แชร์

Tidak Peduli

ผู้เขียน: Mommykai22
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-01 23:58:53
Setelah percintaan yang cukup panjang, Elisa tidak punya tenaga lagi untuk membuka matanya. Tubuhnya lemas karena kenikmatan yang bertubi-tubi dan akhirnya ia benar-benar terlelap dalam pelukan Leo.

Leo sendiri langsung memakaikan baju Elisa kembali, tapi hanya sekedar saja, ia hanya ahli melepas, bukan memasang kembali.

Sementara Gary yang sejak tadi menunggu di luar pun sudah menghabiskan kaleng kedua minumannya dan roti dua biji di minimarket. Ia pun kembali membawa dua botol air minum dan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Menikahlah Denganku

    Menikahlah denganku ....Elisa benar-benar mematung mendengar lamaran yang sangat indah itu. Leo benar, pria itu memang sudah pernah mengajaknya menikah dan Elisa pasti setuju menikah dengan pria itu. Namun, Elisa tidak menyangka, Leo akan melamarnya lagi seperti ini. Air mata Elisa tidak mau berhenti, malah mengucur makin jelas. Melihat seorang bos besar, pria yang sangat dicintainya bersimpuh di hadapannya membuatnya sangat terharu. "Oh, ayo terima! Ayo terima!" Suara para pengunjung mulai terdengar. Ada yang menatap Elisa penuh harap, ada yang menatap Leo penuh kekaguman, ada yang menangis haru, ada yang tertawa bahagia. Ada juga yang bertanya-tanya bagaimana seorang pria bisa melamar wanita dengan perut hamil sebesar itu. Leo sendiri masih menatap Elisa dengan intens, tidak peduli suara-suara apa pun di sekeliling mereka. Hanya Elisa yang ditatap Leo dengan jantung yang memacu kencang. Dengan sinyal yang sangat jelas, seharusnya Leo percaya diri Elisa pasti menerimanya. Nam

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kejutan Terindah

    "Cium aku, Leo! Background cahaya mataharinya indah sekali!" seru Elisa. Leo terus menggelengkan kepala karena kekasihnya minta berfoto dengan begitu banyak pose. Leo sendiri tidak pernah fokus menatap kamera, Leo hanya terus menatap kekasihnya. Namun, hasil foto Leo yang natural itu terlihat tetap indah sampai Elisa begitu senang. "Sudah ya, Sayang. Foto kita sudah banyak sekali." "Satu kali lagi, Leo!" rajuk Elisa. Fotografer yang tadi hanya terus tertawa melihat banyak foto bagus yang ia dapatkan dari pasangan yang fotogenik itu. Elisa pun masih mengobrol dengan fotografernya saat ponsel Leo berbunyi dan ia pun menerimanya. Telepon itu dari Gary yang ternyata sudah tiba di Bali dan di hotel yang sama untuk melakukan sesuatu yang disuruh Leo. "Aku sudah tiba, Bos. Kau di mana?" "Aku di pantai, sedang foto bersama Elisa." "Wow, foto prewedding?" "Bisa dibilang begitu. Tapi apa kau membawa yang aku suruh?" "Tentu saja beres, Bos!" Leo tersenyum puas. "Baguslah!" Tidak lam

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Prewedding Dadakan

    Beberapa hari babymoon adalah hari-hari terbaik dalam hidup Elisa. Bersama Leo, semua terasa sangat indah. Leo selalu menuruti semua yang Elisa mau, menyiapkan apa pun yang Elisa butuhkan bahkan sebelum ia meminta. Leo memijati kaki Elisa setiap malam, walaupun mereka tidak berhubungan ranjang lagi. Tentu saja itu tidak bagus dilakukan terlalu sering saat hamil. Mereka sama-sama tidak mau menyakiti bayi mereka. Mereka sangat bahagia bersama sampai Elisa tidak rela pulang begitu cepat. "Hari ini hari terakhir kita di sini," gerutu Elisa pagi itu. "Kalau kau mau, kita bisa extend, Sayang." "Tidak, aku tahu kau sedang menyiapkan rapat penting. Kau sudah satu minggu untuk babymoon ini." Leo mengangguk. "Itu tidak masalah bagiku karena kau dan anak kita adalah yang terpenting." Elisa melambung dan menangkup gemas pipi pria itu. "Tapi hidup harus tetap berjalan kan? Dan kau juga harus bekerja agar aku dan anak kita bisa tetap makan." Leo tergelak. "Tentu, Sayang. Aku harus bekerja k

