Share

Pria Gila

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-08-19 22:13:05

Suara letusan senjata tidak hanya membuat semua orang di luar terdiam, tapi juga di dalam gudang. Mereka kaget mendengat ada suara tembakan, bahkan Arman dan Darmawan langsung panik.

"Sial! Ada polisi? Memang dasar Leo brengsek! Brengsek! Sudah kubilang jangan memanggil polisi! Semuanya kacau! Semuanya kacau!" pekik Darmawan yang akhirnya duduk kembali di kursi rodanya.

Arman pun makin cemas. "Kita harus segera pergi dari sini, Ayah! Kita harus ... uhuk! Uhuk! Bau apa ini? Asap? Ada banyak as
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Menunggumu Bangun

    "Bos, kau sudah sadar?" Leo akhirnya membuka matanya setelah mimpi indahnya. Ia mengernyit sejenak, berusaha memahami di mana dirinya berada sekarang. Ia ada di ruangan putih dengan bau obat yang menyengat. Rumah sakit. "Gary ...." Leo baru akan bangun, tapi Gary mencegahnya. "Sabar dulu, Bos! Kau baru saja sadar." "Syukurlah akhirnya kau sadar, Leo. Bibik cemas sekali." Bik Imah juga tersenyum menatap Leo. Leo meringis karena rasa panas menjalar dari tengkuk ke punggungnya. Leo terkena pisau dan pukulan di beberapa titik tubuhnya, tapi semua itu tidak sebanding dengan luka bakar yang menyengat. Ia sampai tidak bisa tidur telentang dan harus menyamping. Leo pun menatap semua orang yang ada di sana. Gary, Bik Imah, Handi, Daisy, bahkan Albert. Dan saat ia tidak menemukan wanita yang ia cari, kedua matanya pun membelalak. "Mana Elisa? Bagaimana Elisa?" Leo ingin bangkit lagi, tapi lagi-lagi Gary mencegahnya. "Sabar dulu, Bos! Bu Elisa ada, tenang saja!" "Bagaimana dia, Gary? B

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Mimpi Indahnya

    "Ayah!" Daisy dan Bik Imah akhirnya tiba di rumah sakit tengah malam itu dan Daisy pun langsung memeluk Handi bersamanya. "Daisy Sayang!" "Aku tidak bisa tidur, Ayah! Aku benar-benar tidak bisa tidur memikirkan Ayah dan yang lain. Ayah tidak apa kan? Lihatlah baju Ayah robek-robek, wajah Ayah biru-biru, lengan Ayah kenapa ini?" Handi memang ikut menerobos ke dalam gudang tadi, ikut berkelahi dengan banyak anak buah, ikut terpukul, ikut tergores, bahkan sempat terkena percikan-percikan api. Secara fisik, terlihat banyak luka luar, tapi anehnya, Handi sudah lama tidak pernah merasa sebugar ini. "Ayah baik-baik saja, Daisy. Tenang saja." "Bagaimana aku bisa tenang? Melihat Ayah seperti ini, aku sedih sekali." Daisy menangis dan memeluk ayahnya lagi. Gary yang berdiri tidak jauh dari mereka pun ikut merasakan terharunya Daisy. "Kau bagaimana, Gary? Kau baik-baik saja? Lihatlah, kau tidak lebih baik dibanding Pak Handi," seru Bik Imah. Suara Bik Imah akhirnya membuat Daisy dan Han

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Akhir Ketegangan

    "Bawa dia ke rumah sakit! Tolong bawa dia ke rumah sakit!" Gary terus berteriak cemas, sebelum akhirnya ambulans datang untuk mengangkut orang-orang yang terluka. Petugas pemadam kebakaran sendiri sudah datang di lokasi dan mengatasi kebakaran dengan sangat tidak mudah. Tapi semua orang sudah tidak peduli lagi dengan isi di dalam, yang mereka pedulikan hanyalah bagaimana semua sandera yang akhirnya selamat. "Gary ...," lirih Leo. "Bagaimana Elisa? Bagaimana Elisa?" Bahkan dalam tubuh yang begitu lelah, Leo masih memikirkan Elisa. "Dia sudah di ambulans, Bos. Tenang saja, semua akan baik-baik saja! Kau juga akan segera dibawa ke rumah sakit!" "Pastikan dia selamat, Gary! Pastikan dia selamat!" "Pasti, Bos!" Leo mengangguk dan untuk sesaat, memejamkan matanya menikmati bernapas dengan lega setelah sejak tadi tidak bisa bernapas di dalam gudang. Nila dan Rahmat sendiri juga dibawa ke rumah sakit dengan ambulans dengan Rahmat yang tidak berhenti menangis. Lega, syukur, takut, da

