Share

Wanita Ular

Author: Mommykai22
last update publish date: 2026-10-01 10:19:23

"Pak Leo naik pesawat ini juga?"

Velia sudah siap di bandara pagi itu karena ia sudah tahu jadwal keberangkatan Leo. Velia sendiri secara kebetulan mendapatkan undangan yang sama dengan Leo.

Leo diundang oleh pemilik perusahaan untuk acara ulang tahun perusahaan, sedangkan Velia diundang oleh anaknya yang merupakan temannya.

Velia awalnya tidak berniat datang, tapi setelah tahu Leo akan berangkat, Velia segera membeli tiket dengan jam yang sama.

"Pak Leo sudah menunggu di lounge, Bu," sahut
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pintu yang Terkunci

    Bahkan dari kejauhan, Velia bisa melihat bagaimana jakun itu bergerak saat Leo menelan minumannya. Senyuman Velia terbit. "Dia meminumnya! Dia sudah meminumnya!" Velia pun buru-buru mencari pelayan pria yang tadi membantunya. Mendadak ia butuh bantuan untuk membawa Leo ke kamar. Untungnya, Velia menemukan pria itu dengan cepat. "Hei, kau!" "Ah, iya, ada yang aku bantu lagi, Bu?" "Kemari!" Lagi-lagi Velia membawa pria muda itu sedikit menjauh dan memberinya uang lagi. "Kali ini tugasmu adalah membawa Pak Leo pergi dari sana, kau tahu Pak Leo sudah mabuk kan? Bantu dia dan arahkan dia untuk istirahat di kamar saja!" "Di kamarnya sendiri maksudnya?" "Tentu saja di kamarnya sendiri. Kamar 808, itu kamarnya. Pastikan dia masuk, tapi jangan tutup rapat pintunya, tunggu aku datang. Kau mengerti?""Ah, baik, Bu!" Sang pelayan bernama Heri itu pun pergi dan stand by di dekat Leo kalau Leo butuh bantuan. Awalnya Leo masih merasa baik-baik saja dan masih mengobrol dengan makin banyak o

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Masuk Jebakan

    Velia melangkah dengan penuh percaya diri masuk ke dalam ballroom hotel. Rosie dan Terry mengikutinya dengan sama percaya dirinya sampai banyak pasang mata yang mulai menatap. Velia sendiri memang sangat seksi dan menawan. Dadanya pun membusung dengan seksi dan tentu saja siapa pun yang melihatnya akan berhenti sejenak untuk kembali menoleh, kecuali Leo. Saking bersinarnya Leo di antara begitu banyak orang, Velia langsung bisa melihat Leo saat ia masuk ke ballroom itu. Pria itu sedang berdiri di sudut sana bersama pemilik acara. Leo memakai jas hitam formal dan sedang tersenyum begitu tampan, hingga membuat debar jantung Velia memacu kencang. "Apa dia sudah datang? Kau sudah menemukannya?" bisik Rosie yang berdiri di samping Velia. Velia langsung tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja! Paling glowing di antara yang lain." "Oh, aku makin penasaran, Velia! Di sini begitu banyak pria tampan, kira-kira pria mana yang kau maksud itu?" seru Terry gemas. "Eh, tapi kalian lihat di sana?"

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Rencana Panas

    Malam itu, Alden terus menangis, padahal tubuhnya tidak demam. Elisa yang tadinya masih di kantor sampai buru-buru pulang sejak sore karena Alden rewel. "Ada apa, Anak Mama Sayang? Kau kenapa, Sayang?" "Bibik sudah membalurkan bawang merah, biasa di kampung bawang merah ampuh untuk mengusir yang tidak benar." "Tidak ada yang seperti itu, Bik! Ini sudah jaman modern!" seru Gary yang ikut cemas mendengar Alden menangis. "Atau mungkin dia rindu Papanya? Apa perlu kutelepon Bos?" "Jangan, Gary! Malam ini dia ke pesta dan ada banyak orang penting di sana, dia pasti sedang sangat sibuk. Apalagi dia sudah membuat janji dengan seorang pengusaha untuk bertemu di sana." "Tapi bagaimana dengan Alden?" "Biarkan saja, tidak apa. Ada aku dan yang lain di sini." Gary akhirnya mengangguk. Ia sendiri sebenarnya sedang sangat sibuk di kantor karena Leo pergi, tapi begitu mengetahui dari Bik Imah kalau Alden rewel, Gary pun segera pulang untuk melihat keponakan tersayangnya itu. Elisa sendiri te

