홈 / Romansa / Babysitter Milik Sugar Daddy / Bab 90 Koreografi Kematian dan Sang Raja Tua

공유

Bab 90 Koreografi Kematian dan Sang Raja Tua

작가: Ria Nenda28
last update 게시일: 2026-10-23 23:01:39

Kilatan moncong senjata (muzzle flash) menerangi lorong pualam lantai sembilan puluh sembilan bagai kedipan stroboskop di dasar neraka. Rentetan desing peluru menembus udara, mengoyak serpihan marmer dari dinding, dan meninggalkan bau pekat kordit yang menyesakkan napas.

Di depan mataku, Sebastian tidak sedang bertarung, ia sedang menari dengan kematian. Kaisar es itu bergerak menembus hujan peluru tanpa setitik pun keraguan. Dalam dua langkah presisi, ia menghindari semburan peluru otomatis, m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 92 Badai Putih Manhattan dan Tahta Eksekusi

    Iring-iringan delapan Cadillac Escalade hitam legam membelah jalanan Manhattan yang mati membeku. Badai salju menyapu kota layaknya selimut putih yang tebal, menyembunyikan pergerakan armada bayangan kami di balik kabut malam buta. Di antara jajaran pencakar langit yang menjulang angkuh, satu menara pualam di pusat distrik finansial tampak lumpuh total, gelap gulita tanpa satu pun pendar cahaya.Menara Sterling Enterprise.Berkat peretasan jarak jauhku di udara sebelumnya, gedung raksasa itu telah resmi berubah menjadi peti mati vertikal. Tidak ada sensor, tidak ada kamera aktif, tidak ada kunci biometrik yang berfungsi.Mobil kami mengerem mulus tepat di teras lobi utama. Sebastian melangkah turun lebih dulu, menantang embusan angin bersuhu di bawah nol derajat dengan mantel kasmirnya. Begitu kakiku menjejak aspal beku, ia seketika merengkuh tubuhku, menarikku merapat dan berlindung di balik ceruk dadanya yang memancarkan hawa panas."Leon, sapu bersih lobi dasar. Jangan ada yang sem

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 91 Badai Salju Manhattan dan Tahta Darah Baru

    Mayat-mayat paramiliter Osprey dibersihkan dari penthouse tanpa meninggalkan setitik noda pun. Operasi sanitasi berlangsung dalam kebisuan.Di sudut ruangan berpualam itu, Papa masih berdiri kokoh di samping kubah balistik yang melindungi buaian Alaric. Sang konglomerat tua meletakkan senapan laras pendeknya di atas meja, lalu memandang cucunya yang tetap terlelap damai di bawah penjagaan Ring Nol. Mata Papa yang dahulu pernah lelah oleh duka masa lalu kini menyiratkan ketajaman murni seorang pelindung dinasti."Tinggalkan Jakarta, Friska, Sebastian." Suara Papa mengalun berat, tak menerima bantahan. "Hancurkan akar pohon mereka di Amerika hingga ke tanah. Papa akan mengubah mansion ini menjadi kuburan raksasa bagi siapapun yang mencoba menyusul ke mari. Kalian memiliki sumpahku."Sebastian, yang tak pernah menundukkan kepala kepada hukum maupun raja mana pun di dunia ini, meletakkan tangan kanannya di dada dan memberikan tundukan hormat penuh kebanggaan kepada mertuanya."Dunia ini a

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 90 Koreografi Kematian dan Sang Raja Tua

    Kilatan moncong senjata (muzzle flash) menerangi lorong pualam lantai sembilan puluh sembilan bagai kedipan stroboskop di dasar neraka. Rentetan desing peluru menembus udara, mengoyak serpihan marmer dari dinding, dan meninggalkan bau pekat kordit yang menyesakkan napas.Di depan mataku, Sebastian tidak sedang bertarung, ia sedang menari dengan kematian. Kaisar es itu bergerak menembus hujan peluru tanpa setitik pun keraguan. Dalam dua langkah presisi, ia menghindari semburan peluru otomatis, mengangkat kedua tangannya yang memegang pistol mematikan, dan menarik pelatuk secara bersamaan.DOR! DOR! DOR!Tiga pembunuh bayaran kartel Osprey tumbang seketika, tengkorak mereka berlubang peluru tepat di atas mata. Eksekusi tanpa cacat yang lahir dari insting sosiopat absolut.Namun, pasukan Osprey adalah pembunuh terlatih dari benua seberang. Dua anggota yang tersisa memecah formasi, berguling cepat ke balik pilar raksasa demi mencari titik buta. Salah satunya mengangkat senapan dengan pelo

