Beranda / Zaman Kuno / Baginda, Tuan Putri Merayumu / Bab 114: Racun Satu Darah

Share

Bab 114: Racun Satu Darah

Penulis: QueenShe
last update Tanggal publikasi: 2026-03-25 10:39:37

Marib sedang menyusun laporan posisi unit ketika Elara masuk ke markas tanpa mengetuk. Ia mendongak, melihat ada yang berbeda pada mimik wajah Elara, membuatnya menghentikan kegiatannya. Mata adiknya sedikit memerah dan masih ada jejak air mata di pipinya.

"Elara," ucapnya tanpa menoleh. "Aku kira kau masih di istana Yasmina."

"Tugasku selesai lebih awal," jawab Elara.

"Ada apa?"

"Hari ini aku melihat Baginda di koridor dekat taman paviliun timur," ucapnya.

"Dan?"

"Dia berdiri di sana. Hanya be
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 289: Amarah

    Erion menutup pintu kayu pondok dengan rapat, mengunci sisa-sisa kebisingan dari pelataran luar. Ia melepaskan sepasang pelindung lengan besinya yang berdebu, meletakkannya di atas meja kayu, lalu membalikkan tubuh sepenuhnya untuk menghadapi Yasmin."Apa yang membuatmu marah, Yasmin?" tanya Erion, suaranya melunak, kehilangan seluruh nada mematikan yang beberapa menit lalu ia gunakan di depan warga desa.Yasmin berdiri membelakangi Erion, menatap lurus ke arah jendela yang menampilkan pendaran api unggun di kejauhan. Ia tidak langsung menjawab. Jemarinya yang terluka terasa berdenyut, namun rasa sakit itu tidak sebanding dengan gemuruh yang sejak dua hari lalu menyiksa dadanya."Aku tidak marah, Baginda," jawab Yasmin masih formal, membalikkan tubuhnya perlahan dengan dagu terangkat, mencoba membangun dinding pembatas di antara mereka. "Aku hanya membela warga desa yang tidak bersalah. Tindakanmu sore ini terlalu berlebihan."Erion menyipitkan mata, melangkah mendekat hingga jarak di

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 288: Tidak Dianggap

    "Kakak?" gumam Seddam pelan, suaranya nyaris tenggelam di antara ketegangan pelataran yang mencekam.Dari posisinya yang masih bersujud di tanah, Seddam melongok keheranan. Matanya membelalak tak percaya menyaksikan pemandangan di depannya, sementara mulutnya terbuka kecil. Isi kepala pemuda itu mendadak kosong, otaknya berputar keras mencerna apa yang baru saja terjadi.Wanita asing yang dikasihaninya karena mengaku habis dirampok di perbatasan, wanita yang dipujinya memiliki keanggunan mirip bangsawan ibu kota, kini tengah memeluk erat seorang pria berpakaian zirah agung luar biasa. Terlebih lagi, pria itu datang bersama iringan kereta militer dan berdiri sejajar dengan raja mereka.Ohmad mengeratkan pelukannya pada Yasmin, mengusap punggung adiknya dengan penuh rasa sayang untuk menenangkan badai emosi yang berkecamuk di dalam dada wanita itu. Ia mengabaikan tatapan mata warga desa, fokusnya murni tertuju pada keselamatan Yasmin."Tenanglah, Yasmina. Aku di sini. Semua sudah aman,"

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 287: Kemarahan Sang Baginda

    "Jangan pernah menyentuh kulitnya barang sedikitpun!" bentak Erion penuh penekanan. "Lepaskan tanganmu darinya sekarang juga!"Sebuah bentakan menggelegar dari arah gerbang masuk pelataran, memecah udara sore dengan getaran amarah yang begitu pekat. Suara itu begitu berat, dingin, dan sarat akan ancaman mematikan yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.Yasmin dan Seddam seketika membeku. Saat Yasmin menoleh, ia mendapati Erion sudah berdiri di sana, masih mengenakan jiran perangnya yang berdebu, di belakangnya Ohmad dan Marib yang juga menatapnya bingung.Sepasang mata gelap sang raja menatap tajam ke arah posisi tangan Seddam yang tengah memegang erat pergelangan tangan Yasmin, dengan urat-urat di leher Erion yang tampak menegang menahan amarah yang siap meledak.Seddam yang menyadari siapa yang berdiri di hadapan mereka langsung melepaskan isapannya pada luka Yasmin. Seluruh tubuh pemuda itu gemetar hebat, wajahnya seketika pias kehilangan warna. Tanpa menunda sat

