia kesal. Seharusnya Leo merasa bersalah dan minta maaf, menunjukkan itikad baik dengan menjenguknya, tapi pria itu sama sekali tidak melakukannya. Selain itu, di setiap wawancara, Leo terlihat sangat tenang. Bahkan gosip yang awalnya membuat Leo stres itu baru beberapa hari saja langsung teredam. Velia pun tidak suka rencananya berantakan. "Pokoknya pakai cara apa pun agar Leo hancur dan berakhir dengan bertanggung jawab padaku!" geramnya lagi tanpa ampun. Tanpa ia ketahui, Leo sedang bersiap untuk berangkat ke Singapore. Leo pun berangkat sendiri keesokan harinya karena Elisa harus menemani Alden

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Menemukan Pria Itu

    "Cari pria bernama Nico Ardhana itu, Gary! Cari sampai dapat dan bawa kepadaku!" "Baik, Bos!" Leo tidak membuang waktu dan langsung memberi perintah pada Gary keesokan harinya. Gary pun segera mencari tahu semua dan ia menemukan bahwa Nico adalah seorang model yang cukup dikenal di bidangnya. Namanya beberapa kali muncul dalam berbagai acara fashion, pemotretan majalah, hingga kampanye beberapa merek ternama. Namun setelah kabar tentang Velia mulai mencuat, Nico seolah menghilang.Leo masih duduk di ruang kerjanya sambil menatap layar laptop sore itu saat Gary masuk dengan beberapa lembar laporan di tangannya. "Bos, aku sudah telusuri semua informasi tentang Nico."Leo mendongak menatap asistennya itu. "Bagaimana hasilnya?" "Dia memang tinggal di Bali, di sebuah apartemen di kawasan Seminyak. Tapi masalahnya, dia hampir tidak pernah berada di sana selama satu bulan terakhir."Leo mengernyit. "Ke mana dia pergi?" "Awalnya aku juga kesulitan menemukannya. Tapi aku coba telusuri ja

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Dia Berubah

    Elisa tidak pernah menyangka kedatangannya kemari akan sangat berguna untuknya. Sungguh, ia tidak bisa memikirkan apa yang ingin Susan katakan padanya. Bahkan saat sudah berhadapan dengan Susan tadi, sebagian dari diri Elisa masih takut Susan akan melakukan hal buruk. Tangan Elisa basah karena berdebar dan ponselnya terus merekam setiap percakapan mereka. Hingga akhirnya Susan menyebutkan nama itu. Nico Ardhana yang katanya adalah Papa dari anak yang dikandung Velia. "Nico ... kau ... Susan, kau tidak bercanda kan?" lirih Elisa dengan suara bergetar. Susan menatap Elisa dengan ketenangan yang tidak berubah. "Aku sudah bilang aku tidak mengatakan omong kosong kan? Nico itu adalah teman Velia dan temanku juga. Sesekali Velia memanggilnya saat mereka bertemu di klub dan mereka akan menghabiskan malam bersama." "Tapi jangan salah, aku tidak pernah melakukannya dengan Nico juga karena dulu aku ...." Tatapan Susan goyah sejenak. "Aku bersama pria lain cukup lama," lanjut Susan akhirny

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Membantunya

    Jantung Elisa menderu saat ia melangkah ke ruang tunggu untuk mengunjungi para napi. Bukan karena Elisa takut, tapi ia merinding. Ia akan bertemu Susan lagi setelah sekian lama. Semua orang mengatakan Susan sudah berubah dan hidup lebih baik, tapi tetap saja, Elisa belum pernah melihatnya sendiri. Karena itu, Elisa masih sangat berdebar. Pak Rahmat sendiri sudah menawarkan diri untuk menemani Elisa ke dalam, tapi Elisa menolak. Ia dan Susan butuh waktu pribadi. Selain itu, ada petugas yang berjaga dan Elisa sudah siap merekam semua pembicaraan Susan. Elisa pun mengembuskan napas panjangnya dan menunggu, hingga tidak lama kemudian, Susan keluar. Elisa mematung saat tatapan mereka bertemu. "Elisa?" lirih Susan."Susan?" lirih Elisa juga. Untuk sesaat, tidak ada yang bergerak atau berbicara lagi. Keduanya hanya saling menatap lama, sebelum akhirnya Susan yang bicara duluan. "Kau ... datang, Elisa ...." Elisa tersentak dan tersenyum kaku. "Kau yang memintaku datang kan?" "Ya, kupi

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status