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ilmu Darimu

    Wira menatap tajam pada semua orang di sana. Masih ada beberapa orang belum keluar dari gudang, termasuk Arman dan Darmawan, tapi Wira tidak bisa menunggu lagi. Ia harus membalaskan dendamnya dan membuat otak dari semua kejahatan ini benar-benar hilang dari dunia ini. Tanpa peduli apa pun lagi, saat orang lain berusaha keras untuk keluar dari gudang, Wira malah masuk lagi. "Sial! Wira, apa yang kau lakukan?" pekik Albert yang melihat Wira masuk lagi. Wira sendiri berlari melewati api sampai ia tiba di dalam. Ia terdiam sejenak menatap ruangan yang penuh api itu. Padahal rasanya panas, tapi mungkin beginilah saat iblis meminta kita berbuat jahat. Ia akan selalu membuat kita terlena dan nyaman. Di sisi lain, Leo sendiri masih menggendong Elisa begitu erat, ia menuruni anak tangga yang rapuh itu setapak demi setapak. Bahkan saat ia sudah tiba di anak tangga terakhir, mendadak anak tangga di atasnya ambruk. Brak!"Sial!" geram Leo lagi. Elisa sudah pingsan dan lemas, membuatnya makin

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Ayo Kita Angkat Bersama

    Gary mematung. Bahkan untuk sepersekian detik, ia tetap mematung setelah mendengar perintah Leo. Leo sendiri langsung berlari, menyingkirkan orang-orang yang berusaha menabraknya. Kondisi masih sangat kacau, tapi Leo berlari ke tangga yang sudah mulai rapuh itu. "Bos! Bos!" teriak Gary. Bukannya ia membenci Elisa. Tentu saja Gary mendengar semuanya dan ia ikut sakit hati, tapi tidak bisa semudah itu ia membenci Elisa. Ia hanya tidak menyangka setelah mengetahui fakta itu, bosnya masih tetap peduli pada Elisa. Itulah yang membuat Gary sangat setia pada Leo, hatinya. "Gary, ayo keluar! Kita tidak punya waktu lagi!" seru Handi yang sudah membantu Rahmat menggendong Nila di punggungnya. "Lari, Rahmat! Lari sekencang mungkin, aku akan menghalau api apa pun!" seru Handi. "Baik, Pak!" seru Rahmat yang langsung berlari keluar menembus api yang sudah berdiri gagah di depan pintu. "Akhh!" pekik Rahmat saat merasakan panas di bagian kakinya setelah menembus api. "Itu Pak Handi dan Gary!

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Belum Bisa Keluar

    "Arman, cepat kita keluar dari sini! Panas sekali!" "Aku sedang berusaha, Ayah!" Dengan panik, Arman berusaha melihat ke depan. Semua listrik padam, hanya penerangan dari nyala api. Dan pemandangan yang ia lihat di sana sangat mengerikan. Api menyambar dengan cepat karena semua barang yang ada di dalam gudang cukup mudah terbakar. Dinding mulai mengelupas dan plafon mulai ambruk, tapi yang paling mengerikan adalah beberapa anak buah yang berlarian, saling menabrak dengan tubuh penuh api. Arman gemetar sesaat sampai mematung, ia berkeringat dan hampir buang air di celananya. Ia ketakutan, sangat ketakutan. Kalau dulu Arman bisa tertawa melihat orang yang tidak disukai terpanggang di dalam gudang, tapi kali ini, ia sendiri yang mungkin akan terpanggang hidup-hidup. Arman menggeleng, Arman menggeleng dengan napas ngos-ngosan, ia tidak mau mati dengan cara seperti ini. Tiba-tiba terdengar suara dari atas. Arman menoleh ke atas dan langsung membelalak melihat plafon di atasnya mulai

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Milikku Besar

    Leo bahkan tidak memberi Elisa waktu untuk bersiap ketika bibir pria itu tiba-tiba menyentuh bibirnya.Bukan hanya menempel, tapi pria itu memagut bibir Elisa sampai Elisa tersentak kaget dan marah. "Beraninya kau menciumku!" Elisa refleks bangkit berdiri dan mendorong dada Leo.Plak!Satu tampar

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Aku Akan Memulainya

    Eddy sontak berdiri dari kursinya begitu mendengar ucapan Elisa. "Sayang, apa yang kau katakan? Duduklah dulu, Sayang!" Eddy menghampiri Elisa dan memintanya duduk, tapi Elisa menolak. "Aku sudah memikirkannya dan aku ...." Elisa terdiam sejenak sambil melirik Leo lagi. "Aku mau ... melakukannya

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status