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 286: Tentu Saja Bukan

    "Sepihak? Kau bercanda, Yasmin! Siapa yang berani membuat pengumuman pernikahan seorang raja secara sepihak? Dewan Agung mungkin kuat, tapi Baginda Erion adalah pria yang akan memenggal kepala siapa saja yang berani mengatur hidupnya tanpa izin."Seddam terbahak-bahak mendengar pertanyaan itu, mengundang perhatian beberapa orang di dekat mereka."Kejadian di pasar yang kuceritakan tadi adalah buktinya. Jika beliau tidak suka pada Nona Ivana, beliau tidak akan sudi berjalan berdampingan, apalagi membiarkan wanita itu menyentuh tangannya di depan publik," lanjut SeddamJawaban Seddam seperti hantaman godam yang menghancurkan sisa-sisa harapan kecil di kepala Yasmin. Logika pria itu tidak bisa dibantah. Erion yang ia kenal memang bukan pria lemah yang bisa disetir oleh Dewan Agung. Jika pengumuman itu menyebar luas, artinya Erion memang mengizinkannya terjadi."Begitu ya..." gumam Yasmin."Hei, Seddam! Mengapa kau menyendiri di sana dengan wanita cantik itu? Kemari dan minum bersama kami!

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 285: Melayang

    “Teruskan,” jawab Yasmin dingin.“Kau yakin? Kulitmu sudah sepucat salju, Yasmin." Seddam menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, sedikit bingung dengan perubahan emosi wanita di depannya.Yasmin hanya menatap kedua netra Seddam datar."Baiklah, kalau kau memaksa. Kau tahu apa hal yang paling gila dari kejadian di pasar itu? Dewan Kerajaan langsung merilis dekrit pengosongan pajak distrik barat selama tiga hari untuk merayakan pertemuan itu. Mereka bilang itu adalah tanda berkah.”Yasmin tidak benar-benar mendengarkan lagi. Kalimat Seddam berubah menjadi dengungan samar di telinganya. Fokusnya tersedot pada satu titik fiktif di tanah.Pesta rakyat di sekitar mereka semakin meriah. Suara tabuhan kendang kulit bersahut-sahutan, memancing tawa lepas dari para pemuda dan gadis desa yang mulai menari memutari api unggun. Bau lemak daging panggang yang menetes ke bara api kian pekat, memicu sorak-sorai riang saat bumbu-bumbu rahasia ditaburkan."Ayo kembali ke pesta, jangan sampai mereka mem

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 284: Hati Membara

    “Apa kau tertarik pada Baginda Erion? Atau ada hal lain?” tanya Seddam, nadanya bergaung setengah menyelidik. “Ekspresimu sore tadi saat mendengar nama Nona Ivana... kau terlihat seperti seseorang yang dunianya baru saja diguncang. Katakan padaku, Nona asing, Siapa kau sebenarnya?”Seddam memangkas jarak di antara mereka hingga aroma minuman hangat dari cawannya menguar di antara mereka. Matanya menyipit penuh selidik, menatap lekat-lekat wajah Yasmin yang terpapar remang cahaya obor dari kejauhan.“Ternyata dia lebih pintar dari kelihatannya,” gumam Yasmin dalam hati.Yasmin tidak berkedip, ataupun memundurkan langkahnya meski jarak mereka kini begitu intim. Ia justru menyunggingkan senyum tipis yang tenang, dan seketika menyihir Seddam yang langsung terpaku terpesona.“Tertarik pada Baginda?” Yasmin terkekeh pelan, sebuah tawa renyah yang terdengar sangat alami. “Seddam, semua orang pasti menaruh ketertarikan pada pria seperti Baginda Erion.”“Lalu kenapa kau begitu penasaran?” keja

  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 35: Kecurigaan Musang

    “Voya, menurutmu berapa lama aku harus berendam di air dingin sampai tubuhku benar-benar jatuh sakit?” gumam Yasmin tanpa menoleh. Tatapannya kosong, terpaku pada permukaan kolam ikan yang tenang di bawah teras paviliun.“Ya? Bagaimana maksudnya, Tuan Putri?” Voya menghentikan kegiatannya mengelap

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 23: Yasmina tetaplah Yasmina

    Erion turun melalui tangga batu yang lembap, setiap langkahnya bergema di lorong sempit menuju ruang bawah tanah istana. Dua penjaga membungkuk saat Erion melewati mereka. Tidak ada yang berbicara.Disana seorang pria duduk terbelenggu di kursi kayu, kepala tertunduk, wajahnya penuh luka bekas puku

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 19: Ternyata Bukan Dia

    Lantai marmer kamar yang dingin terasa menusuk hingga ke tulang, namun Yasmin tidak sanggup diam. Ia berjalan mondar-mandir seperti harimau yang terperangkap dalam sangkar emas. Jemarinya terus meremas kain gaun sutra putihnya yang kini ternoda bercak merah anggur.“Berpikir, Yasmin! berpikir!" bis

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Baginda, Tuan Putri Merayumu   Bab 20: Taman Rahasia

    Upacara penghormatan terakhir untuk Velmire terlihat seperti kompetisi duka, di mana pemenangnya akan ditentukan dari seberapa meyakinkan air mata mereka. Para bangsawan bergantian maju ke peti mati yang dihiasi bunga lili putih. Wajah mereka dibuat tampak paling sedih, walaupun sebenarnya tidak ad

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status