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 87 Kunci Kematian di Puncak Menara

    Ciuman itu belum sepenuhnya usai. Di atas balkon lantai enam puluh yang tersapu angin malam Jakarta, janji pembantaian dari mulut Sebastian menyatu dengan sapuan lidahnya di bibirku. Udara tropis terasa membeku oleh dominasi absolut pria ini. Punggungku yang hanya terbalut gaun sutra bergesekan dengan kaca balistik di belakangku, terhimpit oleh dada bidangnya yang bergemuruh.“Kaisar yang membasuh darah untuk permaisurinya,” gumamku dengan napas terputus, menyandarkan dahi ke dadanya. Aku memejamkan mata, membiarkan aroma bourbon dan kekuasaan suamiku meresap, menenangkan saraf-saraf tempurku. “Kau selalu tahu cara membuat perang terdengar seperti puisi yang indah, Sebastian.”Jemari kasar Sebastian membelai tulang pipiku, sementara matanya yang sekelam palung samudra memuja pantulan gemerlap ibu kota di bola mataku. Namun, keheningan eksklusif itu hanya bertahan kurang dari tiga tarikan napas.BIP! BIP! BIP!Bunyi nyaring berfrekuensi tinggi memecah atmosfer intim kami. Suara itu buk

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 88 Runtuhnya Sayap Elang dan Geladak Pembantaian Kasat Mata

    Pria Amerika bernama Maxwell itu terhuyung mundur. Gelas martini di tangannya terlepas begitu saja, pecah berserakan di atas karpet Persia seiring dengan hancurnya ego dan harga dirinya di bawah kakiku. Napasnya memburu putus asa, wajahnya sepucat mayat saat menyadari bahwa oligarki yang sedang ia hina ternyata telah memegang surat kematian bisnisnya sejak fajar menyingsing.Di sekeliling kami, keheningan merajai sudut Grand Ballroom itu. Para petinggi militer dan miliarder dunia yang sebelumnya sibuk berbincang kini mematung. Tidak ada satupun dari mereka yang berani mengalihkan pandangan dari kami. Wibawa tiran yang terpancar dari Sebastian berpadu dengan kekejaman analitis dalam diriku, menciptakan ilusi mematikan bahwa kami adalah algojo sekaligus malaikat pencabut nyawa."P-pembekuan rute laut itu menyalahi hukum perdagangan internasional, Tuan Steel." Suara Maxwell bergetar hebat, mencoba mempertahankan sisa-sisa pertahanannya yang telah rapuh.Sebastian memiringkan kepalanya se

  • Babysitter Milik Sugar Daddy    Bab 87 Singa Kecil dan Mahkota Rubah Merah

    Satu tahun sejak tangis pertama Alaric memecah ruang persalinan VVIP itu, poros bumi seolah telah disesuaikan agar hanya berputar untuk putra sang kaisar es.Aku berdiri di depan cermin besar di kamar utama kami, mengoleskan lipstik merah gelap yang menyempurnakan penampilanku malam ini. Tubuhku telah kembali ke lekuk semula, kini dibalut gaun malam haute couture berwarna rubah merah dengan punggung terbuka. Gaun itu menonjolkan keanggunan seorang ratu yang telah memenangi ribuan peperangan.Dari pantulan cermin, mataku menangkap pemandangan yang tak akan pernah gagal meluluhkan ketegasanku.Di atas ranjang, Sebastian, pria yang nama belakangnya mampu membuat para oligarki Eropa bergetar ketakutan, kini duduk bersila. Jas tuksedonya belum terpasang, sementara dasi kupu-kupunya menggantung longgar di kerah kemeja hitam yang terbuka. Di pangkuannya, duduk Alaric Rudolf Steel, balita berusia satu tahun dengan rambut sepekat arang dan sepasang mata obsidian yang merupakan tiruan mutlak mi

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status