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Gelang Pasangan

    Pagi itu indah, sangat indah. Elisa terbangun di pelukan Leo. Keduanya saling menatap saat bangun tidur dan berpelukan lagi begitu lama. Perasaan yang begitu indah. Mereka sarapan bersama lalu bermain pasir bersama. Leo membawa Elisa ke beberapa tempat hanya untuk menunjukkan di mana saja pria itu berinvestasi. Elisa sampai menganga tidak percaya. "Leo, kau serius? Sebanyak itu?" "Aku pandai melihat peluang, Sayang. Tapi itu berarti sumber uangku sangat banyak dan aku sangat kaya. Aku sangat mampu menghidupimu dan keluarga kita sampai tujuh turunan kelak," sahut Leo dengan penuh maksud. Elisa hanya mengangguk. "Aku tahu, aku tidak meragukan itu."Leo tertawa kecil sambil melajukan mobilnya. Leo menyetir sendiri mobilnya agar ia dan Elisa bisa mempunyai waktu privat lebih lama. "Jadi apa ada tempat lain yang ingin kau kunjungi, Sayang?" tanya Leo sambil melirik kekasihnya itu. Elisa menggeleng. "Aku tidak tahu, tapi mungkin kita bisa ke tempat membeli souvenir. Aku mau membelika

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bercinta Lagi

    Hasrat Leo makin mengentak mendengar ucapan Elisa. Ia tidak sempat menolak atau mengatakan apa pun karena Leo juga tidak berniat menolaknya. Elisa sendiri entah sejak kapan mulai bergerak, turun dari ranjang dan berjongkok di depan Leo yang sedang duduk di ranjang. Elisa meliriknya genit, sebelum ia membelai kebanggaan Leo yang sudah menegang sempurna. "Aku akan melakukannya duluan, Leo ...," bisik Elisa, sebelum ia membuka sabuk celana Leo lalu menariknya turun. Terlihat bagian yang sangat menonjol. Elisa pun membelainya makin intens sampai Leo menelan salivanya dengan susah payah. "Sayang, jangan menggodaku!" "Aku tidak menggodamu, Leo." Elisa tersenyum nakal, sebelum ia membuka boxer Leo. Kebanggaan Leo langsung mengacung tegak di sana, membuat Elisa menatapnya kagum dan penuh hasrat. Tanpa banyak kata, Elisa menggenggamnya sampai membuat Leo menahan napasnya sejenak. Sentuhan Elisa selalu membuatnya melayang sampai ia menelan salivanya. Elisa sendiri melirik ekspresi Leo

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan dengan Mulut

    "Elisa ... kau ...." Leo menelan salivanya lagi, terlalu kaget untuk berkata-kata, tapi tatapannya benar-benar melahap Elisa dari ujung rambut hingga ujung kaki. Cantik dan selalu sempurna. Elisa sendiri menatap Leo dengan salah tingkah. "Kau ... kau yang memintaku memakai lingerie ini kan?" Leo tidak menjawab saking kagumnya. Jantungnya memacu kencang dan hasratnya dengan cepat bangkit. Namun, melihat ekspresi Leo membuat Elisa mendadak ragu sampai ia menunduk, menatap dirinya sendiri. "Hmm, apa ada yang salah? Atau ... aku pasti tampak aneh memakai ini? Sudah kubilang aku pasti kelihatan seperti bola." Elisa membalikkan tubuhnya, mendadak malu karena Leo tidak mengatakan apa pun. Ia pun berniat kembali ke kamar mandi untuk mengganti baju. Namun, sebelum Elisa sempat melangkah, Leo buru-buru menghampirinya. "Tunggu, Sayang! Siapa yang bilang kau seperti bola, Sayang? Aku hanya terkejut," sahut Leo yang langsung memeluk Elisa dari belakang dan mencium bahu wanita itu. Elisa me

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status