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Wanita Ular

    "Pak Leo naik pesawat ini juga?" Velia sudah siap di bandara pagi itu karena ia sudah tahu jadwal keberangkatan Leo. Velia sendiri secara kebetulan mendapatkan undangan yang sama dengan Leo. Leo diundang oleh pemilik perusahaan untuk acara ulang tahun perusahaan, sedangkan Velia diundang oleh anaknya yang merupakan temannya. Velia awalnya tidak berniat datang, tapi setelah tahu Leo akan berangkat, Velia segera membeli tiket dengan jam yang sama. "Pak Leo sudah menunggu di lounge, Bu," sahut asisten Velia. "Bagus!" Saat akhirnya waktu penerbangan tiba, Leo pun segera naik dan duduk tenang di pesawat. Ia langsung menelepon istrinya untuk memberitahu kalau ia akan terbang. "Aku sudah duduk di pesawat, Sayang. Sebentar lagi aku akan mematikan ponselku." "Baiklah, sampai jumpa, hati-hati dan jangan lupa meneleponku begitu kau tiba di sana." "Baik, Sayang. Aku mencintaimu." "Aku juga, Leo!" Leo dan Elisa saling menutup teleponnya dan Leo pun kembali duduk dengan tenang. Sampai ti

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tidak Rela Berpisah

    Leo mengernyit menatap ponsel Elisa dan mencoba mengingat nomor tidak dikenal yang meneleponnya itu, tapi ia tidak ingat. "Aku tidak mengingat nomor siapa ini, jadi mungkin hanya nomor iseng." Elisa pun meraih ponselnya kembali dan ikut menatap nomor itu. "Aku juga tidak ingat nomor siapa ini, tapi mengapa rasanya aku ingin mengangkat teleponnya tadi, apa aku perlu meneleponnya kembali?" "Tidak perlu, Sayang." "Tapi bagaimana kalau penting, Leo?""Kalau penting, dia akan menelepon kembali atau mengirim pesan. Itu lebih masuk akal karena kita sudah biasa tidak mengangkat telepon yang tidak dikenal." "Itu benar, Bu Elisa!" Gary menimpali. "Tidak ada yang penting saat semua orang penting sudah ada di sini." Elisa menoleh menatap Alden yang masih bermain dengan gembira bersama para pelayan. Dan Gary benar, semua orang penting ada di sini bersamanya, jadi Elisa tidak perlu mencemaskan apa pun. Sementara itu, Susan masih terdiam begitu teleponnya dimatikan oleh Leo. Jantungnya memacu

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Telepon Tidak Dikenal

    Setelah Velia dipulangkan, suasana di Bali menjadi lebih lega untuk Elisa. Ia lebih tenang membiarkan suaminya bekerja dengan Liandro. Liandro sendiri adalah pria tua yang sangat sopan, bijak, dan ramah. Elisa menyukai pria itu, apalagi pria itu mengingatkan Elisa pada Darmawan, tentunya dalam versi yang lebih baik. "Anda mengingatkan aku pada Grandpa-ku, Pak. Anda pasti sudah mendengar tentangnya, dia bukan pengusaha yang baik, tapi dia pernah menjadi Grandpa yang baik untukku. Setidaknya ingatan masa kecilku banyak dipenuhi olehnya," ucap Elisa malam itu saat mereka lagi-lagi ada dalam makan malam bersama. Liandro yang mendengarnya langsung melirik Leo, ia sudah mendengar semua ceritanya dan ia masih takjub dengan bersatunya Leo dan Elisa. "Yang namanya keluarga tetap keluarga, walaupun pada akhirnya tercerai berai dengan alasan apa pun. Walaupun menjadi keluarga saja belum cukup untuk bertahan selamanya, tapi memori itu pasti tetap ada. Aku ikut berduka untuk kehilangan itu, Bu

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status